
Happy Reading 👩🏼💻📖
"Apa yang sudah kamu lakukan pada istriku !" Bentaknya pada Yuli yang saat ini tengah menundukan kepalanya.
"Anu Pak.." ucapnya takut mengatakan hal sejujurnya.
"Jawab!" Bentak Arnon kesal melihat Yuli tak kunjung menjawabnya.
Aaarrrgghh teriak Yuli kesakitan di saat Arnon menjambak rambutnya dengan cukup keras.
"Aku peringatkan sama kamu! Jangan batasan kamu! Jangan pernah kamu membuat istriku marah seperti tadi! Paham kamu!" Bentaknya di dekat telinga Yuli sehingga terlihat air mata yang menetes dari wajahnya menahan sakit dan tasa takut, pada Arnon. "I-iya pak. Maaf." Jawabnya pelan.
Bbbruuggghhh Arnon melepaskan jambakanya dan menghempaskanya hingga Yuli terjatuh dengan sangat keras.
Dan tanpa memperdulikan Yuli, Arnon langsung berjalan menuju toilet di ruanganya untuk mencuci tanganya dan memberikan senitaizer buat menstrrilkan tanganya akibat menyentuh Yuli tadi.
Stella yang melihat Arnon memasuki ruanganya menuju toilet, sudah tau jika suaminya ini baru saja menyentuh wanita lain.
"Ayo kita makan sayang." Ajaknya baru saja keluar dari toilet dan menggosok tanganya dengan senitizer.
"Kamu apakan wanita tadi?" Tanyanya sedikit membentak.
"Tidak ada, hanya memberikan sedikit pelajaran kecil." Jawab Arnon santai dan berjalan memeluk tubuh istrinya.
"Arnon,cukup ya! Aku tidak mau lagi melihat kamu ringan tangan apalagi dengan seorang wanita. Aku menyuruhmu mengurusnya bukan berarti menyuruhmu memukulnya." Ucapnya lembut pada suaminya.
"Sayang kamu mau makan dimana?." Tanyanya mengalihkan pembicaraan dengan menciumi puncak kepala Istrinya.
Stella langsung menarik nafasnya dalam-dalam, dia sadar mau sampai mulutnya itu berbuih juga tidak akan di dengarkan oleh Arnon.
"Sembarang aja." Jawabnya singkat.
Namun bukanya mendapat jawaban dari suaminya, kini tangan suaminya sudah mulai meremas gunungnya.
"Cukup Arnon! Nanti dirumah jika kamu mau melakukanya, skrng ayo kita makan siang dulu." Ajaknya langsung menarik tangan Arnon melangkah keluar ruangan.
Namun Arnon malah langsung menggendong Stella seperti menggendong anak playgroup tanpa perduli dengan mata seluruh karyawan yang memandangnya.
"Kamu janji ya bakalan melayaniku sampai puas." Bisiknya di telinga Stella yang kepalanya sedang disenderkan di pundaknya.
__ADS_1
"Hem ya serah mu." Balasnya kesal."padahal aku gak pernah bilang sampai puas." Gumamnya kesal didalam hati.
Setelah mereka sampai di parkiran, Arnon langsung segera menurunkan istrinya dan membiarkanya masuk kedalam mobil,
Dan dengan cepat mereka langsung mengarah ke Restoran Arse miliknya.
Disaat mereka telah sampai di Restoran miliknya. Arnon langsung keluar dari mobil dengan hanya menggunakan kemeja, dan langsung membukakn pintu untuk istrinya.
"Ayo sayang." Ajaknya pada Stella.
"Hem ayo ." Balas Stella, dan dengan segera mereka langsung melangkahkan kakinya berjalan masuk.
Disisi lain di sebuah jalan raya.
Pruiitt.. pruiittt suara pluit polisi berbunyi memberhentikan pengemudi yang sedang melanggar peraturan lalu lintas.
"Waduh Polisi lagi, macam mana ini?" Tanyanya Tara bingung.
"Ayo cepat tukaran." Sahut Jerry yang sedari tadi di bonceng dengan Tara, kini dengan segera dia berbalik jadi menggongceng wanita itu, padahal motonya sudah tidak jalan, karna polisi lebih duluan menahan langkah mereka.
Dan beruntungnya Tara menyetujui itu sebgai rasa bersalah karna dia telah menabrak mobil Jerry.
pada hari ini, Jerry seharian minta Tara menemaniya untuk keliling kota.
Jerry langsung terkejut melihat sosok polisi ada didepanya.
"Waduh." Ucapnya panik
Polisi itu langsung berjalan mendekat kearah Jerry dan Tara langsung mengambil kunci motor mereka.
"Selamat siang Pak," ucap polisi itu.
"Siang Pak," jawab Jerry dan Tara canggung.
"Kalian berdua mau kemana tidak menggunakan helm?" Tanya polisi itu.
"Kita lagi memerankan adegan Dilan Pak, kan keren tuh gak pake helm sama spion." Jawab Jerry dengan santai.
__ADS_1
Plakkkk Tara langsung menoyor kepala Jerry kesal dengan jawaban yang diberikanya.
"Heh,saya sudah banyak tangkap Dilan gandungan, dan wajah kamu ini yang paling jelek. Kamu itu gak cocok kadi Dilan." Jawab polisi itu dengan wajah menegejek.
"Hahahahahahahha bener Pak, dia yang paling jelek." Sahut Tara tertawa tebahak-bahak dibelakng.
Jerry langsung menatap Tara yang sedang tertawa, dan langsung membuat suara tawa Tara perlahan mulai mengecil hingga akhirnya tidak ada suara tawa lagi.
"Iya pak, bapak yang paling tampan mirip Dilan deh." Balasnya dengan menatap penuh senyum pada polisi itu.
"Kamu itu masih muda, saya tidak masalah jika kamu mau menjadi Dilan, tapi alangkah lebih baiknya jika kamu mengambil hal-hal positif dari film itu, jangan ambil negatifnya." Ucap polisi itu memberikan pengertian panjang lebar.
"Terus gimana dong pak?" Tanya Jerry bingung.
Polisi muda itu berlalu pergi untuk mengambil sebuah helm.
Dan memakaikanya untuk Tara yang berada dibelakang Jerry.
"Kasian nona Cantik ini, kalo ada apa-apa dijalan bagaimana?" Ucap polisi muda itu.
"Itu sudah pak, mending saya pacaran sama bapak aja deh, lebih dipikirkan keselamataku." Seru Tara mengikuti langkah polisi muda itu berpura-pura meninggalkan Jerry.
Jerry berpikir jika Tara benar-benar meninggalkanya dengan sebuah motor yang bersamanya saat ini. Padahal Tara pergi untuk menngambil surat tilang dari polisi tadi.
Tanpa ada rasa bersalah sedikitpun, Jerry tanpa malunya membiarkan motor itu berada ditengah-tengah jalan.
Beeepppp..beeeppp suara klakson mobil dari belakang yang ingin leeat tapi berhenti karna ada penutup jalan yaitu Jerry yang tanpa memperdulikan mobil itu. Dan membuat orangnya langsung keluar mendatangi Jerry.
"Maaf mas, bisa tidak motor kamu dipindahkan ketempat lain?" Ucap Pria itu sopan.
"Kamu pernah membawa motor seperti ini gak ?" Tanya Jerry sombong mengatur rambutnya dan kaca matanya di spion.
"Tolong cepat gerakan motor kamu! Jangan mengahalangi jalan yang ada!" Pinta pria itu dengan tegas sekali lagi.
"Kamu pernah bawa motor seperti ini kah ?" Jawabnya lagi-lagi dengan menekan setiap kalimat pertanyaanya.
"Heh, kamu pikir kalo kamu bawa motor seperti ini kamu sudah boleh sombong ha? Bentak pria itu yang sedari tadi hilang kesabaran mengahadapi Jerry yang somplak.
"Huh, itulah saya bertanya sama kamu, kamu pernah tidak membawa motor seperti ini? Karna saya gak tau caranya nyalakan motor ini bagaimana ?" Balasnya dengan raut wajah mau menangis.
__ADS_1
To be continue