
Happy Reading 👩🏼💻📖
Kediaman Mansion Lesham.
Terlihat sebuah keluarga besar sedang berkumpul di ruang keluarga, tanpa terkecuali Arvan dan Lucas, yang masih stay di mansion Lesham atas permintaan Alex,
"Devi insegnarmi l'indonesiano! ora! ( kalian semua harus mengajariku bahasa indonesia! Sekarang!)" pinta Arvan dengan tegas dan sudah untuk yang kesekian kalinya.
"Alex dan Elena yang sedari tadi mendengar itu, langsung pamit undur diri, pasalnya bukan masalah mudah mengajarkan sesorang bahasa dalam satu malam saja.
"Mamah dan Papah pamit ke kamar ya, soalnya capek banget tadi seharian." Pamit Elena dengan lembut yang dijawab anggukan kepala oleh Alex sebagai tanda setuju dengan apa yang dikatakan istrinya.
Arvan langsung menganggukan kepalanya singkat tanda mengizinkan Papah Alex dan Mamah Elenanya pergi.
Sedangkan Arnon,Stella dan Lucas langsung menatap tajam kearah orang tuanya yang berhasil kabur dari permintaan tak masuk akal bule kampret ini.
"Sembra che io e Stella dovremmo salutarci. Perché domani c'è del lavoro da accumulare.( sepertinya aku dan Stella harus ikut pamit juga, sebab besok masih ada pekerjaan yang harus di akumulasikan lagi)." Pamitnya lembut pada sang kakak ipar yang saat ini sedang dilema.
"Sì, giusto, anche a me, e ho ancora del lavoro da fare stasera( ya, saya juga, dan malam ini juga masih ada pekerjaan yang harus saya selesaikan terlebih dahulu)." Sahut Lucas dan mulai berdiri melangakah perlahan.
Namun belum sampai ketiganya melangkah sempurna, Arvan langsung menatap tajam kearah tiga orang yang berniat melarikan diri itu.
"Una volta che ti fai avanti, tutte le tue strutture saranno revocate.( selangkah saja kalian maju. Maka semua fasilitas yang kalian miliki akan saya cabut)." Ancamnya mutlak dan langsung membuat wajah ketiganya pias dan duduk kembali.
"Ini cowok kenapa sih tiba-tiba minta belajar bahasa indonesia?" Tanya Arnon kesal sengaja menggunakan bahasa indo agar kakak iparnya tidak mengetahui bahasanya.
"Ini semua pasti karna Alana, rupanya sih bujang lapuk ini bisa jatuh cinta juga." Sahut Stella yang menjuluki kakanya tanpa di tau dengan orangnya.
"Tapi aku juga ragu apa dia beneran jatuh cinta atau hanya rasa kasihan saja." Sahut Lucas yang mengetahui kejadian sebenarnya.
Dan Arvan hanya diam saja memperhatikan ketiga adiknya menggunakan bahasa yang tidak dia mengerti.
Disaat mereka semu sedang sibuk berbicara menggibahin Arvan, tiba-tiba dari luar kedatangan tamu tidaj diharapkan.
"Hollaa semuanya." Ucap Arga adik Arnon yang tiba-tiba datang dari Turkey dengan seorang wanita yang dahulu diketahui sebagai wanita yang di jodohkan denganya yaitu Pricilia.
__ADS_1
"Hallo semua, hallo kakak ipar." Sapanya pada Stella.
"Hallo semua." Sapa Pricilia dengan senyuman manisnya.
"Udah brisik kamu." Ucap Arnon tegas pada adenya.
"Idih kakak galak amat dah," serunya mengejek. Lalu beralih menatap Stella." Selamat ya kakak ipar, akhirnya perjungan selama Sepuluh tahun akhirnya berbuah manis juga." Ucapnya memberikan selamat atas pernikahan kakanya itu.
"Makasih ya, kamu cepat nyusul." Ucap Stella ramah pada Arga.
"Sudah kak." Jawabnya singkat.
"Sudah apa?" Tanya Stella bingung dengan menyeritkan keningnya.
"Sudah nikah, dan ini istri aku Pricilia."jawabnya santai tanpa dosa.
"Whaaattt." Pekik Arnon dan Stella bersamaan, membuat Arvan dan Lucas langsung menutup telinganya.
"Wah parah kalian berdua bener-bener nikah gak bilang-bilang, Mamah tau gak ?" Tanya Stella penasraan.
"Apapun alasanya kamu tetap salah Arga, jika kamu tidak ingin memberi tahu Mamah, kan kamu bisa memberitahu Papah atau paling tidak kamu bisa mengabariku sebagi kakak tertuamu." Jawabnya menjelaskan pada adiknya tata cara keraman hidup.
"Its, okay, sekarang sebagi hukumanya kamu harus mengajari kak Arvan bahasa indonesia malam ini smpainya bisa, dan bsok pagi kakak akan coba memberi tahukan Mamah tentang semuanya." Ucapnya memberikan penawaran ringan.
Arga sejenak diam dan berpikir jalan apa yang harus dipilih. Dan dia langsung mengalihkan pandanganya kearah Arvan yang sedari tadi diam bermain game online di ponselnya.
"Baiklah kak, aku pilih sebagai guru bahasa indonesianya malam ini." Ucapnya menyetujui saran dari kakaknya.
"Dan kamu Pricila, kamu bisa istirahat dikamar Arga malam ini, bsok pagi baru kita bertemu dengan Mamah dan membicarakan tentang pernikahaan kalian berdua." Ucap Stella selembut mungkin dengan adik iparnya.
"Hem, baik kak." Jawab Pricilia ramah dengan senyuman indah diwajahnya.
"bene sis, ora c'è un'arga che vi insegnerà a parlare in indonesiano. Quindi diciamo tutti addio perché c'è ancora del lavoro da fare domani.(nah kak, sekarang sudah ada Arga yang akan mengajarkanmu berbicara menggunakan bahasa indonesia, kalo begitu kita semu pamit dulu ya, karna besok masih ada pekerjaan lagi." Pamit Stella lembut ke Arvan dan di jawab anggukan kepala singkat oleh kakaknya dan tanpa aba-aba mereka semua langsung berlari menuju kamar masing-masing menyelamatkan dirinya.
"Uhhh selamat." Ucap Arnon dan Stella bersamaan dan sama-sama saling memandang satu sama lain.
__ADS_1
tanpa aba-aba Arnon langsung menyerang Stella, mencium bibir istrinya dengan penuh nafsu. "Aaaahhhhh sshhhh engghhh," desah keduanya saling bertukar salivanya.
Dan seperti yang disepakati tadi siang, malam ini Stella harus memuskan nafsu suaminya.
Keesokan paginya.
Terlihat kehermonisaan dari keluargabesar Lesham, hal yang tidak pernah mereka dapatkan selama sebelas tahun ini,
Lengkap lah sudah formasi keluarga mereka, dengan kedatangan dari Arga dan juga istrinya Pricilia.
Semalam disaat Alex dan Elena tau tentang kepulangan Arga anak bungsu mereka dengan membawa seorang istri, membuat Alex langsung naik pitam memarahi anaknya yang selalu susah di atur itu.
Arvan pun sekarang sudah bisa berbicara bahasa indonesia walaupun baru sedikit, semalam Arga sampai begadang mengajarkannya, beruntung Arvan memiliki IQ yang tinggi jadi tidak susah mengajarkanya.
"Apakah kakak hari ini akan kerumah sakit menjenguk gadis itu?" Tanya Stella mengetes bahasanya Arvan.
"Ya, dan aku juga sudah menemukan rahasia terbesar suaminya, yang selama ini tidak Alana ketahui." Jawabnya sudah pasif menggunakan bahasa indo.
"Shea tidak masalah jika kakak menyukainya, tapi yang Shea mau Kakak jangan pernah sampai menyakiti hatinya, sayangi dia dan cintai dia seperti kakak mencintaku dan kak Mira." Ucap Stella penuh kelembutan dan menggengam lembut tangan kakanya.
"Ya, kakak mengerti." Jawabnya lancar.
"Cepat merried ya kak." Sahut Arga selengean.
"Baik, doakan saja ya." Balasnya dengan senyum tipis.
Visual Arga dan Pricilia.
Sedangkan disisi lain terlihat seorang pria sedang berputus asa didalam sebuah apartemenya, yang tidak lain adalah Jerry.
"Kalo wanita seperti Tara saja tidak mau menjadi pacar ku, lalu siapa yang akan mau sama aku Tuhan?" Jawabnya dengan nada yang sangat-sangat putus asa.
"Baik aku mati saja, dari pada menahan malu sudah 29 tahun belum nikah hikss.hikss." Tangisnya memelas.
__ADS_1
To be continue