
Happy Readingπ©πΌβπ»π
Setelah kedatangan Angel ke Mansion Lesham, untuk mengobati dan menjahit tangan Stella yang dia potong tadi, saat ini wanita yang tengah rapuh itu sedang duduk di pinggir kolam renang Mansion itu.
Dia menatap dengan kekosongan, dan dari matanya bisa terlihat sebuah tatapan benci pada dunia,
"Apakah kamu sudah menemukan pelakunya Van?" Tanya Alex yang berdiri bersama dengan Arvan, tak jauh dari Posisi Stella saat ini.
"Sudah Pah." Jawabnya memanggil Alex dengan sebutan Papah, karna dia adalah sahabat dari Andreas.
"Benarkah? Siapa pelakunya ? Mengapa kamu tidak memberitahu Papah?"pertanyaan berderet diberikan Pada Arvan.
"Pelakunya adalah wanita yang sangat tergila-gila dengan Arnon Pah," jawabnya tanpa mengalihkan tatapanyabdari Adiknya.
"Tenry." Sahutnya terkejut dengan jawaban Arvan.
Arvan langsung menarik nafasnya sedalam mungkin lalu menghembuskanya perlahan." Aku sendiri tidak habis pikir Pah, bagaimana caranya dia berpikir, hingga berani melakukan hal sebodoh ini," tandasnya menggelengkan kepalanya pusing.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang Van? Sungguh Papah tidak ikhlas menerima semuanya ini begitu saja." Seru Alex dengan penuh tatapan Amarah.
Arvan hanya melirik sekilas pada Alex, dan kembali fokus pada adiknya yang terduduk seperti patung." Papah tenang saja, Arvan tidak akan pernah membiarkan Siapapun bisa menyakiti Adik-adik Arvan, bahkan saat ini Arvan bersumpah bahwa aku akan memberikan kehidupan layaknya neraka bagi wanita seprtinya, akan aku tunjjukan siapa Arvan sebenarnya. Selama ini aku diam membiarkanya, bukan berarti aku bodoh. Aku sengaja melepaskanya karna aku pikir dia tidak akan berani melangkah hingga sejauh ini. Namun nyatanya Arvan salah, dia sudah terlampau batas. Dan ini sudah saatnya Dunia melihat bagimana kemarahan dari seorang Arvan Manopo." Ucapnya penuh dengan Amarah yang sangat besar.
"Baiklah, Papah percayakan semuanya sama kamu. Papah yakin, kamu tau bagaimana cara terbaik untuk menbalaskan dendam adik-adik kamu." Balasnya menepuk pelan pundak Arvan. Lalu berjalan meninggalkanya.
Setelah kepergin Alex, perlahan Arvan mulai melangkahkan kakinya mendekat kearah Stella.
"Mandikan aku kak." Ucapnya tiba-tiba mengetahui jika kakaknya saat ini berada dibelakang tubunya.
"Sheeea." Panggilnya pelan.
"Mandikan aku kak!" Perintahnya tegas, tanpa menoleh sedikitpun.
Arvan yang sama sekali tidak bisa membantah keinginan adiknya itu, langsung memanggil pelayan untuk menyiapkan beberapa barang-barang yang di inginkanya. Dia sangat tau jika adiknya saat ini minta di mandikan untuk membuang kesialan yang ada ditubuhnya.
"Sheea." Panggilnya sekali lagi dengan mata yang sudah berkaca-kaca siap meluncurkan buliran kristalnya.
Disaat barang-barang yang dia minta sudah siap, perlahan Arvan langsung menyiram tubuh adiknya dengan air yang sangat dingin.
Bahkan Arvan sendiri saja tidak sanggup menahan dinginya air itu. Namun lagi-lagi seperti mati rasa, Stella hanya meneteskan air matanya disaat kakaknya menyiram tubuhnya dengan air yang sangat dingin, tanpa merasakan dingin sama sekali.
__ADS_1
Dia benar-benar merasakan kekecewaan yang sangat mendalam saat ini, baginya kehilangan orang yang sangat dicintainya benar-benar sangat mengrikan dari pada kematian itu sendiri.
Dear My Love.
Bukannya kamu pernah berjanji kepadaku, akan selalu hadir disisiku..
menikmati keindahan Langit dikala senja, dan berbagi cerita dengan pelukan hangat dibawah sinar rembulan malam.
Tapi kenapa?
Kenapa sekarang aku hanya sendiri disini,
sendiri menikmati keindahan langit di saat senja menerpku..
sendiri disaat malam sunyi menghampiri, bahkan aku sudah tidak bisa merasakan pelukan hangat serta senyum indah di wajahmu itu lagi.
Bahkan Jejak langkah kini sudah tidak terdengar lagi, suara indahmu, suara tawamu kini perlahan-lahan mulai hilang.
Dear My Love
Andai kamu ada saat ini disampingku.
tentang bagaimana kejamnya Dunia mempermainkan kehidupakanku..
betapa teganya takdir ini mempermainkanku..
My husband Arnon.
Apakah saat ini kamu merindukanku? Walaupun sekarang kita sudah berbeda ruang dan waktu. Aku tetap memikirkanmu.
Seandainya aku bisa memutar waktu itu kembali, aku memilih untuk pergi lebih dulu, di bandingkan aku harus menderita karna kehilanganmu.
Bawalah cintaku ini bersamamu, biar aku yang menyimpan semua kenangan indah bersamamu..
Sampai nanti aku akan berada disana bersamamu..
Tidur lah dengan lelap, dalam kedamaian jiwa..
meskipun saat ini raga dan jiwamu tidak terlihat lagi, tapi percayalah jika cintaku ini abadi.
__ADS_1
π₯π₯π₯π₯π₯
Hilang semua janji
Semua mimpi-mimpi indah
Hancur hati ini melihat semua ini
Lenyap telah lenyap
Kebahagiaan dihati
Ku hanya bisa menagisi semua ini
Hancur hati ini
Melihat kau telah pergi
Langit menjadi gelap berkelabu
Menyelimuti hatiku
Mengubah seluruh hidupku
Mengapa semua jadi begini
Perpisahan yang terjadi
Diantara kiat berdua
Ku akan menanti
Sebuah keajaiban
Yang membuat kita
Bisa bersama kembali
Jangan lupa tisuuenya yah πππ
__ADS_1
To be continue