Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 87


__ADS_3

Happy Reading πŸ“–πŸ“–


"Ih najis, mending gue dicium sama Citralah enak." Jawab Darren sombong,


"Eleh, sombong. Jangan sampai loe nanti muntah darah kalo misalnya cewek gue bakalan lebih cantik dari pada cewek loe, yakan bos geng." Ucapnya meminta persetujuan dari Stella,


"Hem, sembarang. Uda ya sekarang kita mending pulang, kasiahan suami aku butuh istirahat." Ujar Stella lagi-lagi menengahi perdebatan mereka yang tiada berhenti.


Dan disaat mereka ingin melangkah, Arvan terlihat sedang mengarah mendatangi mereka.


"Arnon, Chiama il tuo amico che entrata nei nostri piani ieri.(bawa temanmu yang akan ikut masuk dalam rencana kita kemaren)." Ucap Arvan dalam berbahasa Italia, mengingatkan Arnon tentang kesepakatan mereka.


"Va bene, fratello.( baiklah kak)." Jawabnya singkat,


Setelah mengatakan hal itu,Arvan langsung beranjak pergi menuju mansion keluarga Lesham.


Dia berencana untuk menginap satu malam sebelum dia kembali ke Italia besok pagi.


"Ada apa Dear ?" Tanyanya penasaraan ada urusan apa suami dan kakaknya.


"Nothing sayang." Jawbanya singkat lalu mencium bibir Stella pelan,

__ADS_1


Setelah beberapa saat dia langsung melepaskan bibirnya itu dan mengalihkan pandanganya mengarah keteman-temanya yang sibuk berdebat tiada hentinya.


"Kalian semua ikut saya pulang kemansion, ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepada kalian semua." Ucapnya tegas kepada semua sahabatny.


"Baik bos." Jawab mereka serentak, dan setelah itu mereka langsung melangkah pergi menuju mansion Lesham.


Sesampainya dimansion keluarga Lesham. Mereka semua langsung dikumpulkan diruang khusus rapat mansion itu.



"Ada apa sih? Ini kaya mau sidang paripurna saja." Ucap Jerry berbisik pada Marcell.


"Ini ada apa sebenarnya? Kenapa kita semua pada dikumpulkan disini. Dan kenapa tiba-tiba kalian semua mendadak tegang seperti itu?" Seru Kenan yang juga bingung dengan situasi.


Namun disaat mereka tengah sibuk bertanya pada keadaan, terlihat Arnon,Stella,Alex dan Elena sedang berjalan memasuki ruangan rapat khus mansion mereka.


"Anjir gue tegang gila." Seru Darren yang mulai merasa horor dengan situasi saat ini.


"Sabar beb." Sahut Citra menenangkan ketegangan kekasihnya.


"Arnon, dari tadi Papah bertanya denganmu, ada apa ini sebenarnya? Kenapa kita semua kamu kumpulkan seperti ini?" Tanya Alex yang juga sangat oenasaran saat ini.

__ADS_1


"Dear Dear, sebenarnya apa rencana mu? Kenapa dari tadi aku perhatikan kamu seperti menyembunyikan sesuatu seperti itu,?" Tanya Stella lagi-lagi namun masih belum dapat jawaban yang jelas dari suaminya.


"Kita tunggu kak Arvan, nanti dia yang akan menjelaskanya." Jawabnya datar.


Makin gemetar lah semua yang berada disitu, disaat mendengar jawaban dari Arnon, jika pada saat ini Arvan dan Lucas yang paling kejam itu akan berkumpul bersama mereka disini.


Dan tak lama terdengar langkah kakinya yang sangat tegas. Memasuki ruang rapat yaitu Arnon dan Lucas.


Seketika semua yang berada disitu menjadi bungkam dengan kedatanggan sang Penguasa Dunia yaitu Arvan, dan Yang tak kalah terkejut hingga saat inu adalah Kenan. Dari saat dia mengetahui bahwa calon kakak iparnya adalah seorang penguasa Dunia gelap penuh kekerasan, nembuat nyalinya menviut.


Arvan langsung mengambil posisi ternyaman mungkin dengan meperlihatkan kewibawaanya, di ikuti Lucas yang duduk disebelah Valen, menambah kegugupan dari Kenan yang dusuk sangat dekat dengan sang Mafia.


"Apakah semuanya sudah lengkap?" Tanya Arvan tegas.


"Sudah kak." Jawab Arnon singkat.


"Bagus, jika begitu silahkan dimulai rapat ini." Ucap Arvan mempersilahkan Arnon memulainya.


To be contiune ya.


Jangan lupa Like , Komen dan Votenya ya gengsπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2