Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 53


__ADS_3

Happy Reading !!


Di sisi lain, Dokter telah selesai memeriksa keadaan Tenry.


"Bagaimana keadaaan menantu saya Dok?" Tanya Elena yang tidak berhenti mengkhawatirkan kondisi Tenry.


"Luka ditubuhnya cukup parah nyonya. Dia harus dibawa kerumah sakit secepatnya! Sebelum luka-luka itu terifrksi dan menjadi semakin parah.


Elena yang mendengar penjelasan dari Dokter itu langsung menghembuskan nafasnya kasar."Baiklah saya akan membawa dia keRumah Sakit sekarang." Jawab Elena lemah.


"Jika begitu saya permisi pamit dulu nyonya."Dokter wanita itu berpamitan sambil menundukan kepalanya hormat,


"Hem." Jawabnya singkat


Setelah mendapatkan jawaban yang singkat dari nyonya Elena dia langsung melangkahkan kakinya keluar dengan di antarkan oleh pelayan rumah itu.


"Pelayan."!Pekiknya memanggil seluruh pelayan dirumahnya."Kami nyonya." Jawab seluruh pelayan ketika telah sampai dihadapan sang majikan,

__ADS_1


"Siapkan mobil sekarang! Dan bantu saya membawa menantu saya kerumah sakit sekarang!" Perintahnya dengan tegas dan mutlak, "Baik nyonya." Sahut para pelayan yang berada disitu.


"Dan kamu salmah, pergi beritahu suami dan anak saya, bahwa Tenry akan saya bawa keRumah Sakit,"perintahnya dengan wajah benar-benar panik,


"Benar-benar ketarlaluan mereka berdua bisa-bisanya mereka enak-enakan tidur disaat menantunya dan istrinya kritis macam ini,"Gumamnya kesal dengan sifat acuh dari papah dan anak itu,


Tok..tok..tok. bi Salmah mengetok pintu kamar Arnon berulang-ulang karna panik, "Ada apa?" Tanya Arnon to the point dengan wajah dingin,


"Anu tuan, pesan nyonya besar, nona Tenry harus dibawa ke Rumah Sakit." Ucap bi Salmah menyampaikan pesan Elena dengan persaan takut berhadapan dengan Arnon."Terus hubunganya sama aku apa?" Jawabnya denfan ketus,


Skipp


Sesampainya di Rumah Sakit, Elena dan Alex yang juga terpaksa harus ikut mengantar Tenry, dengan setia mengikuti Tenry yang dibawa oleh para perawat, tetapi Elena dan Alex sangat berbeda expresi.


Elena dengan wajah yang khawatir dan pucat mengikuti dan berjalan menemani Tenry, Sedangkan Alex dengan malas dan wajah datarnya berjalan dibelakang mereka."Maaf nyonya, anda silahkan tunggu disini!" Seru perawat itu menunjukan sebuah kursi tunggu didepan ruangan tindakan,


"Dimana Arnon?" Tanya Elena pada suaminya yang sedang duduk dan memainkan ipadnya memeriksa berkas,

__ADS_1


Alex yang ditanya oleh istrinya hanya mengedikan bahunya singkat, "Dia tadi bilang dia ngantuk, gitu aja," jawab Alex datar.


"Apa-apan dia, istrinya saat ini sedang kritis akibat ulahnya, dan dia dengan santainya dia bilang ngantuk. Bagaiamana jika nanti Tenry sampai meninggal?" Jawabnya kesal dengan pikiran yang mulai melayang kemana-mana.


Alexsander Lesham dan Elena putrinLesham



Jangan lupa tinggalkan jejak ya para Readers Mimin yang tercinta, berbelas kasihanlah pada Mimin yakan hahah,


Jangan lupa Like,Komen dan Vote sebanyak-banyaknya ya karya Mimin ini,


Untuk info Give away silahkan cek di chapter 43 yah gengs,


Terima Kasih 🙏🏻


Follow Instagram Mimin @Andrieta_rendra

__ADS_1


__ADS_2