Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 96


__ADS_3

Happy Reading 👩🏼‍💻📖


"Siapa wanita ini ?" Tanya Stella setelah melihat CCTV didalam ruanganya yang memperlihatkan kakaknya sedang membawa wanita yang tidak sadarkan diri.


Tok..tok..tok suara ketukan pintu terdengar memecahkan pikiranya.


"Masuk." Sahutnya mempersilahkan tamu itu masuk.


"Selamat siang Dokter Stella, tadi saya diberi tahu jika anda memanggil saya," ucap Dokter Putri,


"Iya, saya memang memanggil kamu karna saya ingin bertanya, siapa wanita yang dibawa oleh kakak saya yang baru saja kamu rawat di ruangan VVIP?" Tanyanya pada Dokter Putri.


"Maaf Dok, tapi saya juga tidak mengetahui siapa wanita itu, karna kami tidak menemukan identitas apapun yang menunjukan jati dirinya, dan jika tidak salah, wanita itu tadi ditemukan oleh Lord Arvan di bahu jalan sedang tergeletak, dan dari yang saya lihat tadi, sepertinya dia habis menerima kekerasan dari seseorang terlihat dari kedua pipinya yang memar seperti habis ditampar." Jawab Dokter Putri menjelaskan apa yang dia ketahui.


"Oh bgtuh, baiklah terima kasih atas informasinya, kamu boleh pergi sekarang!" Balasnya dengan ramah,


"Baik Dok, saya permisi dulu." Pamit Dokter Putri dengan sopan.


"Hem, silahkan." Balasnya Ramah.


Setelah kepergin Dokter Putri, Stella masih terlihat memperhatikan CCTV dan memperhatikan setiap gerak gerik kakaknya, dan dia melihat dan mendengar percakapan kakaknya dan wanita itu dengan jelas, karna CCTV yang diletak diseluruh Rumah Sakit miliknya sudah di rancang secanggih mungkin olehnya agar bisa merekam gambar dan suara dengan jelas.


Sangking penasaranya Stella iseng mendengar seluruh percakapan kakaknya dengan wanita asing itu, dan dia mengakak tertawa karna Kakanya yang tidak bisa menggunakan bahasa indonesia dan wanita itu yang tidak bisa berbahasa inggris.


"Whats your name ?" Tanya Arvan yang terdengar dicctv.


"Alana jovanka." Jawab wanita itu mengerti dengan pertanyaan yang paling mudah dijawab.


"Where you stay ? Let my assistant driver you ( dimana kamu tinggal? Biar asisten ku mengatarmu." Tanya Arvan lagi.


"Aku gak ngerti kamu ngomong bahasa apa." Jawab wanita itu dan terlihat dia mengerucutkan bibirnya kesal.


Dan Stella melihat Arvan langsung memainkan ponselnya.


Drtt..drttt. Ponsel Stella berdering panggilan masuk dari kakaknya.

__ADS_1


"Aduh sepertinya dia sudah bingung cara berbicara pada wanita itu." Jawbanya mendesah malas meladeni kakaknya.


"Stella, vieni qui (Stella kemarilah)!" Pintanya tegas.


"Nahkan benar hadohh." Gumanya dalam hati kesal."Aspetta un attimo (tunggu sebentar)" jawabnya malas dan langsung mematikan panggilan ponselnya.


Drttt,..drrtt ponselnya berdering kembali .


"Pazienza, aspetta un attimo( sanar, tunggu sebentar)" ucapnya tanpa melihat siapa yang menelponya.


"Pazienza cosa? Chi prometti?" (Sabar apa ? Kamu janjian sama siapa?" Bentak Arnon tegas mendengar istrinya membuat janji tanpa izin terlebih dahulu padanya.


Stella replek menjauhkan ponselnya dari telinganya dan melihat nama panggilan di ponselnya." Aduh mampus kan." Lirihnya menepuk keningnya pelan.


"Siapa Stella? Jawab gak ! Atau kamu mau aku-"


"Apasih kamu itu? ini tuh kak Arvan yang meminta ku datang keruangan VVIP, dia tadi menemukan seorang wanita dijalanan dan dibawa kesni," jawabnya kesal, karna suaminya itu selalu saja berlebihan jika menyangkut soal dirinya.


Arnon langsung diam dan mengecek CCTV Rumah Sakit yang juga terhubung dengan laptopnya. Dan dia melihat apa yang dikatakan oleh istrinya memang benar apa adanya.


"Maaf." Jawabnya merasa bersalah.


"Its okay darling, udah gak heran aku sama sifatmu kok." Jawabnya denganlembut.


"Tapi siapa wanita itu sayang? Dan bagaimana bisa Kak Arvan membawa seorang wanita asing seperti itu, tadi Lucas memberitahuku semuanya sayang, dia juga tidak habis pikir bagaimana bisa Kak Arvan dengan begitu lancangnya merawat seorang wanita tanpa identitas sama sekali." Ucapnya pada istrinya.


"Entahlah Dear, ini aku baru mau kesana, ya udah ya nanti aku kabarin lagi, aku gak mau kak Arvan ntar ngomel karna aku kelamaan." Ucapnya pada suaminya yang jika tidak akan pernah mematikan panggilanya jika tidak dipaksa.


"Baiklah,ingat jam makan siang ke kantor." Ucapnya mengingatkan istrinya.


"Iya baik bos. Bye-bye mmmmuuuaaaccchh." Balasnya Kiss bye.


Arnon langsung tersenyum mendapatkan ciuman jauh dari istrinya dan segera mematikan ponselnya untuk segera menyelesaikan pekerjaanya agar selesai sebelum jam makan siang.


Skippp part Stella,Alana dan Arvan kalian bisa membaca di karya sebelah hasil buah tangan dari Author Riska Almayhra Merried With Mr Milliouner.

__ADS_1


Dan karya kami telah melakukan kolaborasi Cerita sudah melakukan kesepakatan berdua dan sudah memiliki perjanjian yang mutlak.


Dengan di jemput oleh Lucas,saat ini Stella sudah berada di kantor Cyberaya untuk mengajak suaminya makan siang.


Stella berjalan dengan wajah dengan senyuman manisnya. Tak lupa aura kecantikan dan keanggunan khas wanita bangsawan menjadikan dia sosok yang sempurna.


Sebagian yang melihatnya ada yang mengenali dan sebagianya tidak.


"Wahh itukan Dokter Stella kekasih Ceo kita yang baru, cantik banget ya aslinya, aku ngefans banget sama dia." Seru karyawan wanita yang merupakan fans dari Stella.


"Emangnya dia artis kamu sampai mengidolakan dia." Jawab temnaya ketus.


"Dia bukan Artis, tapi dia dan pak Arnon itu masuk dalam posisi couple teromantis di Dunia tau gak." Sahut karyawan yang lain.


Tanpa mereka sadari jika ada yang mendengarkan mereka dari jauh." Cikhh baru kekasih, aku yakin bisa merbut pak Arnon, liat body saja masih bagus aku, gunung ku juga kaya Jupe, pastilah pak Arnon lebih memilih ku dari pada wanita itu, liat saja aku akan merebut pak Arnon darinya." Ucao seketaris Yuli yang tak sengaja lewat dan mendengar percakapan beberapa karyawan yang memuji kekasih dari Ceo mereka, karna mereka tidak tau jika Arnon dan Stella sudah menikah.


Stella terus berjalan tanpa memeperdulikan tanggapan-tanggapan yang mengarah kepadanya dan Arnon.


Hingga dia sampai didepan meja skerraris Yuli, dan tanpa melirik sama sekali dia mengabaikan wanita itu. Namun Yuli tidak terima, dia langsung menahan langkah Stella." Maaf nona, jika anda tidak mempunyai janji. Anda tidak boleh masuk kedalam ruang atasan kami, karna atasan kami tadi mengatakan jika dia tidak ingin di gangu oleh siapapun saat ini." Ucap Yuli dengan sinis.


Stella hanya menatap tajam kearah wanita yang menghalangi langkahnya untuk bertemu suaminya.


Tanpa menjawab satu kalimatpun dia langsung menelpon suaminya."keluar sekarang!" Ucapnya tegas dan menatap Yuli dengan tatapan membunuh.


Ckleeekkkk pintu ruangan Arnon terbuka dan menampilkan sosoknya yang tampan,


"Sayang, kamu ngapain disini ? Kenapa gak lngsung masuk ?" Tanya Arnon pada istrinya yang sedang memasang wajah mode marah.


"Apakah kamu tidak ingin ku gangu?" Tanyanya pada suaminya dan menatap tajam kearah seketaris Yuli.


"Maksudnya apa?" Tanya Arnon bingung.


"Urus seketarismu ini!" Ucapnya tegas lalu melangkah masuk kedalam ruangan Arnon,


"Apa yang sudah kamu lakukan pada istriku !" Bentaknya pada Yuli yang saat ini tengah menundukan kepalanya.

__ADS_1


*To be continue **😘*


__ADS_2