
Happy Reading !!
Sesampainya dirumah, mereka langsung melihat mobil sport milik Arnon terparkir sempurna dihalaman rumah.
Jangan mencari Arga. Karna saat ini dia sedang mengurus anak perusahaan di Negara Istanbul. Sebab perinkahaan Arnon dan Tenry yang mendadak, jadi dia tidak bisa datang di acara pernikahaan kakaknya.
"Kamu masuk gih ten! Samperin suami kamu dikamarnya, dan segera istirahat yah." Ucap mamah Elena.
Sedangkan Alex yang mulai tidak menyukai kehadirab Tenry, langsung terus berjalan menuju kamarnya tanpa memeperdukikan dua wanitanya g saling mendukung itu.
"Tapi mah-." Jawabnya ragu
"Tidak apa-apa sayang.bersabarlah dan terus berusaha! Mamah yakin suatu saat nanti kamu pasti bisa mendapatkan cintanya Arnon seutuhnya. Kamu mengerti kan ?"
"Iyah mah,Tenry mengerti, akan aku coba berusaha untuk membuatnya mencintaiku mah,"
"Good girl, ya sudah sana istirahat ! Jangan lupa buatkan mamah cucu yang banyak yah." Ucapnya menggoda
Tenry yang digoda dengan kalimat itu langsung tertunduk malu." I-iya mah." Jawabnya canggung.
"Ya sudah mamah tinggal kekamar ya."
__ADS_1
"Iya mah,"
Sedangkan disisi lain,seorang pria paruh baya tengah berdiri menatap sebuah background dinding ruangan kerjanya, yang sengaja dia desian khusus untuk menyimpan kenangan indah dirinya bersama sahabat baiknya Andreas papah dari Stella.
"Maafkan aku And, aku benar-benar tidak bisa menjaga perjanjian kita untuk menyatukan Arnon dan Stella. Aku tau saat ini anak kamu itu adalah Stella, meskipun Dunia tidak ada yang mengetahui jika Stella itu adalah Shea, tapi aku sangat yakin bahwa Stella adalah putrimu. Karna wajah dia sangat mirip sekali dengan istrimu Amanda, kamu pasti saat ini sedang menertawakan ku kan, karna aku begitu mudahnya dibodohi oleh Elena dan bisa percaya jika Stella tidak pernah mencintai Arnon. Karna selama ini aku hanya disibukan dengan prusahaan tanpa pernah melihat perkembangan hubungan anak-anak kita. Tapi aku berjanji sama kamu untuk yang terakhir kalinya. Jika mereka memang tak boleh bersatu, maka aku Alex dengan nyawa ku sendiri akan menjaga dan merawat putri kecilmu itu, untuk selamanya." Ucapnya menatap pada foto itu,
Sedangkan disisi dikamar pribadi milik Arnon, Tenry baru saja memeasuki kamar itu. Namun tidak melihat sosok Arnon didalamnya.
Tapi terdengar suara gemercikan air menandakan sipemilik kamar tengah mandi pada saat ini.
"Oh dia sedang mandi. Baikalah untuk langkah pertama melayani suami, aku harus menyiapkan piyama tidurnya." Ucapnya pada diri sendiri dan melangkahkan kakinya menuju lemari besar milik Arnon.
Disaat dia sedang memilih pakaian untuk suaminya. Dia tersentak mendengar suara bariton yang menakutkan, " Apa yang sedang kamu lakukan disini.?" Bentak Arnon yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggunakan boxer,sehingga terlihat tubuh kekar dan dada mulus miliknya.
"Aku apa ?" Bentaknya lagi dengan dalam mode marah,
"A-aku ingin menyiapkan piyama tidurmu." Jawabnya ketakutan
Plaaakk sebuah tamparan keras berhasil mendarat sempurna dipipi mulus Tenry, bahkan sangking kerasnya tamparan itu hingga tubuh Tenry tersungkur di lantai.
"Hiks..hiks. Apa salahku mas ? Aku hanya ingin menjadi istri yang baik untuk menyiapkan pakaianmu itu saja," tangisnya pecah menahan sakit dipipinya dan dihatinya,
__ADS_1
"Arnon. Nama ku Arnon ! Bukan mas-mas." Dia mengulang-ualng namanya. Karna dia merasa jijik dipanggil mas oleh Tenry ," mengerti !!!"
Tenry yang terisak hanya menanggukan kepalanya singkat.
Namun bukanya merasa kasihan pada istrinya." Aaarrgghhhh sakit Arnon sakit."jeritanya kesakitan karna Arnon menarik rambutnya hingga ke akar-akarnya.
"Cikh, sakit ? Ini belum seberapa! Stella jauh ngerasain lebih sakit dari pada ini. Atau kamu mau mencoba merasakan sakit yang Stella rasain ha ? Aku akan memotong urat nadi yang berada dinpergelangan tanganmu,agar kamu tau rasanya jadi Stella, mau kamu ?" Kali ini Arnon benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya, sehingga mampu menyiksa Tenry di malam pertama mereka.
"Ampun Ar, ampun.. maafin aku, Tolong lepasin aku. Sakit ." Tenry memohon agar Arnon melepaskanya.
Tapi Arnon seakan-akan sudah gelap hati karna kepergian Stella, " arrrgghhh,ampun Arnon sakit hiks.hikss." Lirihnya benar-benar merasakan kesakitan yang luar biasa karana Arnon menambah kekuatan tanganya menjambak rambut Tenry.
"Apa yang kamu pikirkan ha? Kamu ingin menikmati malam pertama denganku? Atau kamu merasa menang sekarang karna telah memiliki ku seutuhnya ha?" Bentaknya lagi benar-benar marah karna Tenry mau menikah denganya.
"Ampun Ar, sakit hiks..hiks. Maafin aku. Aku gak ada bermaksud mau memisahkan kamu dengan Stella." Lagi-lagi dia memohon agar di lepaskan oleh Arnon
Arnon yang tampan
Jangan lupa Like,Komen dan Vote karya mimin yah gengs !!
__ADS_1
Terima Kasih !!