Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 66


__ADS_3

Happy Reading !!


"Arnon katakan sama Mamah ! Apa yang harus Mamah lakukan agar bisa mendapatkan maaf darimu nak, Mamah benar-benar menyesal saat ini, maafkan Mamah karna semua kebencian Mamah dimasa lalu, maafin Mamah nak," pintanya benar-benar memohon ampun dari anaknya yang terlihat sudah membencinya sangat dalam.


Namun Arnon sama sekali tidak menggubris apapun yang Mamahnya ucapkan saat ini, hatinya begitu sakit mengingat jika dia harus menjalani hari-harinya tanpa Stella wanita yang sangat dicintainya, sendainya dia bisa meminta pada Tuhan, dia akan meminta untuk Tuhan mengambil nyawanya detik ini juga,"Tuhan ambilah nyawaku sekarang, sungguh aku tidak bisa, aku tidak sanggup menjalani hari-hari ku untuk kedepanya nanti tanpa dia,berapa hari aku tidak bersamanya rasanya aku ingin menerjukan saja diriku ini dari atas gedung ini." Batinya merintih menahan kesakitan tak sanggup menahan penderitaan ini lagi.,


Sedangkan disisi lain di Markas besar Cyberaya.


"Arghhhhhhh." Teriakan Stella disaat Iris yang digunakanya mulai terisi daya sepenuhnya


"Tahan Shea, sebentar lagi dia akan aktiv." Jawab Gina yang sedari tadi sibuk dengan komputer-komputer didepannya


Tak lama terdengar suara Operator yang terhubung dengan semua komputer dan robot yang tersambung pada tubuh Stella,


" iris will be activated within the count 10..9..8.7"


"Arghhhhhhh." Teriak Stella lebih nyaring disaat hitungan mundur itu terus berlanjut.


"6..5..4..3..2..1.. Iris has activis" suara Operator memberitahukan jika saat ini Iris telah siap digunakan,


Perlahan Stella mulai membuka matanya dan terlihat jelas jika saat ini Iris telah menampilkan beberapa komponen-komponen yang berada dikomputer-komputer pengendali segala tekhnologi ada pada matanya.


"Are you okay Shea ?" Tanya Gina yang khawatir pada kondisi fisik Stella saat ini.


"Ya. Aku sudah siap menghadapi mereka ." Jawabnya yakin


"Baik, jika kamu sudah siap maka pintu ini akan aku buka." Jawab Gina mulai mengutak atik komputernya untuk membuka pintu pelindung yang tidak akan pernah bisa dibuka dengan serangan apapun,


Perlahan tapi pasti pintu itu telah bergerak terbuka, Stella langsung segera melangkahkan kakinya untuk membantu Kakak dan para teman-temanya yang lain, dengan diikuti oleh Gina yang berada dibelakangnya,

__ADS_1


Namun ketika dia telah sampai di gerbang utama, betapa terkejutnya dia saat ini, seluruh pasukan Cyberaya beralih pindah berada di tangan musuh, dia juga melihat Lucas, dan Valen berada disana,dia mengalihkan pandanganya melihat Arvan dan Robert yang telah tergeletak lemah akibat serangan dari Vicky,


"Kak." Panggilnya segera berlari mendekati Arvan yang sepertinya telah terkena tusukan dari pedang Vicky,


"Ada apa ini ? Kenapa semuanya berbanding seperti ini Kak ?" Tanyanya pada Kakaknya yang menahan sakit,


"Overmode." Jawab Arvan singkat dan langsung dipahami oleh Stella.


"Hallo Shea., apa kabar sayang ? Apa kah liburanmu telah selesai sekarang ?" Tanya Vicky musuh yang sedari dulu telah menjatuhkan hatinya pada Stella,


Sedangkan Stella yang sedari tadi menatap kakaknya kini beralih memutar tubuhnya memandang suara sesorang yang sangat dibencinya selama ini.


"Kamu apa sudah selesai ?" Tanyanya tegas


"Tentu belum Sheaku, selama ini saat-saat inilah yang telah aku tunggu. Kehancuran dari Cyberaya adalah tujuan hidup pertama ku, dan memiliki kamu, adalah tujuan kedua ku." Jawabnya santai dengan tatapan tajam penuh dendam dan amarah.


"Kenapa kamu ingin menghancurkan kerajaan bisnis keluraga Manopo ?" Tanyanya lagi


"Semuanya telah berakhir Shea, semuanya harus diakhiri sekarang juga." Ucapnya tegas mengeluarkan kode untuk pasukanya agar menyerang Menghancurkan Cyberaya sekarang.


Stella segera memejamkan matanya sesaat untuk mengendalikan Irisnya.


"Stop menggunakan mereka." Ucap Stella tegas dan mengalihkan semua robot dan tekhnologi pasukan Cyberaya yang tadinya berada digengaman Vicky, kali ini sudah kembali normal dibawah kendali Stella,


"Stop Vicky, kita selesaikan semuanya sampai disini," ucap Stella lembut mencoba menenangkan pemikiran musuh-musuhnya,


"Kamu pikir semudah itu honey?" Ucapnya sinis langsung mengeluarkan samurainya yang tadi digunakan untuk menusuk Arvan.


"Dendam ku lebih besar dari Cintaku," ucapnya dan langsung menyerang Stella.

__ADS_1


Perkelahian akhirnya tidak bisa dihindari, mereka saling menyerang satu sama lain tanpa tau siapa yang akan memenangkanya kali ini,


Dan disaat Stella dan Vicky saling menyerang, Gina, Lucas dan Valen yang saat ini sudah keluar dari kendali Vicky,kini segera membawa Arvan dan Robert menjalani perawataan,


Arvan begitu berat sekali meninggalkan adik kesayangnya saat ini telah bertarung mempertaruhkan nyawanya, namun ketika dia ingin menoleh kearah Stella, dia melihat sekelibatan bayangan Papah dan Mamahnya yang berada tak jauh dari Stella tersenyum kearahnya. Yang Arvan artikan kode itu jika Papah dan Mamahnya menyuruhnya untuk tidak khawatir pada adiknya, karna saat ini mereka sedang bersama Stella.


"Hentikan semuanya Vicky," teriak Stella ditengah-tengah pertarunganya


"Apa yang sudah kamu hasilkan dari semua ini ha ? Kamu bilang mau membalaskan dendam kamu ? Apa hanya itu yang ada didalam pikiaranmu ha ? "Teriaknya tegas


"Sekarang kamu sudah menghancurkan semuanya."


"Ha, kamu pikir orang yang bau kencur seperti kamu bisa berbuat apa ha? Menurut kamu siapa yang lebih berkuasa saat ini jika bukan aku ." Jawabnya dan langsung menyerang kembali


Namun dengan kekuatan yang Stella punya yang berasal dari Iris yang saat ini sedang digunakanya, dia bisa menangkis semua serangan yang diberikan Vicky terhadapnya.


Serangan demi serangan Vicky berikan untuk Stella, namun dengan gesit Stella cepat menghindarinya dan beberapa kali menyerangnya balik.


Beberapa serangan yang diberikan Stella mampu menghancurkan beberapa tubuh Vicky yang menggunakan besi, karna saat ini tubuhnya dikendalikan oleh baju robot yang dia ciptakan sendiri.


Dan pada akhirnya entah seperti mendaptkan kekuatan dari mana dia menyerang Vicky habis-habisan hingga Vicky sudah tidak mampu berdiri lagi,


"Semuanya sudah berakhir Vick." Ucap Stella lembut berdiri didepannya


Lagi-lagi Stella memejamkan matanya dengan menarik nafasnya panjang." Maafkan aku Vicky ." Ucapnya lembut lalu mengakhiri semuanya, dia mengambil seluruh daya kekuatan yang berada di tubuh Vicky, dan membuat musuhnya itu terbaring tidak berdaya,


Tangis Stella langsung pecah saat itu juga didepan tubuh musuh-musuhnya,"semuanya berakhir, hiks, semua sudah berakhir ." Tangisnya bahagia bisa mengakhiri semuanya.


Dan karna letih akhirnya dia juga ikut terjatuh pingsan saat ini.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya gengs, chapter selanjutnya kita masuk di cerita yang kalian tunggu-tunggu ya..


Terima kasih 😘


__ADS_2