
Happy Reading 👩🏼💻📖
Keesokan harinya di Mansion Lesham.
Terlihat keluarga besar itu tengah sarapan bersama, termasuk Arvan dan Lucas yang ikut masuk kedalamnya.
"Hari ini kamu mau praktek Shea?" Tanya Arvan pada adiknya.
"Iya kak, Arnon juga sudah mengizinkan aku untuk kembali bekerja, jadi gak ada alasan lagi buat aku cuti dari jadwal ku, kasihan banyak pasien yang terbengkalai." Jawabnya sambil memotong-motong roti milik suaminya Arnon.
"Nah Dear, kamu bisa makan sekarang, Habiskan ! Lalu minum Milo mu," ucapnya memberikan piring ke suaminya.
"Kenapa kamu yang memotongkan untuknya La? Memangnya dia tidak punya tangan untuk memotong rotinya itu sendiri?" Tanya Elena yang melihat Stella menantunya dari pagi seperti mengurus anak Playgrup
"Oh, ini udah biasa Mah. Selama ini kalo menyangkut masalah, memakaikan atribut kantor dari pakaian hingga kaos kakinya, tak lupa dasi dan jam tanganya, itu semua aku yang melakukanya Mah, tugasnya hanya mencari uang saja banyak-banyak." Ucapnya tersenyum menatap Arnon.
"Wah, itu sebenarnya kamu istrinya atau ibunya?" Tanya Alex sinis.
Sedangkan Arnon yang dari tadi disingung-singgung langsung mentapa tajam kearah Mamah dan Papahnya." Kenapa sih Pah? Iri bilang bos!" Ucapnya tersenyum penuh kemenangan.
"Cikh, kamu pikir hanya kamu yang bisa mesra seperti itu ha?" Balasnya sombong melirik kearah istrinya.
"Mah pakaikan jam tangan Papah dong." Pintanya dengan lembut kepada Istrinya.
Elena langsung menatap tajam kearah Alex,"Astaga sudah tuha gak ingat umur, masih mau bersaing dengan anak. Mana sini tanganya!" Jawabnya Jutex.
"Jangan galak-galak dong Zheyang, ntar aku makin cinta loh." Balasnya menggoda dengan mencolek dagu Elena.
Arnon yang melihat Papahnya sedang merayu Mamahnya, langsung berpura-pura berekspresi mau muntah. Berbeda dengan Stella yang langsung menatap bingung kearah kedua mertuanya.
Sedangkan Arvan yang berasa di tengah-tengah kedua pasangan bucin itu. Langsung memanggil Lucas.
"Lucas ayo kita pergi sekarang!" Ucapnya tegas lalu melangkahkan kakinya keluar, Menahan rasa canggung karna tidak mempunyai pasangan.
__ADS_1
Lucas yang melihat ekspresi tuanya langsung mengikuti langkah kaki Arvan.
Kedua pasangan yang tidak tau tempat itu langsung melirik satu sama lain.
"Arvan kenapa?" Tanya Elena bingung.
"Biasa Mah kelamaan Jomblo ya begitu." Jawab Stella santai menggibahi kakaknya sendiri.
"Ooohhh,begitu." Sahut Alex dengan ekspersi konyolnya.
"Ya sudahlah, Mamah harus berangkat sekarang, Mamah harus bertemu client penting nanti," Pamitnya pada suami dan Anak-anaknya.
Elena adalah seorang pengacara sekaligus notaris yang paling terkenal didalam maupun luar negara.
"Ya Papah juga, akan sangat sibuk benerapa hari ini, sebelum Arga datang menggantikan posisi Arnon, Papah harus menghendelnya terlebih dahulu." Sahut Alex yang juga berpamitan.
"Papah antar ya Mah." Ajaknya pada istrinya.
"Hemm okey." Sahut Elena.
"Dear Dear, Kamu jadi kan mau antar aku?" Tanyanya pada suaminya yang saat ini mulai meraba-raba dirinya padahal hari masih pagi.
"Hem iya sayang, mobil kamu kan masih di service." Balasnya pada Stella denga menciumi pipi istrinya dengan penuh kelembutan.
"Ya sudah ayo! Nanti aku terlambat." Ajaknya pada Suaminya yang selalu saja ingin mesum.
Arnon langsung melirik jam tangan Apple yang melingkar di tanganya yang masih menunjukan pukul 7.30am "masih pagi sayang, mumpung yang lainya sudah pergi, aku masih kangen nah." Ucapnya mulai menciumi bagian belakang leher istrinya.
"Arnon. Semalam kamu sudah buat aku gak tidur ya. Kamu sudah ambil jatah 5 kali sama pagi ini dikamar mandi. Jangan buat aku gak bisa berjalan Arnon!" Ucapnya tegas menyebutkan nama suaminya.
"Kalo gak bisa berjalan ya aku gendong lah, lagian wajar semalam aku minta banyak-banyak, kan kita pengantin baru," jawabnya santai tanpa dosa.
"Pengantin baru mprett mu sana, udah 10 tahun, udah ada anak satu pengantin baru dari hongkong, udah sana-sana ! aku biar pergi sendiri pakai mobilmu yang Buggati centodieci."
__ADS_1
"Sayang udah bangun my kukubirdnya."ucapnya penuh nafsu menciumi leher Stella dan mengelus perut mulus milik istrinya yang terekspos karna pakaian yang digunakanya sedikit terbuka.
"Arnon udah, nanti kita berdua bisa telat." Tolaknya saat suaminya itu telah berhasil bermain di gunung kembar miliknya.
"Tanggung nah sayang." Ucapnya lalu menganggakat tubuh istrinya dan mendudukanya di atas meja tepat didepanya, lalu dia melingkarkan tanganya memeluk pinggang mungil Stella dan meminum Asi dari Istrinya.
"Arnon udah nah, ini tuh sakit dari semalam kamu sedot terus, lecet tau." Tunjuknya pada Arnon memperlihatkan sedotanya lecet akibat semalam suaminya sedot tanpa berhenti sampai pagi.
"Aku belum puas nah sayang." Pintanya pada Stella dan memberi tanda kepemilikan disekitar gunung kembar istrinya, padahal di bagian belakang tubuh Stella sudah dipenuhi tanda kepemilikanya,
"Kamu itu kapan sih pernah puas?" Jawabnya sinis.
"Nah itu kamu sudah hafal aku sayang," balasnya dengan penuh nafsu.
Dan seperti biasa, mau tidak mau Stella harus melayani suaminya yang tak pernah merasakan kepuasan sama sekali, beruntungnya meskipun Arnon tidak pernah bisa menahan nafsunya sama sekali terhadap dirinya, tetapi dia tidak pernah sama sekali berpikir untuk melakukanya bersama wanita lain.
Suaminya itu tidak pernah memahami situasi dan tempat, jika memang dia ingin, dia akan melakukanya dimanapun, tanpa ada rasa malu ataupun bersalah,
Arnon terus melancarkan aksinya medkipun mereka tengah berada diruangan makan saat ini." Aaaahhhhhh.. ssshhhh sayang ini enak sekali." Rancau kenimatanya disaat lagi-lagi dia berhasil menjebol gawang tsubatsa milik istrinya dengan Kukubirdnya.
"Uuuhhhh aaahhhh ehmmmm.. ssshh eungghhhh huhhh engghh." Desah Arnon kenikmatan.
"Sshhh.. emhh Arnon." Balas Stella.
" aahahhhh ssshhhhhhhh." Teriak keduanya disaat puncak permainan morena despacitonya yang kurang lebih satu jam itu .
"Makasih ya sayang." Ucapnya memeluk tubuh Istrinya dan menciumi pipi dan kening Stella bertubi-tubi.
"Udah ah aku mau bersihkan diri dulu," ucapnya melepaskan pelukan suaminya,dan segera memperbaiki pakaianya untuk sementara dan lari ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.
Dia takut jika terlalu lama berada dipelukan Arnon, bisa-bisa suaminya itu meminta lagi jatahnya.
__ADS_1
Arnon yang melihat istri kecilnya itu berlari dengan cepat langsung tersenyum bahagia." Kamu milik ku Stella." Lirihnya pelan dengan raut wajah kebahagian.
To be continue