Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 65


__ADS_3

Happy Reading !!


"Cell,Pah. Tad..i arnon mendengar suara Stella Pah, apa itu nyata ? Dia sedang kesakitan saat ini Pah," lirihnya pelan meningat jika disaat dia tertidur tadi, dia mendengar suara wanita yang sangat dia rindukan sedang memanggilnya.


"Iya nak, dia tadi menelpon Marcell, untuk menanyakan kabar tentang dirimu nak," jawab Alex dengan berusaha tersenyum canggung,


"Benarkah itu ? Apakah dia sudah memaafkan Arnon Pah?" Tanyanya penuh semangat


"Tentu saja nak, dia juga bilang akan segera kembali padamu jika saatnya tiba nanti." Jawab Alex berbohong berusaha untuk menutupi keadaan yang akan membahayakan kesehatan putranya.


"Arnon, sayang ini Mamah nak, kamu baik-baik saja kan? Apa masih ada yang sakit nak? Atau kamu membutuhkan sesuatu? Mamah akan memberikanya untukmu sayang." Seru Elena berusaha mendekatkan dirinya pada putra pertamanya, dan mencoba menggengam jemari putranya yang ada terpasang selang infus di tanganya,


Namun belum sepenuhnya dia mengengam tangan putranya, Arnon telah menepiskan duluan tangan Mamahnya sebelum menyentuh tubuhnya, sehingga membuat tangisan Elena pecah akibat tatapan kebencian yang diberikan anaknya sendiri," hiks..hiks.. Nak, ini Mamah sayang, kamu tidak lupakan sama Mamah ? Mengapa Mamah juga tidak boleh menyentuhmu ? Aku ini masih Mamah kamu." Isak tangisnya makin pecah saat Arnon benar-benar menatapnya dengan sebuah amarah yang sangat besar,

__ADS_1


"Tidak, aku tidak lupa siapa anda! Bahkan saya sangat ingat betapa anda menyakiti hidup saya dan membuat hidup saya hancur berantak seperti kehilangan arah tujuan seperti saat ini. Apa anda puas sekarang ha ?" Teriaknya benar-benar muak dengan sikap egois Mamahnya yang membuatnya kehilangan wanita yang dicintainya


"Hiks..hiks Arnon, kenapa kamu berbicara sekasar itu sama Mamah, apa yang harus Mamah lakukan agar kamu mau memaafkan Mamah? Mamah menyesal Arnon menyesal." Ucapnya memohon ampun pada putranya,


"Hem, untuk apa anda menyesalinya sekarang ? Anda menangis buat apa ? Bukankah anda yang menginginkan semua kehancuran ini terjadi. Dulu disaat anda memaksa saya untuk menikahi wanita yang sama sekali tidak akan pernah saya cintai, bukankah sudah pernah saya katakan sebelumnya, jangan pernah menyesali apapun yang akan terjadi saat anda bersikeras melakukan perjodohan paksa ini. Dan sekarang anda sudah menang. Anda sudah menang dalam permainan ini," balasnya tanpa sadar juga ikut meneteskan buliran kritsal dari matanya,


"Anda menang nyonya, saya yang kalah, anakmu ini sudah kalah dalam permainan cinta dan takdir ini. Sekarang apa lagi ? Biarkanlah aku pergi dengan tenang sekarang! Kalian bisa liat jelas sekarang. Aku lemah, aku rapuh, jantungku ini sudah hancur karna semua keadaan ini, aku sudah kalah,hikss." Ucapnya menutup matanya, membiarkan tangisanya pecah agar bisa memperlihatkan bahwa dia juga adalah seorang manusia yang bernyawa, bukan seorang boneka,


"Arnon, hikss, maafkan Mamah sayang, ampuni Mamah," pintanya berlutut disebelah ranjang pasien anaknya,


Sesampainya ditoilet, dia langsung menyalakan keran air sekencang mungkin, lalu dia menangis, meratapi keadaan saat ini, tanpa perduli jika tubuhnya juga sedang sakit saat ini, akibat luka-luka yang diberikan suaminya di malam pertama mereka,


"Kenapa semua ini terjadi sama aku Tuhan, kenapa ?" Teriaknya histeris didalam toilet,

__ADS_1


"Hiks..hikss, tidak bisa kah sedikit saja kalian melihat sakitnya hati ku saat ini, aku selalu berusaha untuk bisa mendapatkan cinta dan kasih sayangmu Arnon, aku benar-benar menginginkanmu, hiksss.. bisa tidak sih, sedikit saja kamu merubah sikap angkuhmu itu ? Kamu selalu saja anggap aku ini tidak pernah ada dan tidak pernah terlihat dimatamu , kamu punya hati tidak sih sebenarnya ? Aku ini manusia, bukan patung, aku juga punya hati,hikss..hikss." Tangisnya meluapkan segala kekesalan dan rasa sakit hatinya saat ini.


"Aku juga ingin seperti Stella, yang bisa mendapatkan pelukan hangat,cinta dan kasih sayang yang sangat besar dari pria yang kita cintai, aku ingin sepertinya yang membutuhkan bahu untuk bersandar setiap kali merasakan sedih, apa salah ku Tuhan ? Apa aku salah jika mendambakan dia untuk membalas rasa cintaku ini ? Bahkan kamu lebih tau Tuhan bahwa rasa ini sudah lama ada sebelum Stella masuk kedalam kehidupan Arnon, hikss ." Tangisnya benar-benar tidak terkendali saat ini ,


Bonus cuci mata buat para readres Mimin tercinta


Babang Arnon tercinta Mimin 😘😘



Jangan lupa tinggalkan jejak ya gengs untuk Mimin, Like, komen dan Vote sebanyak-banyaknya ya !! 😘


Terima kasih kepada semua pembaca setia Mimin yang masih stay menunggu up selanjutanya chapter-chapter Mimin, 🙏🏻terima kasih banyak, karena kalian sudah memberikan dukungan terbaik buat Mimin yang masih amatir ini☺️☺️jangan pernah bosan ya gengs, nungguin Mimin lanjutin Chapter-chapternya !!

__ADS_1


Salam hangat Mimin 🥰🥰


__ADS_2