Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 33


__ADS_3

Happy Reading !!


"Maafkan aku Stella,aku memang bodoh! Aku bodoh karna aku tidak bisa berbuat apapun pada saat ini, aku tau aku salah tapi katakan padaku! Harus bagaimana aku sekarang ? Kalian berdua sama-sama penting dan kucintai, kamu nyawaku tapi Mamah juga nafasku. Arghhhh." Ucapnya frustasi dengan keadaan yang menjadikanya bagai buah simalakama.


Disaat dia sedang menangis di depan pintu, Kenan dan Valen melihanya, mereka berencana untuk memanggil Arnon dan juga Stella. Namun malah mendapatkan Arnon yang tengah tertunduk menangis hal yang mereka tidak pernah liat selama hidup mereka.


"Sayang,itu Arnon lagi nangis kan?"tegur Valen kepada Kenan,


"Eh iya Sweetheart,ini pertama kalinya aku melihatnya menangis seumur aku jadi jadi kakak sepupunya," Sahut Kenan yang merasa aneh melihat Arnon dalam keadaan menyedihkan.


"Ayo samperin,pasti ada sesuatu hal yang buruk terjadi," Ajak Valen


"Ehm ayo Sweetheart." Balasnya lalu melangkahkan kakinya mendekati Arnon.


"Arnon kamu kenapa?" Tegur Kenan menepuk pelan pundak sepupunya,


Sontak Arnon langsung mengangkat kepalanya melihat Kenan dan Valen dengan wajah penuh air mata.


"Kamu kenapa nangis? Stella mana?" Tanyanya lagi.


"Kak tolongin aku Kak,Stella sudah tau semuanya. Stella sudah tau tentang pernikahaan ku kak, Kak tolong aku gak mau kehilangan Dia Kak. Pleas bantu aku." Pintanya memohon bantuan pada Kenan,


"Maksud kamu apa ? Pernikahaan siapa yang kamu maksud Arnon?" Tanya Valen dengan membentak,


"Maafkan aku Valen aku--"


Aaaarrrggghhhhh

__ADS_1


Terdengar suara teriakan Stella dari dalam.


Arnon,Kenan dan Valen yang mendengar itu langsung berlari masuk ke Dalam dengan cara mendobrak pintu kamar Hotel itu,


Di saat mereka berhasil masuk, betapa terkejutnya mereka terutama Arnon melihat tubuh Stella yang sudah berlumuran darah,


Stella mencoba memotong urat nadi yang berada di kedua pergelangan tanganya,


Frustasi,depresi,sakit hati,kecewa dan tidak tau harus berbuat apa saat ini, hatinya benar-benar remuk tak tersisa. Sehingga ketika dia melihat sebuah pisau buah yang sangat tajam dia langsung mengambilnya dan tanpa berpikir panjang dia nekad melakukan hal ini,


Karna di dalam pikiranya saat ini. Jika mati semua rasa sakit hati dan kecewanya akan hilang seketika.


"Ssssssteeelllaaaa." Teriak Arnon menggila ketika melihat wanita yang sangat di cintainya terduduk dengan berlumuran darah seperti itu,


"Stella sayang, aku mohon jangan begini hiks..hikss..hikss kamu mau marah sama aku, marah sama semuanya, marah sama dunia ini ha ? Kamu lebih baik pukul aku Stella atau sekalian saja bunuh aku! Tapi kamu jangan begini! Hiks..hikss..hikss." Ucap Arnon dengan memeluk erat tubuh Stella yang mulai melemah,


"Aku sayang sama kamu Stella, Pleas buka matamu sayang! " Mohonya dengan suara yang bergetar di mata Stella perlahan mulai tertutup,


"Ssssssstttteelllaaaaaaaa." Teriaknya lagi langsung menggendong tubuh Stella,


"Jantungnya melemah, ayo kita bawa sekarang ke Rumah Sakit!" Ucap Valen dengan mata yang juga mengeluarkan air matanya, tidak mampu melihat sahabatnya dalam keadaan menyedihkan seperti ini.


"Ayo cepat bawa ke mobil biar aku nyetir." Ujar Kenan tak kalah khawatir,


"Stella bertahanlah sayang aku mohon, Stella." Tangisnya menggila memanggil-manggil nama Stella,


Disaat mereka bertiga keluar dari kamar dan telah sampai di Lobby, ternyata Marcell,Angel,Jerry,Darren dan lainya telah menunggu terlebih dulu di Lobby bawah. Akan tetapi mereka tak mengetahui keadaan Stell.

__ADS_1


Dengan tergesah Arnon menggendong tubuh Stella dengan berlari kecil tanpa henti-hentinya memanggil nama wanita yang di cintainya.


Penampakan Arnon yang menggendong tubuh Stella yang terus mengeluarkan darah dari kedua pergelangan tanganya itu, meskipun sudah di ikat dan di berikan pertolongan pertama dari Valen, namun tetap saja darah itu deras keluar.


Kenan dan Valen yang juga ikut berlari di belakang Arnon tak luput dari pandangan seluruh pengunjung Hotel,


Bahkan semua pengunjung Hotel yang melihat keadaan Stella yang penuh dengan darah, berpikir bahwa telah terjadi pembunuhan di Hotel itu,


"Astaga,apakah telah terjadi pembunuhan disini?"


"Tega banget ya yang sudah bunuh gadis cantik itu."


"Kasihann sekali wanita itu. Semoga nyawanya terselamatkan,"


Dan masih banyak lagi desas-desus tanggapan-tanggapan pengunjung Hotel yang melihat Stella dengan belumuran darah,


"Nah itu bos geng udah datang." Seru Jerry yang melihat kedatangan Arnon.


Namun wajahnya berubah setelah melihat Keadaan Stella yang berada di gendongan Arnon dengan darah yang terus mengalir dari tangan Stella,


Marcell,Angel beserta yang lain menatap bingung ke arah Arnon dan juga Kenan,


Jangan lupa like,komen dan vote sebanyak-banyaknya ya, ikutin Give Away ya,


Terima Kasih !


Follow IG Mimin @Andirieta_rendra

__ADS_1


__ADS_2