
Happy Reading π©π»βπ»π
"Kamu baru pulang La?" Tanya Elena yang melihat Stella baru saja memasuki Rumah.
Stella yang mendengar suara mertuanya itupun langsung menghentikan langkahnya dan menengok kearah Elena.
"Iya mah, Stella baru pulang. Tadi karna mengantar anak-anak siang, jadi Stella harus menyelesaikan pekerjaan yang tertunda terlebih dahulu."
"Oh seperti itu, lalu mengapa mata kamu bengkak? Kamu habis nangis ya," tanya Elena lagi yang kali ini fokusnya pada Mata Stella.
"Tidak mah, Stella tidak menangis, mungkin ini karna kelelahan saja. Ucapnya berbohong.
"Stella kamu bukanlah tipe yang suka berbohong! Katakan sama Mamah, ada apa ? Tanyanya khawatir jika setiap melihat Stella menangis.
"Iya Mah. Beneran gak ada apa-apa, Stella baik-baik aja kok." Balasnya berusaha meyakinkan mertuanya.
"Ya sudah jika memang tidak ada apa-apa, Mamah bisa tenang, tapi nanti jika ada sesuatu kamu bilang sama Mamahnya." Kata Elena dengan penuh kelembutan.
"Terima kasih Mah," Ucap Stella sambil memeluk tubuh Elena.
"Iya sama-sama sayang." Balas Elena menyambut pelukan hangat itu.
"Oh ya Stella, kamu ingatkan jika besok afalah hari ulang tahun perusahaan Lesham." Ucap Elena mengingatkan Menantunya.
Sontak saja Stella terkejut karna dia benar-benar lupa sama hari penting besok, "astaga Mah, Stella lupa." Jawabnya dengan wajah yang datar dan melepas pelukan mereka
"Kebisaan kamu La." Balas Elena dengan senyuman.
__ADS_1
"Maaf mah, ya sudah kalo begitu Stella may siapkan keperluan anak- anak besok. Dimana mereka sekarang Mah?" Tanyanya pada mertuanya mencari sosok anak-anaknya.
"Sedang belajar dikamar bersama dengan Arga dan Pricilia."
"Yakin belajar?" Jawbanya ragu.
"Entah, seingat mamah tadi liat mereka sedang belajar."
"Ayo kita cek mah." Ajaknya menarik tangan mertuanya dan menuntun kearah Ruang belajar Khusus di Mansion itu.
Dan dengan mengendap-ngendap Stella membuka pintu itu perlahan, dan benar saja jika manusi didalam masing-masing sedang bermain ponsel dan ipadnya.
Aiden yang bermain mobile legends, Airein yang bermain roblox, Arga yang bermain pubgs dan Pricillia yang sedang bermain tik-tok.
"Liatkan mah, ini yang disebut namanya belajar." Serunya yang sedari awal sudah ragu pada dua orang dewasa itu.
"Tidak perlu Mah," sahutnya menutup pintu kembali.
"Tapi La, ini tidak bisa di diamkan, anak kurang ajar itu bukanya memberi contoh yang baik malah asik bermain.
"Mamah liat ini! Uhuk..uhuk.uhukk." Suara batuk Stella yang sengaja di buat nyaring.
Lalu dia membuka pintu kembali, dan benar saja mAnusia yang sibuk bermain game.kini seketika langsung memegang buku masing-masing.
"Wah Paman Arga baik sekali mengajarkan Aiden dan Airein belajar." Ucap Stella memuji Arga yang berpura-pura menjadi guru dadakan.
"Iya dong kak, aku kan Paman yang baik, jadi aku harus bisa dong di andalkan saat seperti ini." Jawabnya penuh kebanggaan.
__ADS_1
Elena yang sedari tadi mendengar jawaban bohong anaknya itu rasanya pengen sekali menimpuk kepalanya itu.
"Ya sudah, sekarang Aiden dan Airein pergi tidur ya sayang, besok kita ada acara penting jadi harus menyiapkan stamina yang besar." Serunya memberitahu anak-anaknya untuk tidur lebih awal.
"Baik Bubu," jawabnya serentak lalu segera bergegas pergi masuk ke kamar, setiap saat mereka selallu tidur bertiga, kedua anaknya itu tidak bisa berjauhan dari ibunya. Katanya mereka akan berani tidur di kamar masing-masing nanti ketika Paponya sudah dikembalikan oleh Tuhan.
Dan Stella hanya membiarkan saja, terserah anak-anaknya mau tidur dimana pun sama saja.
"Good night sayang." Balasnya mencium kepala dan kening Aiden dan Airein,
"Selamat malam Bubu." Sahut keduanya dan melangakah masuk.
Setelah memastikan kedua anaknya tidur, dia langsung melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang terasa lengket.
***************
Selepas mandi, Saat ini dia tengah duduk di ruang santai, sambil menikmati majalah edisi terbaru. Dia tidak bisa tidur, karna selalu teringat dengan kejadian Austin melamarnya.
Sungguh dia bukan tidak ingin membuka hati pada orang lain, hanya saja keyakinan hatinya masih sangat besar jika suaminya akan kembali namun entah kapan.
"Aku bukan tidak ingin membuka hatiku untuk kamu, aku sangat mencintainya namun apa yang harus aku katakan jika takdir memisahkan kami saat ini. Dan kehadiranmu selama lima tahun ini, memang banyak mengobati rasa rinduku denganya. Wajahmu yang begitu mirip dengan Arnon, kamu menyembuhkan sakit jiwa yang ada didalam diriku ini. Aku berharap semoga kamu mendapatkan penggantinku didalam hatimu suatu saat nanti." Ucapnya menatap foto suaminya dan berharap yang terbaik untuk Austin.
To be continueπβΊοΈ
Jangan lupa,like,komen, vote dan hadiahnya ya πππ»ππ»
__ADS_1