Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 78


__ADS_3

Happy Reading !!


"Aaarrrggghhh." Rintihaan Arnon merasakan sakit pada jantungnya.


"Dear Dear are you okay ?" Tanya Stella panik.


Arnon menjawab dengan anggukan kepalanya, dengan sigap Stella langsung mengelus dada Arnon, dan membantunya untuk mengatur nafasnya menggunakan oksigen.


"Kamu yakin?" Tanyanya ragu,


"Iya sayang aku baik-baik aja koq." Jawab Arnon lemah,


"Lanjutkan!" Perintahnha kepada semua orang yang berada disitu, untuk membongkar semua kejahatan Tenry,


"Selama ini dia berpura-pura baik hingga mengatur sandiwaranya yang terkesan menerima semua siksaan dari Arnon, agar dia terlihat sebagai wanita sempurna yang memiliki hati seperti malaikat, agar Arnon bisa jatuh cinta pada sifat kelembutan dan kesabaranya. Padahal dia adalah iblis yang sangat jahat." Tutur Marcell yang muak melihat wajah sok polos dari Tenry,


"Bagaimana kalian semua bisa tau tentang semua ini ?" Tanya Stella penasaraan,


"Itu semua berawal dari foto yang dikirimkan Arnon kepadaku." Jawab Lucas dengan aura dingin,


"Foto apa ?"


"Foto disaat Lucas memeluk mu sayang." Sahut Arnon yang mengingat kejadian itu,


Flashback on


Saat ini Stella sedang mengamuk di kantor Lesham grup milik kekasihnya Arnon, dia marah karna Arnon lagi-lagi melanggar janji untuk menemaninya pergi.


"Kalo mau putus, ya putuslah. Ambil semua barang-barangmu ! Aku tidak membutuhkanya biar satupun." Pekiknya kesal karna Arnon selalu saja sibuk sama pekerjaanya.


"Maaf sayang, jangan tinggalkan aku lah, apa yang harus aku lakukan agar kamu tidak pergi dari aku.? Tanya Arnon dengan wajah yang berpura-pura sedih, karna dia ingin menggoda Stella.


"Saya akan kasih kamu satu pertanyaan, jika kamu menjawab dengan benar, aku tidak akan pergi." Tantangnya dengan sinis.


"Apa itu ?" Tanya Arnon penasaran.


Stella langsung melangkahkan kakinya mendekat kearah jendela diruangan itu,


"Langit itu bewarna apa ?" Tanya Stella dengan menunjuk kearah langit,


"Merah." Jawab Arnon asal dengan menahan senyumnya.


Seketika emosi Stella semakin memuncak dan langsung pergi dari ruangan kerja Arnon,

__ADS_1


"Aduh,salah lagi. Niat kan tadi mau bercanda malah jadi begini, panjang urasanya." Desahnya pusing dengan kelakuan dari Stella.


Dan diapun langsung berlari mengejar Kekasihnya yang sedang kesal saat ini, dengan cepat dia berlari langsung menggapai tangan Stella." Jangan marah lagi sayang, maafkan aku. Habis itu kita jalan ya." Bujuknya agar wanita itu tidak marah-marah lagi.


Mereka tidak menyadari bahwa saat ini pertengkaran konyol mereka berdua sedang diperhatikan oleh karyawan dilantai itu,


"Lepaskan tanganku!" Perintahnya penuh emosi.


"Jangan pergi sayang." Arnon berusaha membujuk Stella yang sedang marah." Apa yang kamu suka dari aku?Nanti aku akan berubah? Supaya kamu tidak suka dengan aku lagi." Ucapnya kesal.


"Saya suka karna kamu cerewetlah sayang." Jawab Arnon dengan senyuman.


Semua karyawan yang melihat pertengakaran bosnya yang bucin itu ingin sekali rasanya mereka tertawa, namun pada saat ini tertawa sedang dilarang


Mendengar jawaban dari Arnon, dia langsung menaikan level emosinya menjadi 80%." Kalo begitu cari satu perempuan yang lebih cerewet daripada saya punya." Bentaknya kesal.


"Gak ada lagi sayang perempuan lebih cerewet dari pada kamu." Jawabnya sedih.


Stella langsung menaikan mode emosinya menjadi 100%, dia langsung memukul Arnon dengan menggunakan tasnya lalu pergi meninggalkan Arnon dengan wajah kesalnya,


Sedangkan Arnon yang melihat kepergian Stella dengan kesal, langsung mencari keberadaan asisten pribadinya."Jerry." Panggilnya pada Asistenya dengan berteriak,


Jerry yang merasa dipanggil saat suasana seperti ini hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar." Saya bos." Jawabnya pasrah.


"Tak bisa bos." Jawabnya menolak,


"Kenapa tidak bisa?" Tanyanya membentak.


"Bos saya ini Jerry bukan Rahwonorojo yang bisa membuat 1000 candi dalam waktu semalam,


"Ya sudah ganti saja nama kamu menjadi Jerryrojo." Jawabnya dengan kesal,


"Tidak bisa bos, nama saya tetap Jerry Morse, lagian bos, kita sudah membuat sebanyak 15 taman bunga dikota ini, yang hanya kalian pakai 30menit habis itu kalian diamnkan saja sebagai pusat foto masyarakat. Cari tanah luas dikota padat seperti ini dalam satu hari mau cari dimana bos? Atau bos mau kantor ini saya gusur terus saya buat taman bunga disini ? Biar sekalin seluruh kota ini penuh dengan bunga permintaan maaf, lagian masa setiap marah harus bikin taman bunga si bos ." Jawab Jerry dengan nada yang galak.


Arnon terdiam menimbang-nimbang perkataan dari Jerry." Lalu bagaimana?" Tanyanya bingung


"Saya akan mengirim 500 mobil pickup untuk mengantarkan semua bunga mawar itu bos." Idenya mengganti daripada disuruh bikin taman bunga dalam waktu sehari.


"Ide bagus. Kerjakan sana! Aku tidak ingin kesayangan ku marah terlalu lama."


Jerry langsung menghembuskan nafasnya kasar, lelah dengan permintaan- permintaan bosnya yang terkesan sangat konyol."baik bos." Jawabnya lalu melangkah pergi.


"Oh ya, jangan lupa -"

__ADS_1


"Kartu ucap disetiap bucketnya dengan tulisan maaf." Jawabnya memotong perkataan Arnon.


"Hem pergilah." Serunya mengusir Jerry.


Drtt..drtt.drrtt sebuah pesan masuk kedalam ponsel milik Arnon, dan betapa terkejutnya dia mendapatkan sebuah pesan yang mengirimkan foto Stella yang sedang berpelukan dengan Pria lain,namun sayangnya difoto itu tidak bisa melihat jelas siapa pria yang sedang bersama dengan kekasihnya.


"Shitttt, siapa dia Stella? Berani sekali kamu bermain dibelakangku." Lirihnya memancarkan kemarahan


Tak lama kemudian masuklah panggilan telpon dari Jerry kedalam ponselnya." Hem katakan." Ucapnya pada Jerry yang berada diseberang sana."


"Bos bunga-bunganya sudah saya letakan di apartemen Valen bos, sebab saat ini, bos geng sedang berada di aparteman Valen bos, dan terlihat mereka tengah bersama laki-laki berprwakan Italia bos." Ucap Jerry, melaporkan setiap keadaan apa yang dilihatnya.


"Seorang laki-laki,Valen,italia." Ucapnya berpikir.


Dan dia teringat akan seseorang dan langsung menelponya,


"Hallo." Ucapnya disaat panggilan itu telah tersambung.


"Hem, sudah samapai semuanya." Jawabnya ketus


"Lain kali kalo mau kirim bunga jangan kesini ! Hanya bikin kotor saja." Tambahnya lagi dengan penekanan disetiap kalimatnya.


"Lucas bisakah kamu melihat foto yang aku kirimkan terlebih dahulu!" Pinta Arnon,


Lucas langsung melihat pesan masuk dan beberapa gambar dirinya yang sedang memeluk Stella tadi disaat mereka tengah berada di lobby Apartemen,


"Apakah laki-laki itu adalah kamu?" Tanya Arnon dengan suara membentak.


"Ya." Jawab Lucas singkat dan datar.


"Kenapa kamu memeluk kesayanganku?"


"Karna dia telah ku anggap seperti adiku sama dengan Valen," jawabnya datar


Arnon yang kesal langsung mematikan panggilan itu. Ada rasa tidak terima dihatinya melihat kesayanganya itu dipeluk oleh pria selain dirinya dan Arvan, namun disisi lain ada sedikit kelegaan dihatinya, karna laki-laki difoto itu ternyata bukan selingkuhan Stella dan itu berarti Kesayanganya itu masih menjaga kepercayaan dihatinya,


"Tapi siapa pengirim pesan ini?" Lirihnya bingung


Flashback off


Jangan lupa jempolnya di mainkan ya πŸ˜˜πŸ™πŸ»


Mampir kekarya baru ku yuk☺️ kisah nyata ya, kisahnya seru dan tak kalah menarik 😘😘 so happy Reading !!

__ADS_1



__ADS_2