
Happy Reading !!
Marcell dan Kenan yang melihat Arnon mencekik leher Tenry dengan sangat kuat, langsung berusaha menghentikanya.,
"Ar.. sa .. kit." Ucapnya dengan nafas yang sudah tinggal sedikit lagi menghilang,
"Arnon lepasin dia! nanti dia bisa mati." Ucap Kenan yang berusaha menarik tangan Arnon dari leher Tenry.
Sedangkan Marcell langsung berlari keruanganya untuk mengambil stok obat penenang untuk mengendalikan Arnon,
Namun sebelum Marcell kembali, Alex dan Elena terlihat baru memasuki ruangan rawat anaknya, sontak mereka langsung terkejut melihat Arnon yang lagi-lagi mencoba untuk membunuh istrinya
"Arnon lepasin dia!" Bentak Alex yang juga ikut berusaha mengendalikan putranya, namun karna dia sedang berada dalam mode kesetanan, maka tenanganya menjadi super saat ini.
Elena yang juga ikut membantu Tenry lepad dari cengkraman putranya, dia berusaha sekuat tenaga menarik tangan Arnon dari istrinya, tapi disaat bersamaan Arnon mendorong tubuh Elena dengan salah satu tanganya hingga terbentur diujung meja brankas yang ada didalam ruanganya, dan twrlihat dari kepala Elena mengeluarkan darah dan membuatnya jatuh pingsan,
Arnon bahkan tidak perduli dengan keadaan Mamahnya, dia langsung mengalihkan pandanganya kearah atas meja brankas yang terdapat sebuah pisau,
__ADS_1
Dia langsung mendorong tubuh istrinya hingga terjatuh kelantai, namun meskipun sudah terlepas dari tangan Arnon, dia tetap tidak bisa melarikan diri, karna dia masih merasakan sesak akibat kekurangan oksigen serta kakinya yang sangat lemah saat ini tak mampu menopang tubuhnya untuk berjalan apalagi berlari.
Dia berusaha mengatur pernafasanya, tanpa dia sadari bahwa saat ini, suaminya tengah melangkah mengambil sesuatu yang sangat berharga untuk dirinya.
Sedangkan Alex tanpa memperdulikan apapun lagi, dia langsung membawa Elena keluar dari ruangan itu, untuk segera mendapatkan perawatan untuk lukanya.
Berbeda dengan Kenan, dia yang melihat arah tujuan dari sepupunya itu, langsung segera menelpon obat penenang paling mujarab.
"Ayo angkat ! Ayo angkat !" Lirihnya berharap agar panggilannya segera diangkat supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan." Aduh Marcell kenapa lama sekali ? Ayo dong angkat, emergency ini ." Lirinhnya lagi dengan kesal.
Sedangkan Arnon saat ini telah berhasil mendapatkan pisau itu, dia langsung melangkahkan kakinya kembali mendekati Tenry." Ampun Ar. Jangan lakukan ini ! Pleas," pintanya mengeluarkan air mata dengan berusaha menyeret tubuhnya yang lemah itu menjauh dari Arnon." Hiks..hiks Tuhan selamatkan aku ." Pintanya berdoa agar Tuhan menyelamatkan nyawanya kali ini.
"Cukup Arnon." Teriak seseorang yang saat ini sedang melihanya lepas kendali.
Orang itu adalah Stella, Kenan berhasil menghubunginya untuk mengendalikan kejiwaan Arnon yang saat ini sudah lepas kendali, dan disaat panggilanya sudah terhubung dia langsung mendekat kearah Arnon dan memasang mode speaker,
"Stella." Lirihnya pelan lalu melepaskan pisau itu dari gengamanya,
__ADS_1
"Jika kamu melakukan itu. Maka jangan harap aku akan kembali sama kamu lagi !" Ancamnya berhasil menenangkan Arnon.
"Kak Kenan, tolong tuntun dia ke tempat tidurnya! dia terlihat lelah sekarang, dan letakan ponsel ini di depan wajahnya!" Perintah Stella yang langsung dijalankan Kenan.
Dengan perlahan Kenan menuntun Arnon kembali ketempat tidurnya, tanpa ada perlawanan sama sekali dari pria yang baru saja habis mengamuk itu,
Setelah itu dia membantu Arnon kembali berbaring di tempat tidurnya, dan meletakan ponsel itu didepan wajah Arnon, namun masih berjarak agar matanya dia tidak rusak,
Setelah Stella melihat kekasihnya itu sudah nampak tenang dan berbaring menatapnya dibalik ponsel. Dia berusaha tersenyim menenangkan pria yang sedang tidak bisa mengatur emosinya sendiri. Dengan perlahan dia mulai menyanyikan sebuah lagu agar prianya itu tertidur tenang.
"Twinkle, twinkle, little star how I wonder what you are, Up above the world so high. Like a diamond in the skyTwinkle, twinkle little star how I wonder what you are. When the blazing sun is gone. When he nothing shines upon. Then you show your little light
Twinkle, twinkle, all the night, Twinkle, twinkle, little star how I wonder what you are." Suara merdunya berulang-ulang menyayikan lagu anak itu hingga kekasihnya benar-benar tertidur
Namun disaat belum sepenuhnya dia menutup mata, Alex datang bersamaan dengan Marcell yang membawa obat penenang untuk Arnon, dan betapa terkejutnya mereka disaat melihat Arnon yang telah mendapatkan obat penenangnya saat ini
Sedangkan Tenry yang melihat itu semua, langsung menguatkan dirinya berlari keluar menuju parkiran mobilnya, karna saat ini dia benar-benar butuh ketenagan untuk menerima semua ini,
__ADS_1
Jangan lupa jempolnya ya gengs 🙏🏻🙏🏻