
Happy Reading 👩🏼💻📖
Setelah mematahkan tangan Jordan tadi, Arnon saat ini tanpa rasa bersalah malah mencium dan memeluk tubuh Stella di depan kakak iparnya Arvan dan Alana,
"Arnon cukup, ini tempat umum." Ucapnya tegas pada suaminya.
Stella yang melihat Alana sedang menundukan kepalanya, akhirnya memilih mendekat kearah wanita yang baru dua hari dikenalnya itu.
"Alana, aku tau kamu sangat mencintai suami kamu, tapi kamu harus tau, bahwa dicintai itu jauh lebih indah dari pada mencintai, dan aku harap kamu sadar setelah melihat apa yang dilakukanya kepadaku, mungkin aku bisa melawanya tapi jika itu terjadi sama kamu, aku gak yakin kamu bisa." Ucap Stella selembut mungkin.
Lalu dia menarik nafasnya dan menghembuskanya dengan perlahan." Alana ikutlah dengan Kakak ku Arvan, kamu harus banyak belajar bagaimana menjadi seorang wanita yang kuat."
"Tap- ." Ucap Alana ragu.
"Masa depan kamu masih panjang Alana, kamu masih muda, kamu berhak mendapatkan kebaagiaan." Lirih Stella lagi memberikan pengertian kepada Alana.
Alana menjawabnya dengan menggukan kepalanya singkat dan memberikan senyuman tipisnya sebagai jawaban.
"Oh ya Alana, perkenalkan ini suamiku Arnon." Ucapnya memperkenalkan suaminya yang saat ini sedang memeluk pinggang mungilnya.
Alana langsung tersenyum dan menunduk singkat untuk menghormati Arnon.
"Jangan mengagungkan ku seperti itu, aku bukan Arvan yang gila akan kehormatan." Seru Arnon bercanda langsung mendapatkan tatapan tajam dari Stella yang tidak terima jika Arvan di ejek olehnya.
"Malam ini jangan tidur dikamar!" Ancamnya langsung melangkah meninggalkan Arnon,
"Sayang kok gitu, aku gak bisa tidur kalo gak peluk kamu.
"I dont't care." Ketusnya terus berjalan.
Arnon tak kahabisan akal untuk mengembalikan mood istrinya yang rusak hari ini.
Dia segera menelpon seseorang untuk menjalankan rencanya.
Kebetulan hari ini adalah hari Valentine, dia ingin memberikan kehutan untuk istri tercintanya.
Tak menunggu waktu lama, semua yang dipesanya tadi udah sampai di tanganya saat ini.
Dia memberikan kado untuk Stella sebuah Farfum mahal kelas Dunia Jo Malone. Yang khusus digunakan untuk Stella, maka dari itu Arnon selalu mengenali bau tubuh istrinya, sebab dialah yang selalu membelikan farfum untuk istrinya gunakan.
Karna Stella tidak seberapa menyukai bunga, akhirnya dia memilih balon sebagai pelengkap rencanya.
Tokk..tokk..tokk Arnon mengetuk pintu ruangan Stella tanpa bersuara sedikitpun
__ADS_1
"Masuk." Sahut Stella dari dalam.
Arnon langsung membuka pintu itu dan melepaskan beberapa balon yang dipegangnya hingga bertebaran diseluruh ruangan kerja Stella,
"Waaah keren." Seru Stella melihat balon-balon yang bertebaran.
Dan tak lama Arnon masuk dengan memegang satu balon yang besar dan bag yang isinya kado untuk Stella.
"Happy valentine sayang." Ucapnya mendekati Stella lalu mencium kening istrinya.
"Dear Dear, makasih ya." Balasnya memeluk tubuh Arnon.
"Sama-sama sayang, semoga cinta kita seperti mereka yang abadi, sehidup semati bersama selamnya." Ucap Arnon penuh harapan.
"Aku ingin tumbuh tua bersama mu, dan aku ingin mati di dalam dekapan hangatmu,aku ingin selalu melihat mata indahmu ini menatapku dengan penuh cinta, aku ingin selalu bersamamu,melakukan semuanya bersama-sama.." ucap Stella penuh kelembutan dengan masih berada didalam dekapan hangat suaminya.
"Satu hari aku tanpa senyumanmu, membuatku sangat frustasi, tapi sekarang aku tau betapa berartinya untukmu tetap berada disini bersamaku, hari demi hari waktu yang kita lewati bersama, akan membuat cinta kita semakin kuat," balas Arnon dengan penuh rasa cinta didalam dirinya yang hanya diberikan untuk Stella.
Disisi lain disebuah restoran, tengah duduk berdua pasangan yang baru saja bekenalan lewat aplikasi perjodohan online.
"Hallo, maaf saya baru sampai, kamu udah nunggu lama ya?" Tanya Jerry selembut mungkin.
"Benarkah, aku pikir kamu sudah lama, oh ya perkenalkan aku Jerry." Serunya memperkenalkan diri.
"Saya Vindy kak." Jawab wanita yang baru saja kenalan dengan Jerry.
"Vindy nama yang indah." Rayunya recehan.
"Kakak bisa saja." Balasnya menampilkan senyum indah.
Cukup lama mereka mengobrol tentang apa saja yang ingin mereka ketahui, tanpa sadar saat ini waktu sudah malam. Dan mereka bergegas untuk pulang.
"Terima kasih ya buat waktunya malam ini." Sahut Jerry canggung.
"Sama-sama kak." Balas Vindy lembut.
"Ini saya ada hadiah buat kamu," Jerry memberikan sebuah bag kecil untuk Vindy.
"Terima kasih banyak ya kak, jadi ngerepotin." Tandasnya setelah mendapatkan hadiah dari Jerry.
"Enggak masalh kok, oh ya kamu pulang naik apa?" Tanya Jerry dengan wajah sok ganteng.
__ADS_1
"Saya naik taxi Online aja kak,"
"Saya antar ya." Tawarnya cari kesekpatan.
"Gak usah kak, saya naik taxi online saja." Tolaknya halus.
"Saya antar aja."
"Tidak usah repot-repot kak,"
"Oh ya sudah kalo kamu gak mau gpp kok, tapi lain kali kita bisa ketemu lagi kan?" Tanyanya serius.
"Iya kak bisa." Jawabnya canggung.
"Baiklah kalo begitu, bye-bye." Jerry menatap kepergian Vindy dengan rasa tidak enak.
Setelah dia berbalik arah ingin mengambil mobilnya.
Tiba-tiba dia mendengar suara jeritan wanita."Tolong..tolong." Teriak wanita itu yang tak lain adalah Vindy,
Jerry langsung berbalik dan melihat Vindy sedang berebutan tas dengan seoarang penjahat.
"Woy." Teriak Jerry lantang,
"Apaa." Jawab penjahat itu sinis dengan wajah sangarnya.
Jerry langsung mengeluarkan jurus-jurusnya meninju kearah angin, lalu dia salto jungkir balik baginya ini adalah memperlihatkan kemampuanya Pada Vindy dan penjahat itu.
Namun karna terlalu banyak gaya, akhirnya dia lelah sebelum bertarung, dan membuat penjahat itu langsung memukul bagian belakangnya. "Aduh." Pekiknya sakit.
"Tolong...tolong." Teriak Vindy lagi.
"Woy jangan kamu gangu pacarku!" Ucapnya tegas pada sang penjahat.
"Maaf kak, kakak hanya ku anggap teman saja." Jawab Vindy ditengah-tengah kepanikan dan langsung membuat wajah Jerry menjadi emosi.
Jerry langsung memasnga mode acuh, penuh emosi mendengar jawaban dari Vindy. "Terserah om mau apakan dia deh." Tutur Jerry ketus, tanpa memperdulikan nasib Vindy.
Tak lupa sebelum pergi dia mengambil lagi kado yang tadi diberikanya pada Vindy.
Lalu dia berjalan tanpa perduli sedikitpun dengan Vindy dan si penjahat.
to be continue
__ADS_1