Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 113


__ADS_3

Happy Reading πŸ‘©πŸΌβ€πŸ’»πŸ“–


Disebuah Markas Cyberaya terlihat seorang pria saat ini tengah duduk diatas kursi roda, menangis menatap kearah luar pemandangan.


"Maafkan aku sayang, maafkan aku yang belum bisa kembali kepada kalian saat ini.hikss..hikss aku merindukanmu Stella, aku merindukan anak-anak kita, aku ingin sekali memeluk mereka, aku ingin mendekap dan memperkenalkan diri kepada mereka jika aku ayahnya Arnon masih hidup. Hikss.hikss." Tangisnya memukul-mukul kakinya yang tidak bisa berjalan saat ini.


Selama lima tahun tujuh bulan kepergianya, dia benar-benar merasakan kesulitan. Bahkan dia mengalami koma selama Tiga tahun lamanya pasca operasi transplatasi jantung yang dilakukanya, atas kendali Kakak iparnya yaitu Arvan.


Dan selama tiga tahun komanya,Arvan tidak ada henti-hentinya berusaha untuk membuatnya medapatkan kehidupan dan jiwanya kembali. Dan berpuluh-puluh Dokter yang di bayarnya untuk membangunkan Arnon dari komanya.


Dia benar-benar berusaha karna dia sangat tau jika hanya Arnonlah yang bisa mengembalikan jiwa adiknya yang telah hilang terbang entah kemana, hanya Arnonlah yang bisa mengembalikan tatapan matanya yang teduh dan penuh kehangatan seperti dulu. Hanya Arnonlah yang bisa mengembalikan keceriaan dan tawa adiknya seperti lima tahun lalu.

__ADS_1


Akan tetapi sekuat apapun dia berusaha, sekaya apapun dia, setinggi apapun kekuasaanya, sebanyak apapun hartanya berlimpah ruah, namun ada satu kenyaataan yang tidak bisa dia gapai. Arvan hanyalah manusia biasa, dia bukan Tuhan yang mampu mentukan Takdir manusia, dia bukan Tuhan yang mampu mencabut ataupun mengembalikan nyawa seseorang.


Mungkin dia memang mampu membuat Robot berbentuk manusia, bahkan keseluruhanya persis manusia, bahkan jika dia mau dia bisa mengendalikan seluruh Dunia, namun satu yang di ingat dia bukan Tuhan yang mampu menciptakan sebuah Nyawa.


Sehingga dia hanya mampu membayar puluhan Dokter dan menciptakan banyak alat tekhnologi canggih untuk menyembuhkan adik iparnya.


Dan selama tiga tahun lamanya dia berusaha memperjuangkan hidup adik iparnyapun akhirnya berbuah manis. Arnon sadar dari komanya, dan menuat senyum kebahagian diwajah Arvan terlihat jelas. Namun naas, disaat Arnon sadar dari Koma, lagi-lagi harapan ingin mempertemukan Arnon dan Stella kini dipatahakan begitu saja oleh kenyataan.


Dan itu benar-benar membuat Arvan memutar Otaknya keras untuk menciptakan alat terphy khusus untuk menggerakan kembali seluruh tubuh Arnon. Karna dia sudah benar-benar tidak mampu melihat tatapan kebencian dari Stella dan juga melihat dua keponakanya tumbuh dengan merindukan sosok ayahnya.


Hingga pada tahun ini, dia sudah berhasil membuat Arnon bisa menggerkaan tubuhnya sedikit demi sedikit, dan saat ini hanya tersisa kakinya saja yang masih belum terlalu kuat untuk digunakan berjalan maupun berdiri.

__ADS_1


"Apakah kamu sudah ingin kembali saat ini Ar?" Tanya Arvan yang melihat Arnon selalu menangis melihat vidio-vidio putra dan putrinya.


"Iya kak, mungkin dalam waktu dekat ini aku akan kembali kepada mereka, aku rasa sudah terlalu lama aku meminggalkan mereka dan membuat luka kesedihaan di hati Stella, aku merindukanya kak, sangat-sangat merindukanya." Sahut Arnon dengan menampilkan sorotan mata yang memohon pada kakak iparnya.


Arvan yang melihat tatapan memohon itu, langsung menampilkan senyum bahagianya," baiklah Arnon, tinggal beberapa hari lagi terphy kamu akan selesai, dan jika sudah beres, aku sendiri yang akan mengantarkanmu kepadanya." Janji Arvan dengan penuh keyakinan.


"Terima kasih kak, terima kasih." Tangisnya Haru melihat kebaikan dari Arvan yang begitu mementingak kebahagiaan adiknya Stella.


"Sayang kita akan bertemu sebentar lagi." Gumamnya dalam hati dengan penuh kehangatan.


To be continueπŸ˜‰

__ADS_1


Jangan lupa,like,komen, Vote dan hadiahnya ya πŸ™πŸ»


__ADS_2