
*Happy Reading !**😘*
Flashback off
"Sudahlah nak,lupakan semuanya itu .sekarang mamah janji sama kamu kalo pilihan mamah kali ini tidak salah sayang." ucap Elena meyakinkan Arnon.
"Cihh aku ingatkan sama mamah ,mau dia sebaik apapun dan sebagus apapun. Aku tidak akan pernah menerima perjodohan yang telah mamah buat , apalagi membuat aku meninggalkan Stella , itu semua tidak akan pernah terjadi ." ucapnya dengan penuh penekanan
"Baiklah jika kamu tetap menolak perjodohan ini,mamah pastikan bsok kamu akan melihat mayat mamah di rumah. " ucapnya mengancam putranya
Arnon terkejut mendengar ucapan mamahnya, dia langsung menggelengkan kepalasnya pusing dengan tingkah laku mamahnya yang tidak pernah berhenti untuk membuatnya menerima perjodohan yang di buat, namun dia berpikir bahwa ini hanyalah ancamn dari mamahnya saja.
"Serah mamah, yang jelas ku tekenankan lagi sama mamah , jika aku tidak akan pernah meninggalkanya , tidak akan pernah ." jawabnya tegas
"Apa kamu tidak percaya jika mamah akan benar-benar melakukan hal itu Arnon?" teriaknya tidak percaya dengan jawaban anaknya
"Kan aku sudah bilang sama mamah. Itu terserah mamah mau berbuat apa aja. Karna dari awal mamah sudah tau jika cintaku ke Stella itu adalah cinta abadi jadi mengharapakan aku berpisah darinya itu hanyalah mimpi saja ." ujar Arnon
"Sudah ku tebak pasti jawabannya seperti ini, tapi gak nyangka aja aku bahwa anak aku lebih milih wanita itu dari pada ibu kandungnya sendiri ," gumam Elena dalam hatinya
Tapi bukan Elena namnya jika tidak bisa membuat anaknya menerima permintaanya.
Dia langsung mengeluarkan sebuah botol air mineral yang sudah di sabotase kemasanya seperti sebuah botol racun,
"Kalo kamu tetap gak mau menerima perjodohan ini, detik ini juga kamu akan liat kematian mamah di depan mata kamu !! " ucapnya lalu langsung membuka tutup botol kemasan itu lalu meminumnya,
Arnon masih diam tak bergerak,dia hanya menatap kepada Elena dengan tatapan bertanya-tanya, apa sebenarnya yang ada di kepala mamahnya itu ? Kenapa sampai mau senekad ini ?
Masih terus melihat, Arnonmau tau seberapa besar kebranian mamahnya meminum racun itu,
Karna tak ada jawaban apa-apa dari putranya Elena langsung meminum racun itu ,
Namun sebelum racun itu sampai menyentuh bibir Elena, botol itu telah di rampas oleh Arnon lalu melempar botol itu,
"Enoug mah. Just don't cross the line ( cukup mah, jangan melewati batas) , ucapnya dengan sorot mata menahan amarah
"Mamah akan terus ngelakuin ini , kalo kamu masih bersikeras menolak menikah dengan Tenry ." kata Elena dengan air mata kesedihanya
Sebenarnya itu bukan air mata kesedihan, namun itu air mata menahan rasa takut melihat emosi Arnon,
"Mah, apa sih yang sebenarnya ada dalam pikiran mamah ? Kenapa mamah segitu gak sukanya sama Stella mah kenapa ? " tanyanya dengan suara yang besar membuat Elena gemetar namun dia harus memberanikan dirinya,
__ADS_1
"Stella dan Tenry itu sama mah, mereka sahabatan dan juga sama-sama berprofesi Dokter, lagian Stella juga memiliki 10 Rumah Sakit Internasional kan di Negara ini ." ucapnya lagi dengan nada frustasinya menghadapi sikap mamahnya,
"Beda Arnon, Tenry itu memiliki keluarga yang jelas, bebet dan bobotnya juga sudah bisa kita liat,sedangkan Stellakeluarganya gak jelas siapa ? Keturanan siapa ? Dan juga Rumah Sakit itu semua bukan milik dia , tapi milik kamu ! Kamu yang membelikan dan membangunkanya untuk dia ." kata Elena dengan ucapan yang sangat lembut berharap anaknya itu akan luluh dengan kelembutanya,
"Memang , Rumah Sakit itu aku yang beli mah, tapi itu sebagai tanda bahwa Arnon sangat mencintainya , kenapa sih mah ? Kenapa mamah gak bisa sedikit aja buka hati mamah untuk menerimanya ? Aku sama dia udah lama mah, aku mohon mengerti lah !" ucapnya dengan memohon, hingga tidak terasa air matanya ikut mengalir karna merasakan sesak di dadanya karna merasa benar-benar dilema,
"Sampai kapan pun mamah tidak akan pernah mau punya menantu seorang wanita liar yang gak sepadan sama kita . Ingat baik-baik !! Terima pernikahaan ini atau kamu akan melihat kematian mamah ! " ucapnya penuh penekanan
Aaaaarrggghhhhhhh
Teriaknya frustasi melayangkan tinjuanya ke tembok, lagi-lagi terlihat dari tanganya mengeluarkan tetesam demi tetasan darah akibat luka yang di dapatkan,
Masih terus menangis dia mengusap wajahnya kasar , seakan benar-benar merasa hampir gila dengan semua ini,
Sambil menarik nafas panjang dan mengeluarkanya secara kasar dia memejamkan matanya berpikir keputusan apa yang harus di ambilnya,
Di satu sisi ada Stella wanita yang sangat dia cintai, wanita yang menjadi jantung dan nyawanya selama ini, di satu sisi mamahnya,wanita yang melahirkanya dengan penuh perjuangam dan merawatnya sedari kecil,
Dia benar-benar merasakan dilema, sambil duduk dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan terus menangisi kebodohanya yang tidak bisa berbuat apapun,
Elena yang melihat keadaan Arnon sekarang sebenarnya kasian, tapi rasa gengsinya untuk menerima Stella sebagai menantunya lebih besar,
"Maafkan aku sayang, aku terpaksa melakukan ini semua ", gumamnya dalam hati
"Benarka sayang,? Kamu mau menikah dengan Tenry ? " tanya Elena dengan perasaan senang dia memastikan pendengaraanya tidak salah.
Arnon menanggukan kepalanya singkat menjawab pertanyaan dari mamahnya,
"Makasih sayang sudah mau dengarin mamah, kalo begitu kamu setujukan kali pernikahaan ini akan di lakukan lima hari lagi? " dengan berjalan memeluk tubuh kekar putranya dan dia langsung bertanya pada Arnon dengan rasa penuh bahagianya,
"Terserah mamah aja, jika itu membuat mamah bahagia, dan mamah mesti ingat jika suatu saat terjadi hal yang tidak di inginkan maka jangan pernah mamah menyesalinya "! , ucapnya dengan tegas , Elena langsung meneguk salivanya kasar namun langsung kembali tersenyum puas,
"Kamu tenang aja sayang mamah tidak akan pernah membiarkan hal-hal buruk terjadi kedepanya, mamah pastikan kamu akan mendapatkan kebahagian yang lebih jauh di bandingkan bersama dengan Stella " ucapnya penuh dengan keyakinan
"Dan ingat setelah ini mamah tidak boleh menggangu hubungan ku dan juga Stella " katanya dengan tegas
"Sialan, aku kira dia akan menerima perjodohan ini lalu melepaskan wanita itu, tapi ternyata aku salah. Tapi gak papah lah aku iyaain dulu, nanti setelah hari H nya aku yakin, wanita itu sendiri yang akan memilih pergi dan meninggalkan putraku " gumamnya dalam hati
"Iya sayang mama mengerti, " ucapnya lagi dengan senyuman yang tidak bisa berhenti
"Sekarang ayo sayang kita cari WO wedding orgenizer untuk mempersiapkan pernikahan kamu ." ajak Elena yang di jawab gelengan kepala oleh Arnon
__ADS_1
"Aku menerima bukan berarti aku mau ikut terjun ke dalam kerepotan itu , semuanya mamah yang ingin berarti mamah yang urus aku gak mau perduli sama sekali, dan ingat mah jngan pernah hubungin aku lagi, aku akan datang satu hari sebelum hari H nya ." ujar Arnon
"Hemm,, baiklah sayang mamah ikutin mau kamu, kalo begitu sekarang mamah pulang dulu yah untuk memeprsiapkan pernikahaan kamu " kata Elena
"Hem " jawabnya singkat
Setelah itu Elena langsung pergi dari ruangan putranya,
Aaaaarrrrrggghhhh
Teriaknya frustasi mengahncurkan semua barang yang ada di dalam ruang kerjanya,
Lalu dia berlutut di depan bingkai foto besar, di sana terdapat fotonya dengan Stella yang sedang berpelukan manja dengan mereka yang sama-sama mengeluarkan senyum bahagia,
"Maafkan aku sayang,maafin aku ." ucapnya dengan terus menangis frustasi membayangkan ketidaksanggupanya jika Stella sampai mengetahui hal ini ,
Dia yakin bahwa Stella akan benar-benar meninggalkanya jika dia tau keputusannya saat ini
Dengan masih pose berlutut dia mengambil ponselnya dan menghubungi sesorang,
" siapakan tiket berlibur keluar kota !untuk ku dan juga Stella selama tiga hari hari." Perintah Arnon ditelpon
"Kemana ?"
"Kemana aja yang penting ada suasana bulan madu, tapi jangan bali karna aku bosan ."
Jerry langsung membuka mencari laman tempat bulan madu di laptop miliknya," bagaimana jika ke bromo , disni katanya pemandanganya sangat indah dan suasana sangan menyejukan hati dan pikiran ,"
"Baiklah, kamu atur saja semuanya, aku mau kamu menyiapkan keberangkatan malam ini !!"
"Siap laksanakan."
Setelah itu dia menutup telponya, lalu berdiri dari posisinya menuju kamar pribadi yang berada di dalam ruang kerjanya itu, untuk menenangkan pikiranya lalu
Karna dia tidak mau berbicara dan Stella melihat dia yang dalam keadaan kacau seperti saat ini,
Visiual kantor Arnon
*Merry chirstmas **🥰🎄*
__ADS_1
*Jangan lupa,like, dan vote sebanyak-bnyaknya gengs **😘*