
Happy Reading 👩🏼💻📖
Setelah memandikan adiknya tadi, Arvan langsung pergi keruang Kerja milik Arnon, dia menyerahkan Stella diurus sementara oleh Elena dan beberapa pelayan karna saat ini ada hal penting yang harus di urusnya terlebih dahulu,
Dan terlebih Asisten pribadinya Robert dan Gina ahli ITEnya yang sangat gesit dalam mendapatkan informasi atau bocoran apapun, saat ini telah berada dihadapanya.
Arvan sengaja mendatangkan Robert untuk mencari informasi tentang kematian Arnon yang sebenarnya. Karna dia sangat yakin jika adiknya Stella tidak akan pernah salah dalam mengenali seseorang, terlebih lagi ini suaminya sendiri dan itu sangat-sangat membuatnya penasaraan saat ini.
"Katakan!" Perintahnya tegas pada Robert dan Gina yang saat ini sudah menunduk dihadapanya.
"Setelah kami mendapatkan kabar kematian Tuan Arnon, saya langsung melacak posisi cincin Pernikahan yang anda ciptakan khusus untuk Princess Shea dan Tuan Arnon, dimana didalamnya cincin tersebut, sudah anda letakan Gps yang bisa dilacak dalam keadaan apapun lewat detak nadinya." Gina menjelaskan dengan pandangan yang di aplikasikan dikomputernya sambil mencari informasi lebih lanjut.
"Dan setelah kami mengaktifkan notifikasinya, kami benar mendapatkan signal nadi yang masih bisa terbaca oleh cincin itu, yang menandakan bahwa Tuan Arnon saat ini masih hidup." Sahut Robert dengan sorot mata penuh keyakinan.
Arvan yang mendengar jawaban itu, langsung menampilkan wajah terkejutnya." Lanjutkan." Tandasnya penasaraan dengan informasi yang didapatkan itu.
Robert dan Gina langsung menatap bersamaan, mengumpulkan keyakinan untuk menyampaikan kebenaranya. Dan tak lama saling menatap mereka langsung menganggukan kepalanya perlahan sebagai keberanian yang besar.
Gina langsung membuka Laptopnya dan memperlihatkan beberapa gambar yang semakin membuat Arvan terkejut saat ini.
"Disaat kami melacaknya, kamu berhasil menemukanya disebuah kelinik kecil, yang lumayan jauh dari tempat kejadian itu. Dan kami mencoba mencari informasi kembali, dan menemukan seorang wanita paruh baya yang menyelamatkan hidupnya." Ucapnya menunjukan Foto-foto yang telah diambilnya tadi disaat menemukan Arnon yang asli.
__ADS_1
"Tunjukan." Perintah Arvan yang langsung di anggukan oleh Gina.
Robert langsung memberi perintah kepada bawahanya untuk membawa wanita tua itu masuk menghadap pada Lord Arvan.
"Ini dia wanitanya Lord." Seru Robert menunjukan wanita tua yang saat ini sedang melangkahkan kakinya masuk.
Pandangan Arvan saat ini benar-benar tidak lepas dari wanita Tua itu. Dia benar-benar serius membaca informasi saat ini.
Dia bukanlah orang biasa, dia Adalah Arvan Manopo, pengusaha Dunia terkaya nomor 1 penguasa Dunia tekhnologi. Sekecil apapun informasi dengan mudah dia akan bisa mendapatkanya.
"Siapa anda?" Tanyanya pada saat wanita itu tengah berlutut hormat kepadanya.
"Nama saya suryati Tuan, " jawabnya wanita yang perkirakan berusia 60 tahunan itu penuh ketakutan.
Gina yang mendapatkan signal dari Arvan, langsung mendekat kearah wanita tua itu. "Ibu jangan takut. Ceritakan apa yang ibu alami dan bagaimna caranya ibu bisa menyelamatkan nyawa tuan muda kami." Ucapnya lembut menenangkan suryati yang takut melihat Arvan.
Disaat mendengar suara lembut Gina. Bu Suryati perlahan menatap Arah Gina meminta dukungan untuk berkata jujur dan langsung di balasan senyuman lembut oleh Gina.
"Saya menemukanya tidak jauh dari lokasi kejadian, sepertinya disaat itu dia berhasil melompat dari mobil itu sebelum mobil itu bertabrakan secara beruntun. Saya mendapatkan tubuhnya di tepi jurang yang lumayan dalam, dan dipastikan jika tidak dilihat dengan baik, siapapun tidak akan ada yang busa melihat tubuh pria itu." Ucapnya Jujur dengan menundukan kepalanya.
Arvan yang mendengar jawaban itu langsung menyeritkan dahinya bingung." Lalu apa yang kamu lakukan disana? Mengapa kamu bisa sampai masuk kejurang itu dan menemukan adik saya?" Dia mulai penasaraan dengan jawaban yang sepotong-potong seperti ini.
__ADS_1
"Saya adalah seorang pemulung jalanan Tuan, saya mencari dedauna yang bisa saya gunakann sebagai bahan makan yang bisa saya ambil untuk dimakan, dan disaat saya mau mengambil daun itu, saya tidak sengaja melihat tubuh Pria itu telah tidak sadarkan diri, disaat saya mencoba meminta pertolongan, seperti biasa orang lain tidak akan pernah menanggapi orang kecil seperti saya ini."
"Saya berusaha mengangkat tubuh pria itu dengan kekuatan saya yang sudah tua ini, saya memasukanya kedalam gerobak saya dan dengan sekuat tenaga saya mendorongnya hingga sampai didepan klinik, karna saya hanya mampu membiayai dan menolongnya dengan ke klinik biasa Tuan, saya tidak mampu jika harus membawanya kerumah sakit besar." Tangisnya ibu suryati pecah disaat menceritakan tentang kepahitan hidupnya.
"Lalu bagaimana keadaan adik saya saat ini?" Tanyanya tegas ingin mendapatkan jawaban yang sangat detail.
"Seperti yang diketahui Lord, tubuhnya semakin lemah saat ini, dan dia juga harus melakukan oprasi transplatasi jantungnya segera." Sahut Gina yang selalu sibuk dengan Ipad ditanganya.
"Bawa dia ke Markas sekarang! Cepat hubungi Lucas untuk membawakan Jantung untuk Arnon! Dan bawa seluruh Dokter terbaik diDunia ini, untuk menyelamatkan hidup adik ku." Titannya tegas Pada Robert.
"Baik Lord" jawabnya hormat menudukan kepalnya.
"Gina tahan wanita ini, raih informasinyang sebenarnya,aku tidak ingin ada konspirasi besar saat ini."
"Baik Lord." Sahutnya ingin melangkahkan kakinya, namun dia teingat akan sesuatu dan kembali menatap Arvan.
"Maaf Lord, apakah informasi tentang Tuan Muda Arnon yang masih hidup saat ini, akan anda beritahu kepada Princess Shea?" Tanyanya ragu menatap kearah Arvan yang saat ini sedang terduduk memejamkan matanya, menahan beban yang besar.
"Tidak, aku mau informasi ini cukup kita yang tau dulu, aku tidak ingin Shea tau, sebelum kita mendapatkan informasi yang jelas dari kondisi Arnon saat ini, aku tidak ingin memberikan harapan palsu pada adik ku, jika disaat nanti ketika oprasi nyawanya tidak terselamtakan. Maka aku tidak perlu berusaha memberi alasan terbaik menyembuhkan luka hatinya. Saat ini dia sudah terluka, maka biarkanlah dulu semua itu berlanjut, itu akan mebuatnya perlahan mulai ikhlas. sampai saat Tuhan memberikan keajaiban untuk Arnon kembali padanya." Jawabnya dengan ketenangan.
"Siapakan semuanya,dalam waktu 24 jam aku akan pergi ke Markas." Titahnya lagi tegas.
__ADS_1
"Baik Lord." Jawab Gina menunduk Hormat, lalu melangkah keluar dengan membawa wanita tua itu yang sedikit disulap menjadi ibu sosialita, agar tidak di curigai oleh Alex sekeluarg.
To be continue.