Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 90


__ADS_3

Happy Reading πŸ“–πŸ‘©πŸΌβ€πŸ’»


"Oh marga abang itu Morsinaga." Jawabnya asal.


Guuuubbbbraaaaakkk semua yang mendengar jawaban asal dari Jerry langsung menepuk keningnya pusing.


"Sejak kapan Morses bisa berubah jadi Moresinaga?" Tanya Arnon pada Stella bingung dengan jawaban Jerry.


"Hanya Jerry dan tuhan yang tau jawabanya." Jawab Stella santai.


"Apa kalian sudah selesai berbicara? Jika belum maka lanjutkan diluar!" Ucap Lucas dengan suara dinginya.


Sontak langsung membuat Jerry dan Friska yang sedari tadi berbicara itu terdiam.


"Lanjutkan!" Perintah Lucas pada Friska.


Friska langsung menjawab dengan menganggukan kepalanya singkat." Baik Tuan." Jawabnya singkat.


"Saya datang kesini atas perintah dari Tuan Muda Arnon untuk membawa surat asli dari kepemilikan Prusahaan KBH.Bdn Pak, untuk menyerahkanya pada Tuan Jerry sebagai pemilik selanjutnya." Ucap Friska menjelaskanya pada Kenan sebagai pemilik Prusahaan.


Kenan langsung menatap kearah Arnon untuk meminta jawaban.


Sedangkan Arnon yang ditatap tajam oleh kakak sepupunya itu langsung mengedikan bahunya singkat tanda ketidak pedulianya.


Kenan sebenarnya sangat tau jelas bagaiamana kedudukan dari Adik sepupunya itu. Dibandingkan perusaahaan Halim dan Miliknya, yang berada jauh dibawah mereka.


Tetapi dia ragu pada saat ini, apa yang akan dikatakan keluarganya jika dia berada dipihak keluarga Lesham, sedangkan Dirgantara sangat membenci Alex,


Karna Alex lah Elena keluar dari rumah, padahal sudah jelas dulu Dirga melarang putrinya itu untuk menjalanin hubungan terlarang dengan Alex, dikarenakan agama yang mereka anut sangat berbeda.


Namun bukanya mendengarkan orang tuanya Elena malah memelih pergi dan masuk kedalam Agama Alex, dan membuat Dirga sangat membenci Alex yang dianggap membawa pengaruh buruk bagi putrinya,


Dan sebenarnya hal demikianpun juga terulang pada Kenan. Dia mencintai Valen yang berbeda agama denganya. Namun seakan tidak memperdulikan larangan dari Kakeknya Dirga, dia masih terus menjalin hubungan dengan Valen, dia tidak bisa meninggalkan wanita yang sangat dicintainya itu.


"Bagaiamana keputusanmu Kenan?" Tanya Arvan sekali lagi.


"Maaf aku tidak bisa." Jawabnya dengan menundukan kepalanya.

__ADS_1


"Jika kamu tidak bisa, lalu kamu mau membiaya hidup Valen dengan perusahaanmu yang sekecil itu ha?" Tanya Lucas yang mulai tersulut emosi.


"Apa alasanmu menolak permintaankami?" Tanya Arvan tegas.


"Saya sangat ingin bergabung dalam kendali perusahaan Cyberaya dan juga Lesham, namun Om Alex dan Tante Elena pasti sudah tau jawaban dari penolakan saya ini." Jawabnya menatap Alex dan Elena.


"Apa kamu takut dengan Dirga ?" Tanya Alex dengan menampilkan senyuman tipisnya.


"Siapa Dirga Pah? Dan kenapa mesti takut padanya?" Tanya Arnon yang belum mengetahui sosok Sang Kakek.


"Kakek Dirgantara itu adalah kakek kita Arnon, Orang tua dari Tante Elena dan Papahku." Jawab Kenan yang akhirnya Jujur mengenai kelurga Halim.


Selama ini Alex dan Elena tidak pernah menjelaskan jika dia masih mempunyai Kakek, sedangkan dia hanya mengetahui Kenan dan Austin bersepupu denganya tanpa mengetahui dan mengenal orang tuanya, karna Alex melarang semua itu, dia tidak ingin jika kelurga Halim bertemu dengan Arnon, maka mereka akan membicarakan hal buruk tentangnya.


Arnon tidak pernah mencari tau tentang keluarga Halim juga karna larangan dari Alex, namun seperti biasa Arnon memang tidak perduli dengan orang lain meskipun masih berstatus keluarga,


"Oh." Jawabnya singkat dan cuek tanda ketidak perdulianya.


"Kenapa kamu mesti takut padanya ?"tanya Stella yang juga baru mengetahui sosok Dirga.


"Aku tidak takut padanya, hanya saja aku tidak ingin mereka merasa aku berada di pihak keluarga Lesham di banding keluarga Halim." Jawabnya datar.


Sedangkan Elena sedari tadi sudah menahan keringat dingin yang mengalir ditubuhnya akibat kegugupannya mendengar nama Dirga yang merupkan Ayahnya yang sudah 29 tahun tidak pernah dia jumpai.


"Ini semua akibat perseturuan Dua keluraga Lesham dan Halim Nak." Jawab Alex dengan suara yang melembut.


"Maksudnya perseturuan apa Pah?" Tanya Arnon bingung.


Flashback On


Disebuah Rumah besar milik Keluarga Halim, terlihat tengah terjadi sebuh perdebatan besar antara Putri rumah itu dengan Tuan besar.


"Stop Elena! Jangan pernah kamu menguji kesabaran Papah! Kamu dan dia tidak akan pernah mungkin bersatu! Ingat Salib yang berada di lehernya tidak akan pernah bisa Menyantu dengan Tasbih di tangan kita."


"Aku mencintainya Pah! Aku tidak bisa meninggalkanya karna saat ini aku sedang hamil anak Alex Pah, Elena mohon restuilah kami hiks..hikss." Ucapnya memohon restu dari Papahnya.


"Gugurkan Janin itu, Papah tidak sudi mempunyai pewaris yang memiliki darah dari agama lain." Ucap Dirga Tegas menolak cucu yang tengah dikandung oleh putrinya Elena Yang merupakan hasil hubunganya dengan Alex

__ADS_1


"Pah, ini tuh manusia Pah, anak Elena juga ingin hidup dan dilahirkan," jawbanya menolak perintah Papahnya untuk mengugurkan Babynya.


"Bodoh, apa kamu sadar jika bayi yang kamu lahirkan nanti itu hanya akan membawa mala petaka bagi keluraga kita ha?" Bentaknya Pada Elena yang terus-terusan melawanya.


"Sudah Pah, tenanglah dia anak kita." Ucap Maria Mamah dari Elena.


"Bagaimana Papah bisa tenang Mah, anak ini menjalin hubungan dengan Pria yang tak seagama dengan kita, bahkan sampai hamil seperti ini. Mamah tau jelaskan bahwa itu sangat-sangat tidak dibenarkan didalam agama kita untuk melakukan hubungan suami istri sebelum pernikahaan, mau di taruh dimana wajah Papah ini Elena." Pekiknya hilang kesabaran pada Putrinya.


Bahkan saat ini terlihat Dirga meneteskan air matanya, sakit hati yang sangat dalam dia rasakan anaknya menjadi wanita seperti ini, anak yang dia rawat dengan kasih sayang, anak yang dia besarkan dengan keagamaan yang kental, sekarang malah salah jalur mencintai bahkan melakukan hubungan terlarang dengan pria yang berbeda keyakinan denganya.


"Jika kamu masih ingin mempertahankan Janin itu, maka kamu pergi dari rumah Papah! Dan jangan pernah kamu injakan kaki mu disini. Apalagi menanggapku sebagai orang tuamu." Ancamnya agar Elena menurutinya.


"Papah hikss, sadar Pah, Dia putri kita pah, anak wanita kita satu-satunya hikss..hikss bayi itu tidak berdosa Pah jangan bunuh dia! Papah bukan orang yang kurang berilmu, dan tau jelas bahwa menggurkan suatu Janin itu adalah dosa besar." Ucap maria memperingatkan.


Namun Dirga sama sekali tidak mengindahkan pringatan dari istrinya, dia terus menatap tajam pada Elena.


"Baik jika itu keputusan Papah, maka mulai detik ini Elena akan pergi dari rumah ini dan Elena tidak akan pernah kembali meskipun dalam keadaan sekarat sekalipun, Elena tidak akan pernah menyebutkan nama Papah sebagai wali Elena." Jawbnya penuh keyakinan.


"Elena! Sudah nak cukup. Jangan kamu tanggapin perkataan Papah, tadi di hanya emosi saja." Sahut Maria yang tidak ingin suasanaya semakin Runyam


"Maafkan Elena Mah, seperti yang Papah bilang tadi, dan Elena akan lebih memilih Bayi Elena dan juga Alex. Selamat Tinggal Mah." Ucapnya memeluk Tubuh Maria sejenak lalu melangkahkan kakinya pergi untuk selamanya.


Dirga yang melihat kepergian putrinya benar-benar marah pada Alex yang di yakini banyak menghasut Putrinya hingga lebih memilih Bayinya dan Alex di bandingkan hidup bersama Papahnya.


"Lihat saja Alex, aku akan membencimu hingga keturanan terakhirmu tidak akan pernah menjadi keturunan dari keluarga Halim." Dirga mengucapkan Sumpah dengan alam sadarnya.


Semenjak kepergian Elena, Maria menjadi sakit-sakitan dan akhirnya meninggal.


Dan disaat Maria meninggal, Elenapun enggan untuk datang, karna kebencianya terhadap Papahnya yang memaksanya menggugurkan kandunganya.


Dan membuat kebencian diantara keduanya semakin bertambah. Hingga sampai detik ini.


Flashback Off


"Cihhhhh, aku tidak akan pernah mengakuinya sebagai Kakek ku!" Jawab Arnon emosi karna cerita dari Elena yang menyatakan bahwa Dirga menolak kehadiran Arnon di Dunia ini.


Visual Dirghantara Bunayyahalim

__ADS_1



Jangan lupa Like,komen dan Vote ya gengs😘


__ADS_2