Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 67


__ADS_3

Happy Reading!!


Saat ini, Arnon sedang memaksa untuk pulang dari rumah sakit saat ini. Namun Marcell sama sekali tidak mengizinkanya. Karna kondisinya semakin lama semakin menurun,


"Arnon apakah kamu sudah benar-benar menyerah saat ini ?" Tanya Macell yang saat ini sedang memeriksa kondisinya tapi tidak menemukan perkembangan apapun, malah semakin menurun saat ini


Namun Arnon yang saat ini tengah memakai oksigen untuk membantunya bernafas. tidak ingin menjawab atau merespon apapun saat ini,dia memilih diam tak mengeluarkan suara apapun,


Marcell langsung menghembuskan mafasnya kasar melihat tingkah laku dari Arnon yang terlihat sangat berlebihan.


Cklekkk suara pintu terbuka menandakan seseorang yang tengah masuk kedalam ruangan itu.

__ADS_1


Terlihat sosok tinggi dan tegap yaitu Kenan yang sedang menjenguknya saat ini disaat dia mendapatkan kabar dari asistenya,


"Arnon." Sapa Kenan yang melihat adik sepupunya itu terbarung lemah dengan wajahnya yang benar-benar pucat,


Dan lagi-lagi sapaan itu tidak dijawab oleh Arnon, saat ini di mendadak mendalami peran menjadi patung,


"Bagaimana keadaanya ?" Tanyanya pada Marcell mengalihkan pandanganya karna sejak tadi tidak mendapatkan jawaban dari Arnon,


"Jika begini terus, kita benar-benar akan kehilanganya jika seperti ini terus, aku bahkan bisa mentafsirkan jika umurnya hanya tinggal beberapa hari lagi,"jawab Marcell dengan suara yang parau menahan tangisnya.


Dan mendapatkan gelengan kepala pelan dari sang Dokter,"kami sudah berusaha semaxsimal mungkin kak Kenan., tapi mungkin dia memang sudah lelah menghadapi semuanya" jawab Marcell dengan sesekali menghapus tetesan demi tetesan yang sedang jatuh dari matanya,

__ADS_1


Arnon yang merasakan bahwa saat ini Marcell dan Kenan sedang bersedih atas kondisinya, memilih diam dan membalikan tubuhnya. Karna saat ini ia benar-benar telah hancur, dia benar-benar sudah kehilangan semangat appun pada dirinya. "Stella sayang,kasih aku mohon, berikan satu kali lagi kesmpatan untuk menikmati semunya bersama mu di sisa akhir hidupku ini." Batinya merindukan sosok wanita yang selalu menemaninya setiap harinya,


Ckelkk lagi-lagi terdengar suara pintu terbuka. Kali ini Tenrylh pelakunya.


Dia masuk ingin mengecek keadaan suaminya saat ini." Namun disaat dia medekat kearah Aron, dia mendapatakan sorotan mata tajam dari kedua singa yang sudah siap menekam dan begitu membencinya.


Namun dia pura-pura tidak melihat dan merasakan tatapan tajam itu, dia terus melangkahkan kakinya mendekat kearah Arnon suaminya itu."apa kamu membutuhkan sesuatu Ar ." Tanyanya pada Arnon yang saat ini memiliki pandangan yang kosong. Seperti manusia yang sudah kehilangan jiwa dan nyawanya, tatapan matanya bahkan menujukan bahwa saat ini jiwanya sudah benar-benar tidak bersama raganya,"Arnon, ayo makan dulu yok, kamu harus sembuh ya."'ucapnya lembut mencoba untuk menyuapi Arnon dengan tanganya.


Sekali lagi tidak ada respon dari Arnon, dia hanya menujukan airmatanya tanpa memberikan kode-kode kehidupan. Bahkan di saat Tenry menyentuh tubuhnya dia sama sekali tidak memberikan respon apapun.


Dia yang biasanya mendapatkan siksaan kasar atau sebuah tamparan yang keras ketika menyentuh tubuh Arnon, kini mendadak terasa aneh . Dia sama sekali tidak merespon apappun Hidup tapi Mati .

__ADS_1


Tolong tinggalkan jejak pesona kalian ya gengs 🙏🏻


Terima kasih !!


__ADS_2