Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 122


__ADS_3

Happy Reading πŸ‘©πŸ»β€πŸ’»πŸ“–


"Bu, sudah siap apa belum?" Tanya Airein untuk yang kesekian kalianya, karna sejak tadi Stella begitu membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bersiap-siap.


"Sabar yang sebentar lagi ya." Sahut Stella yang masih sibuk merias dirinya.


Lalu dengan kesal Airein duduk di sofa disamoing Aiden. Dengan menampilakan bibir manyunya.


"Kamu kenapa kak?" Tanya Aiden yang melihat kakaknya merajuk.


"Lihat kita sudah dua jam menunggu Bubu tak kunjung selesai merias dirinya itu, memangnya dia mau dandan secantik apa dan untuk siapa?" Ucap Airein kesal.


"Sabar kak, sini aku kasih ciuman biar gak kesal." Sahut Aiden dengan memanyunkan bibirnya ingin mencium Airein, dan seketika langsung membuat gadis kecil itu tersenyum.



"Iam done." Suara Stella yang tiba-tiba datang, dan membuat kedua anaknya langsung terpesona dengan kecantikan yang dimiliki ibunya.


"Uuwwwaaahhhhh." Sahut keduanya melihat ibunya berubah menjadi bidadari.


"Apakah Bubu sudah cantik?" Tanya Stella pada kedua anaknya.


"Yess yes Bubu," seru Aiden dengan menganggukan kepalanya menatap ibunya.


"Bubu, you like a princess." Sahut Airein menatap penuh kagum pada ibunya.

__ADS_1


Stella yang mendengar jawaban anak-anaknya lanngsung tersenyum bahagia." Kalian ini palinng bisa membuat hati Bubu berbunga-bunga." Balas Stella dengan melangkah memeluk dan mencium keduanya.


"Ayo kita berangkat sayang." Ajaknya menggandeng tangan kedua malaikatnya.


Mereka keluar berjalan menuju Stadion Gelora Bung Karno, sebagai tempat perayaan pesta Ulang Tahun Prusahaan Lesham.


Papah Alex sengaja menyewa Stadion Gelora Bung Karno. Karna inilah Stadion paling terbesar di Indonesia, yang paling cocok untuk perayaan pesta yang bertema outdoor garden.


"Kalian sudah sampai." Tegur Elena yang lebih dulu berada dilokasi acara.


"Iya wepo, ini Bubu yang paling lama," ketus Airein.


"Hahahah kamu ini persis Bubu kamu, suka ngembek." Seru Elena terkekeh melihat tingkah cucu-cucunya.


"Ayo wepo," sahut keduanya bahagia.


"Mamah bawa anak-anak main ya La." Izinya pada ibu anak-anak.


"Iya Mah." Sahut Stella dengan tersenyum tipis.


Elena yang sudah mendapatkan izin dari Stella, dengan bahagia langsung membawa kedua cucunya itu pergi bermain, sebelum acara dimulai.


Selepas kepergaian Mertua dan kedua anaknya itu. Stella memilih fokus pada ponselnya. Untuk melihat beberapa jadwal pekerjaanya.lalu dia menghela nafasnya kasar, karna melihat jadwalnya yang sangat menumpuk.


************

__ADS_1


"Apakah kakak sudah tampan saat ini Ar?" Tanya Arvan pada Arnon sang adik ipar yang sedari tadi sudah pusing dengan penampilanya sendiri.


"Tampan." Sahut Arnon cepat dan singkat.


"Tumben kamu bilang aku tampan tanpa disuruh, apa kamu takut hatiku bakal terluka dengan sikap jujurmu itu?" Balas Arvan dengan senyuman manis dibibirnya.


"Bukan kak, tapi aku takut jika aku yang terluka." Balasnya lagi yang langsung di tatap tajam oleh Arvan dan membuatnya menelan salivanya dengan kasar.


"Sudah cukup, sekarang ayo kita turun! Aku mau cepat menjodohkan adiku itu dengan pria yang bernama Austin itu." Ucap Arvan menggoda emosi adik iparnya itu.


"Apa kakak bilang? Stella masih istri aku! Tidak akan pernah membiarkan semua itu terjadi, tidak akan." Emosinya memuncak.


"Kenapa? Bukankah selama lima tahun ini Pria itu selalu bersama Stella. Bisa saja Stella perlahan-lahan mulai menyukainsex.


"Tidak akan pernah." Ucapnya emosi, dan segera keluar dari mobil dengan dibantu oleh Robert yang mengeluarkan kursi rodanya.


*************


"Stelllla." Panggil seseorang tiba-tiba membuaynya terkejut.


"Kamuu." Lirih Stella disaat melihat wajah itu.


To be continueπŸ˜‰


Jangan lupa,like, komen,hadiah dan votenya yaπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2