
Happy Reading !!
Keesokan harinya ...
Tenry kembali kerumah sakit untuk merawat dan menjaga suaminya yang sedang sakit saat ini, kali ini luka-luka yang berada ditubuhnya perlahan sudah berangsur-angsur pulih, sudah tidak sesakit kemaren.
disaat dia memasuki ruangan itu, dia melihat suaminya tengah tertidur pulas saat ini. Dengan memberanikan diri dia mendekat untuk menatap wajah pria yang sangat dicintainya itu.
"Kamu miliku Arnon, hanya akulah masa depanmu bukan Stella atau yang lainya." Lirihnya pelan dengan senyuman lalu dia mengelus wajah pria yang sedang tertidur itu, dan mencoba untuk mencium bibir Arnon yang tidak tertutupi oksigen saat ini.
Namun nasib lagi-lagi tidak berpihak kepadanya. Seperti kata pepatah jangan pernah kamu membangunkan singa yang sedang tertidur, itulah kalimat yang sangat cocok untuknya sekarang.
Dia benar-benar mencari mati dengan membangunkan singa yang sedang beristirahat.
Arnon terbangun dari tidurnya disaat merasakan ada yang menyentuh wajahnya dan dia sangat marah ketika melihat wajah Tenry yang sangat dekat dengan wajahnya dan dia sangat tau jelas apa yang wanita sampah ini ingin lakukan kepadanya.
Dia langsung menjambak dengan sangat keras rambut Tenry, sangking kerasnya membuat kepalanya tertarik kebelakang dan seakan-akan ingin mencabut semua rambut itu hingga ke akar-akarnya." Apa yang kamu pikirkan ha ? Kamu mau mencoba mengotori bibirku ini ha ?" Pekiknya dengan wajah yang sangat menyeramkan.
"Aarggghhh maafkan aku Arnon, aku janji tidak akan mengulanginya lagi." Ucapnya menahan sakit di sekujur kepalanya hingga setubuhnya.
__ADS_1
"Bukankah aku sudah pernah bilang berkali-kali denganmu, jika jangan pernah menyentuh tubuhku! Atau jangan-jangan kamu lupa bagaimana rasa sakit yang pernah aku buat kemaren," bentaknya didepan telinga Tenry, membuatnya jadi berdengung dengan sangat keras didalamnya.
Karna emosi yang telalu melewati batasnya, membuatnya merasakan sakit didadanya serta nafasnya yang sesak, dia langsung melepaskan rambut Tenry. Lalu dia mencoba duduk kembali disisi ranjang rumah sakit dan mencoba meraih oksigen didekatnya untuk mengatur nafasnya dan menetralisirkan sakitnya. Tak lupa dia menekan tombol darurat untuk memanggil Marcell,
Lagi-lagi Tenry mencoba mendekati Arnon berusaha memberikan perhatianya disaat ini." Apa kamu baik-baik saja Ar, atau kamu membutuhkan sesuatu ?"tanyanya sok perhatian.
Arnon langsung mendorong tubuh Tenry hingga tertuduk di lantai saat ini.
"Sudah aku bilang ingat batasan kamu!"
Tidak lama kemudian, Dokter tampan itu akhirnya memasuki ruangan Arnon dengan membawa dua stafnya.
Marcell langsung tersenyum sinis mendengar penuturan pasien khususnya."tentu saja aku mengingatnya, mereka datang bukan untuk menyentuhmu. Mereka datang untuk membantukun mencatat riwayatmu." Jawabnya santai sambil melangkahkan kakinya mendekati Arnon yang terlihat sedang menahan sakit.
Dan disaat Marcell mendekat kearah pasiennya itu, dia melihat sosok wanita yang tengah tertunduk mahanan sakit akibat didorong dan dijambak oleh suaminya tadi." Kenapa dia duduk disitu?" Tanya Marcell melirik sinis kearah Tenry.
"Bukankah sampah tempatnya memang dibawah." Sahut Arnon sinis tanpa dosa
Tenry yang mendengar jawaban dari suaminya langsung tersenyum getir." Sekarang kamu boleh menganggap aku sampah sayang, tapi akan aku buat kamu bertekuk lutut kepadaku." Gumanya penuh keyakian diri.
__ADS_1
"Marcell. Beri tau Jerry untuk melettakaan beberapa pengawal untuk didepan ruangan ku ini, jangan izinkan siapapun masuk kedalam ruangan ku ini termasuk dia." Ucapnya metap tajam pada tenry.
"Baiklah Arnon, akan aku lakukan nanti. Sekarang kamu istirahat dulu karna jantungmu ini semakin hari semakin mengkhawatirkan.
"Hem." Jawabnya singkat
Arnon langsung berbaring membelakangi Marcell.
"Aku tidak ingin memakai alat oksign itu lagu ! Karna aku tetap tidak akan pernah bisa bernafas tanpa Stella." Ucapnya disaat Marcell ingin memasngkan kembali oksigennya,
Marcell langsung menggelengkan kepalanya singkat melihat kelakuan Arnon yang bucin akut saat ini." Baiklah aku akan pergi, nanti aku akan menghubungi Jerry untuk menempatkan beberapa pengawal disini ." Pamitnya pada pasien bucinya,
"Hem, jangan lupa bawa sekalian sampah itu keluat dari ruangan ini ! Aku ingin sendiri saat ini." Perintahnya kangsung dijalankan oleh Marcell .
"Ayo Ten." Ucapnya menegur Tenry menyuruhnya ikut keluar dan di jawab anggukan kepala oleh wanita itu dan berjalan mengikuti langkahnya ,
Dan disaat mereka sampai diluar pintu, mata mereka langsung membulat sempurna melihat kehadiran seseorang yang disebut." PAWANG SINGA."
jangan lupa goyangkan jempolnya ua gengs 😘😘
__ADS_1