
Happy Reading 📖📖
"Tuhan berikan aku kekasih, yang terbaik untuk hidupku yang bisa, menerima ku apa adanya. Hiks .. hiks Tunjukan aku kisah cinta yang lama terpendam, jadi sebuah anugerah, anugerah terindah dalam hidupkuuuuuuuuu." Teriak Jerry dengan menyanyikan sebuah lagu untuk menghancurkan suasana romantis yang sangat-sangat membuat sesak didadanya, dengan suaranya yang sangat fals,
Plaakkk Darren langsung menoyor kepala Jerry karna merasa pusing mendengar suara Jerry yang kaya baskom pecah,
"Apaan sih, sakit goblog." Jawabnya ketus.
"Berisik bodoh." Jawab Darren
"Aku kan lagi menggambarkan suasana hatiku yang jomblo ini gila." Jawabnya ketus.
"Mau loe gue sleding?" Seru Darren.
"Apaan sih Loe sirik aja." Ucapnya lalu mengalihkan pandanganya kearah lain yang menatap sebuah danau yang letaknya tak jauh dari tempat pemeberkatan itu.
Jerry seketika langsung bengong manatap terpanah melihat sosok bidadari didepanya, dia terlihat mengedip-ngedipkan matanya, meyakinkan bahwa penglihatanya tidak salah.
"Bidadariku." Lirihnya pelan, namun masih didengar oleh orang-orang sekitaranya, dan karna merasa aneh, mereka melihat dan mengikuti arah pandangan mata dari Jerry.
"Samperin sana! Malah bengong disini." Ujar Marcell yang melihat sosok wanita yang sedang dipandang oleh sahabatnya itu.
"Eh tapi kita mau melakukan lempar bunga dulu.kalian taukan suami aku harus banyak istirahat saat ini." Tandas Stella menatap teman-temanya.
"Yaelah suami nih udah." Goda Citra pacar Darren.
"Iyalah beb, kan udah resmi sekarang," sahut Angel.
"Apaan sih kalian ini, kemarenkan sama aja walaupun belum resmi." Sahut Stella.
__ADS_1
"Loe kapan lamar Citra Ren? Kelamaan, ntar gue tikung loe baru tau rasa," jawab Jerry santai.
"Eleh sok-sokan mau nikung, emangnya citra mau sama loe hah." Jawab Darren ketus.
"Sudah-sudah ayo kita mulai acara lempar bunganya, agar acaranya cepat selesai dan Arnon bisa cepat-cepat istirahat." Ucap Alex menghentikan semua perdebatan yang ada.
"Ya sudah ayo." Jawab Angel singkat mengatur pormasi
Dan terlihat Jerry, Angel,Citra, Valen dan beberapa tamu undangan wanita mulai berkumpul menunggu bunga itu,
"Eh Jer, ngapain loe disitu?" Tanya Kenan yang bingung melihat Jerry yang satu-satunya lelaki disitu. Sedangkan yang lain lebih memelih menepi melihat para wanita yang tengah antusias merebutkan bunga yang konon katanya bunga tersebut melambangkan kesuburan dan keindahan. Bagi para lajang yang mendapatkan lemparan bunga diharapkan akan segera menyusul pengantin untuk segera menikah dan hidup dengan bahagia.
Jadi tak heran mereka selalu ingin mendapatkan bunga keramat itu.
"Apaan sih loe sirik aja, gue itu mau dapatin biar habis ini gue itu gak jomblo lagi." Jawabnya santai.
Jerry yang mendengar ejekan teman-temanya itu hanya menjawab dengan menjulurkan lidahnya sambil pura-pura mematahkan lehernya mengejek pearah para lelaki yang sedang menunggu wanitanya.
"Wah ngelunjak, minta di timpuk nih anak." Jawab Darren gak terima. Langsung maju ingin menoyor kepala Jerry, namun Marcell langsung memiting kepala Darren." Bisa diam gak sih loe, brisik tau gak." Bentaknya ketus sambil memiting kepala Darren di tengah-tengah keteknya,
Jerry yang melihat itu langsung mengarahkan bokongnya kearah Darren, lalu memukul bokongnya sendiri pelan dan menampilkan wajah konyolnya.
Plaakkk, Citra menoyor kepala Jerry menggunakan tas yang dipakainya," aduh ****** sakit gila. Loe ya main timpuk aja kepala orang, ntar gue amnesia loh gue tuntut."
"Sssttttttttt." Citra menunjukan jarinya didepan mulut Jerry menyuruhnya diam.
"Brisik liat kedepan!"
"Arnon dan Stella tengah bersiap-siap melempar bunga itu."satuu... dua.. tiggaaa." Semuanya berteriak berhitung.
__ADS_1
Dan disaat bunga itu sudah dilempar oleh pasangan pengatin baru itu. Semua yang berada di bawah saling berebutan bunga itu.
"Dappaat..dapat." Teriak Jerry lalu langsung berusaha keluar dari kerumunan para wanita bar-bar dengan rambbut yang sudah acak-acakan akibat di jambak sana sini dengan raungan para singa betina.
"Eleh iya dapat, ambil sana! makan sekalian!" Sahut Valen yang tidak terima jika bunga itu didapat oleh bujang lapuk.
"Sabar Sweetheart. Nanti aku belikan setoko-tokonya." Seru Kenan memijit-mijit pundak Valen agar emosinya mereda,
"Sabar-sabar pala loe peyang." Ucapnya benar-benar kesal saat ini bagaikan ingin memakan orang mentah-mentah.
Namun Jerry seperti tidak memperdulikanya sama sekali, dia langsung mengedarkan pandanganya mencari sosok wanita yang tadi dilihatnya duduk dipinggir danau didekat sana." Kemana bidadari itu tadi?" Tanyanya merasa kehilangan sosok wanita cantik yang baru saja ingin didekatinya.
"Wah sepertinya wanita tadi saja enggan untuk bertemu dengamu." Ucap Angel yang selalu suka membuat Jerry kesal.
"Macam mana dia tau saya mau bertemu denganya?" Tanya Jerry polos tidak sadar jika saat ini Angel hanya meledeknya.
"Yaiyalah, pasti tadi dia rasa kaya ada malaikat baik bisikan sesuatu padanya." Cepat pergi ! Cepat pergi ! Sebelum Jones mendekatimu." Ucap Citra dengan suara yang dibuat seperti Nenek Lampir.
"Ini nih otak kalo kebanyak Micin, jadi gesrek kan." Balas Jerry.
"Woy sembarangan cewek gue loe katain." Sahut Darren sinis.
"Apaan loe liatin gue kaya gitu, naksir loe sama gue ? Mau loe gue cium,?" Jawab Jerry santai dengan ciri khasnya, maka tak heran jika dia dijulukin sekertaris gesrek.
Visual babang Jerry yang sedang menatap sinis jika dipandang aneh."Apa."
Jangan lupa Like,komen dan Votenya ya gengs 🙏🏻🙏🏻
__ADS_1