Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 59


__ADS_3

Happy Reading !!


Setelah dia puas menangis merindukan sosok Stella, akhirnya dia bangkit dari tidurnya dan duduk ditepi tempat tidurnya,


Lagi-lagi dia berhalusinasi melihat bayangan Stella yang sedang tersenyum ke arahnya menyapa paginya."Stella, kembalilah sayang ! Aku butuh kamu." Lirihnya pelan dan lemah lalu dia berjalan dengan langkah yang gontai menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Argghhh. Uhuk .. Uhukk dia meringis kesakitan menahan sesak didadanya,


Namun dia membiarkan rasa sakit itu, dan mencoba menarik nafasnya dalam-dalam untuk menetralkan rasa sakitnya." Sedikit lagi, semuanya akan berakhir," ucapnya lemah dengan memegang dan meremas dada merupakan pusat jantungnya yang sakit." Sepertinya hari ini aku ingin bertemu dengan Nara," ucapnya pelan, dan langsung mencepatakan durasinya untuk bersiap-siap kerumah Nara yang dirindukanya saat ini,


Skipppp


Saat ini dia telah berada di suatu tempat, dimana dia bisa bertemu dengan Nara,


"Hallo sayang anak Papah, Apa kabar?" Sapanya pada sebuah batu nisan kecil didepanya.


"Maaf ya sayang, kali ini Papah datang kesini sendirian sayang, Papah tidak membawa Mamah ikut serta disini,arghhh ." Lagi-lagi dia menahan sakit di dadanya, namun dia berusaha untuk tersenyum di hadapan Nara, putri kecilnya bersama Stella,

__ADS_1


"Mamah sedang marah besar sama Papah Nara, dan sepertinya ini akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk membujuk Mamah agar mau memaafkan Papah sayang. Nara bisa tidak, bantu Papah untuk membuat Mamah kembali kesini ? ,bersama kita sayang," ucapnya dengan memeluk batu nisan putrinya,


"Nara tau jelaskan, bahwa kalian berdua adalah sosok wanita yang terpenting dalam hidup Papah, kalian berdua adalah wanita terhebatnya Papah. Tapi sekarang Papah harus kehilangan kalian berdua, rasanya Papah ingin sekali ikut bersama Nara disana. Tunggu Papah disana ya sayang, tidak lama lagi kita pasti akan bertemu,Papah akan menemani Nara bermain disana. Selama ini Papah tau Nara kesepian kan disana sayang. Argghhhh. Liat Nara, jantung Papah udah mulai melemah, tapi Papah masih bisa menahanya untuk bertemu dengan Mamah untuk terakhir kalinya.


Gludukk.. Gludukk suara guntur berbunyi, menandakan hujan yang akan datang.


"Sayang sudah mau hujan, Papah pulang dulu ya, besok Papah akan datang lagi, menemani Nara. See you sayang," ucapnya berpamitan pada batu nisan Nara dan melangkah pergi dari sana,karna langit sudah mulai mendung,


Namub baru beberapa langkah dia berjalan, lagi-lagi dia merasakan sakit yang sangat hebat didadanya." Argghh.. uhuk.. uhukk.. shitt ." Dia benar-benar kesakitan saat ini hingga,


Brukk dia terjatut pingsan di depan kuburan Nara,


"Arnon,.. Arnon ." Pekiknya memanggil dikamarnya namun tidak ada sahutan sama sekali." Kemana dia ?" Gumam Alex yang tidak mendapatkan sosok putranya didalam kamar,


Dan dia langsung melangkah turun kelantai bawah rumahnya." Bi.. bi ." Teriaknya lagi memanggil kepala pelayan dirumahnya.


Dengan berlari bi Salmah segera memenuhi panggilan Alex ," saya tuan besar." Ucapnya menunduk hormat.

__ADS_1


"Dimana Arnon,? Tanyanya pada kepala pelayan rumahnya,


"Tuan muda pertama sudah keluar dari satu jam yang lalu Tuan besar, dia terlihat buru-buru bahkan tidak sarapan terlebih dahulu." Jawab bi Salmah,


"Apakah dia memakai setelan kantor ?"


"Tidak Tuan besar, saya tadi melihat Tuan muda pertama hanya menggunakan pakaian casual bewarna hitam serta- " jawabnya terputus takut mengucapkanya.


Alex yang melihat kegugupan dari oelayan rumahnya, langsung menyeritkan dahinya." Serta apa ? Bicara yang jelas." Tegasnya tidak ingin bertele-tele.


"Saya tadi melihat wajah Tuan muda pertama yang sangat pucat Tuan besar, dan sesekali dia memberhentikan langkahnya memegang dadanya,seperti menahan sakit Tuan besar." Bi Salmah mencoba menyampaikan apa yang terjadi pada Alex.


Ketika mendengar jawaban dari bi Salmah, Alex segera mengambil ponselnya yang berada disaku celananya.


"Hallo, cepat cari keberadaan Arnon sekarang !" Perintahnya tegas pada anak buahnya.


Jangan lupa tinggalkan jejak Like,Komen dan Vote Mimin sebanyak-banyaknya ya gengs ku.

__ADS_1


Terima kasih 🙏🏻🙏🏻


__ADS_2