Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 123


__ADS_3

Happy Reading πŸ“–πŸ‘©πŸ»β€πŸ’»


"Iya ini aku, kenapa kamu memblokir nomorku La?" Tanya Austin yang sedari tadi malam pusing karna Stella yang memblokir nomor ponselnya.


"Itu karna-" ucapnya terputus.


"Karna dia yang sudah mati, iya."


"Austin jaga ucapan kamu!" Ucapnya memperingati.


"Kenapa La, jika dia memang masih hidup. Saat ini pasti dia sudah kembali sama kamu. Ini udah lima tahun La, apa kamu pikir orang mati akan membutuhkan waktu selama ini untuk bangkit kembali." Seru Austin yang benar-benar sudah kehilangan akal. Dia bahkan tidak perduli lagi dengan orang-orang disekitar yang memandangnya.


"Ada apa ini?" Tanya Alex yang tiba-tiba datang karna melihat, Austin dan Stella yang seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar.

__ADS_1


Austin yang melihat kedatangan Alex, langsung bersipuh dan berlutut dikaki Alex." Ada apa ini Austin? Kenapa kamu berlutut sepertu itu? Ayo bangun!" Ucapnya penuh kelembutan.


"Enggak om." Tolaknya di saat Alex memaksanya untuk bangun.


Stella yang melihat apa yang dilakukan Austin. Hanya bisa menghela nafasnya panjang. Dia sangat bingung, bagaimana caranya agar Austin mau mengerti posisinya.


"Apa yang kamu inginkan sebenarnya Austin?" Tanya Alex tegas, melihat Austin yang tak kunjung berdiri.


Lalu dengan pelan Austin menjulurkan tanganya. Menunjuk dan menatap Ke arah Stella. "Dia! Aku menginginkan dia om." Pintanya dengan tegas kepada Unclenya.


"Istri apa om? Istri siapa? Dimana suaminya? Liat om!" Balasnya lalu dia berdiri dari posisinya dan melangkah mendekati Stella."liat! Wanita ini juga perlu mendapatkan kebahagian, anak-anak juga butuh sosok ayah di kehidupanya! Tolong jangan egois Om. Anaknya om udah mati! Jadi status Stella saat ini aadalah Janda meskipun itu belum resmi." Tegasnya membuat Alex dan Stella semakin geram dengan ucapan Austin. Terlebih lagi saat ini banyak tamu yang memandang dan menyaksikan perdebatan mereka.


Alex langsung terdiam setelah mendengar kalimat dari Austin, didalam hatinya memang membenarkan semua kalimat yang dilontarkan oleh Austin, tapi kembali lagi dengan Stella, yang selalu menolak siapapun yang datang dan ingin menggantikan posisi Arnon di hatinya.

__ADS_1


Plaaaaaakkkkkkk Stella yang sedari tadi menahan emosi karna ucapan Austin yang selalu bilang jika Arnon sudah mati.


Austin yang tiba-tiba mendapatkan tamparan dari Wanita yang dicintainya langsung terkejut." La, kamu nampar aku? Ha.? Sahutnya mencengkram lengan Stella." Hey kamu nampar aku iya, La." Pertanyaan bodohnya pada Stella yang saat ini memberontak dari cengkramanya.


"Hey, dengarin! Untuk apa kamu mencintai dia yang sudah mati! Jelas-jelas aku ada disini mencintaimu selama bertahun-tahun, tapi tidak sedikitpun kamu pernah mengganggap aku ada. Ingat La. aku bukan seorang malaikat ataupun . Aku manusia sama seperti kamu, sama kaya yang lainya juga. Aku mau kamu mengerti aku, tidak selalu aku yang mengerti kamu! Hargai perjuanganku La!" Ucapnya penuh dengan permohonan.


Bagaimana tidak, selama tujuh belas tahun lamanya dia mencintai Stella, tanpa pernah terbalaskan. Dulu dia memang tau jika sudah tidak memiliki kesempatan sama sekali. Namun sebelas tahun kemudian. Tuhan berpihak kepadanya. Dengan kepergian Arnon dia kembali berusaha mendapatkan cinta sepihaknya itu.


Namun sudah lima tahun dia berjuang. Stella bahkan tidak pernah meliriknya sama sekali.


Penampilan Stella dipesta.


__ADS_1


To be continueπŸ˜‰


Jangan lupa, like,komen,hadiah dan votenya ya πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


__ADS_2