
Happy Reading !!
Saat ini Stella, Alex dan juga Lucas telah sampai didepan ruangan kerja milik Stella di Rumah Sakit miliknya itu,
Dimana didalam ruangan itu ada Tenry yang sedang ditahan oleh beberapa anak buahnya agar dia tidak kabur,
Lucas langsung menatap kearah Stella, dia ingin memastikan apakah saat ini dia telah siap menghadapi wanita iblis itu,
Dan kode tatapan mata itu langsung dimengerti oleh Stella dan dia langsung menganggukan kepalanya singkag,
Cklekkk Lucas membuka pintu itu dan melihat Tenry sedang duduk dengan dikelilingi oleh anak buannya,
Dia langsung memberikan kode pada anak buahnya untuk keluar karena Stella ingin masuk kedalam.
"Siapa kamu?" Teriak Tenry yang takut oleh sorot tatapan mata seorang pisikopat seperti Lucas,
Sedangkan Lucas yang ditanya hanya diam tanpa menjawab apapun, dia hanya diam menatap Tenry dengan tatapan membunuh.
Dan terlihat Alex memasuki ruangan itu dan langsung berjalan mendekat kearah Tenry.
Plaaaakkkkk satu tamparan keras mendarat dipipi mulus milik Tenry,
"Papah kenapa nampar Tenry Pah?" Tanyanya dengan air mata buaya.
"Jangan panggil saya Papah, aku bukan Papah kamu ataupun mertua kamu lagi." Bentaknya penuh emosi.
__ADS_1
"Maksud Papah apa? Tenry tidak mengerti semua ini, apa kesalahan Tenry Pah?" Ucapnya berusaha mendapatkan jawaban dengan memegang tangan Alex,
Namun Alex langsung menepis tangan Tenry yang ingin menyentuhnya," Jangan pernah sekalipun kamu menyentuhku menggunakan tanganmu yang menjijikan ini." Ucapnya penuh penekanan.
Tenry langsung bingung dengan apa yang terjadi, dia merasa tidak melakukan kesalahan apapun, tapi kenapa Alex menamparnya hingga terpancar tatapan penuh kebencian darinya
Disaat dia tengah berpikir keras, Stella langsung memasuki ruangan kerja miliknya dengan aura kekejaman yang ada dalam dirinya, dia terlihat membawa sebuah surat yang isinya adalah dokumen gugatan cerai antara kekasihnya dan juga sahabatnya.
"Tanda tangan ini." Perintahnya tegas,
"Maksud kamu apa La? Ini surat apa ?" Tanyanya lembut,
Lucas yang tidak tahan dengan sandiwara wanita didepanya ini, langsung melangkah maju mendekat kearah Tenry,
"Aaarrrrgggghhhh." Teriak Tenry disaat Lucas melukai sedikit tangan Tenry dengan pisau kecil kesayanganya,
Seketika emosi Lucas semakin menjadi, dia langsung menjambak rambut Terny dengan sangat kuat, lalu memaksanya menunduk tepat di depan berkas yang diletakan oleh Stella tadi diatas meja,
"Tanda tangan ini!" Bentaknya dengan tegas .
Dia menatap pelan kearah Alex dan Stella untuk meminta bantuan,Karna dia takut pada Lucas saat ini,
Tapi sayang Alex dan Stella tidak ada rasa iba sedikitpun ingin membantu wanita iblisitu,
"Cepat!" Bentak Lucas lagi karna tidak ada melihat pergerakan dari Tenry.
__ADS_1
Dengan perlahan dia menggerakan tanganya untuk menandatangani surat gugatan cerai itu,
Setelah Tenry menandatangani surat itu,Stella langsung mengecek kembali. Dia tidak ingin ada kesalahan apapun kedepanya nanti. "Bagus. Ingat baik-baik ! Mulai hari kamu bukanlah istri dari Arnon putraku." Sahut Alex merasa puas dengan apa yang dilakukan Lucas kepada wanita iblis didepanya,
Beruntung saat ini Tenry bukanlah menantunya, jika semua kejahatan ini tidak diketahui olehnya, mungkin saat ini dia masih percaya dengan sandiwara Terny yang polos dan lugu itu.
"Ehm bisakah Papah meninggalkan ku dengan Lucas disini ? Tanya lembut pada Alex
"Tapi La, Papah -"
"Jangan Khawtir Pah, Stella hanya ingin memberi pelajaran kecil terhadapapnya saat ini." Jawbanya datar
"Baikalh La. Papah akan turun membawa surat perceraian ini." Jawabnya sambil menunjukan surat perceraian antara putranya dengan wanita iblis didepanya,
"Iya Pah" jawabnya singkat lalu melihat Alex yang sudah melangkahkan kakinya keluar,
Setelah memastikan bahwa Alex sudah benar-benar keluar, dia langsung mentapa kearah Lucas dan Terny,
Sedangkan Lucas yang mengerti akan kode itu langsung tersenyum dan mengerluarkan jelmaan iblis yang ada didirinya,
"Saatnya bermain sayang." Ucapnya Lucas memulai permainan yang sangat menyenangkan.
Visual Lucas Maurice
__ADS_1
jangan lupa jempolnya ya gengs 🙏🏻🙏🏻