Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 115


__ADS_3

Happy Reading ๐Ÿ“–๐Ÿ‘ฉ๐Ÿผโ€๐Ÿ’ป


Setelah menyelesaikan pekerjaanya dikantor, Saat ini Stella terlihat sedang buru-buru mengendarai mobilnya menuju sekolah Aiden dan Airein, dia tidak ingin terlambat dan menbuat kedua anaknya itu menunggu.


Karna dia benar-benar ingin menjadi orang tua yang sempurna untuk kedua anaknya sehingga dia meyakinkan dirinya sendiri harus mampu menjadi ayah dan ibu bagi kedua malaikatnya.


Saat ini dia sudah berada diparkiraan, dan segera berlari melangkahkan kakinya mencari kedua anaknya. "Masih ada lima menit lagi, aku belum terlambat." Lirihnya pelan melihat jam tanganya.


Buggghhhh tanpa sadar dia menabrak seseorang,"maaf." Ucapnya pelan.


"Its okay." Jawab orang yang ditabrak olehnya. Dan seketika membuatnya langsung menoleh menatap tajam kearah orang yang sangat dihafal sekali suaranya, bagaimana tidak selama lima tahun ini. Pria ini sangat sibuk menggangu kehidupanya dan juga anak-anaknya.



"Untuk apa kamu disini?" Tanya Stella ketus melihat sosok Austin dihadapanya.

__ADS_1


"Kenapa ? Bukankah ini tempat umum?" Tanyanya balik dan semakin membuat Stella menatapnya dengan tajam.


Namun karna tak ingin membuang waktu, Stella memilih untuk tidak menanggapi Pria gila didepanya ini. Dia bahkan benar-benar muak melihat Austin yang seperti bayangan yang selalu mengikutinya dan anak-anaknya dimanapun dia berada.


"Stop Following me!" Bentaknya tegas pada Austin yang mengkuti langkahnya masuk kedalam sekolah.


Austin yang dibentak oleh Stella, bukanya takut dia malah menampilkan senyum menawanya." Ayo kita segera masuk! Bukankah acara sudah mau dimulai, jangan biarakan twins A menunggu kita." Sahutnya dengan kepedeaan, seakan-akan dia ayah dari Twins A.


Stella yang mendengar kalimat Austin itu langsung menghembuskan nafasnya kasar, dia benar-benar tidak ingin marah pada hari ini melihat tingkha Austin yang selalu seenak jidadnya mengatur dirinya dan juga kedua anaknya.


Lagi-lagi Stella memilih mengalah tidak memperdulikan Austin, dia langsung berlari mencari putranya yang duduk dikursi depan," Bubu disini." Pekik Aiden mengangkat tanganya memberikan kode pada ibunya.


Namun Aiden mendadak langsung manampilkan wajah kebencianya disaat melihat sosok Austin yang lagi-lagi datang menganggu ketentraman ibunya." Anda kenapa berada disini? Kami tidak mengundang anda sama sekali." Ucap Aiden ketus menunjukan rasa bencinya pada Austin yang selalu menggangu ibunya.


"Wih calmdown boy, Papah cuman mau liat kakak Airein saja." Ucapnya dengan yakin mengatakan dirinya sebagai Papah dari Twins A.

__ADS_1


"You're not our father, and stop mentioning yourself to us!( kamu bukan Papah kami, dan stop memanggil menyebutkan dirimu Pada kami)!" Bentak Aiden dengan kalimat yang penuh dengan penekanan.


"Tenang my son, biarkan saja, dia hanya ingin menemani kita disini." Seru Stella menenangkan putranya.


Stella yang tau Austin menjadi semakin canggung, langsung menoleh kearah Austin dan menanggukan kepalnya sebagai tanda persetujuan untuknya menemani mereka.


Dan seketika membuat Austin yang tadinya canggung karna bentakan dari Aiden, kini kembali menampilkan senyum tipisnya, dan memfokuskan dirinya menatap kearah panggung.


Stella bukanya tidak tau ataupun tidak peka dengan perasaan yang dimiliki oleh Austin kepadanya. Dia hanya tidak ingin memberikan harapan palsu pada pria sebaik Austin. Dia berhak mendapatkan wanita yang terbaik dikehidupanya menjadi pendamping baginya.


Dan wanita itu tentu saja bukan dirinya. Karna hati dan Raganya benar-benar sudah terikat sepenuhnya dengan mendiang suaminya Arnon. Sehingga tidak mungkin baginya untuk menerima siapapun yang datang mencoba membuka hatinya walau sekecil apapun.


****************


Didalam sebuah ruangan, terlihat Arnon yang begitu marah melihat laporan vidio hasil kiriman anak buahnya, yang memperlihatkan Austin sepupunya itu selalu berusaha mendekati istri dan anaknya.

__ADS_1


"Aaaarrrrrggghhh, ini tidak boleh dibiarkan, awas saja kou Austin. Aku akan memberikanmu pelajaran karna sudah membuat istri dan anak ku merasa terganggu!" Gumamnya penuh kemarahan.


To be continue๐Ÿ˜‰


__ADS_2