Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 72


__ADS_3

Happy Reading !!


Stella yang melihat Arnon tertidur itupun langsung mematikan panggilan vidio itu, hatinya benar-benar sakit saat ini, pria yang dicintainya seperti mulai kehilangan kewarasanya saat ini,


Valen yang melihat kesakitan hati dari sahabatnya itu, akhirnya memberanikan diri untuk mendekat dan memeluk wanita yang saat ini sedang rapuh,


"Menangislah La ! Aku disini." Ucapnya ikut menangis sambil memeluk tubuh Stella yang saat ini sedang menjerit histeris tak sanggup menahan semua kesakitan akibat permainan takdir ini.


Valen menarik nafasnya dalam-dalam, lalu membisikan sesuatu ditelinga Stella.


Degggg jantung Stella rasanya sedang berpacu kuat saat mendengar apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu,


Tanpa berpikir panjang lagi, dia langsung mempersiapkan keberangkatanya kembali ke Indonesia, dengan menggunakan peswat jet pribadinya yang memiliki daya tempuh yang paling cepat,


Tak lupa dia berpamitan pada kakakanya Arvan,

__ADS_1


"Baiklah sayang, pergilah! Kakak sudah bilang sama kamu berulang-ulang untuk memberikanya kesempatan bukan. Kakak akan menyusulmu kesana disaat kakak sembuh nanti." Ucapnya dengan senyuman.


"Lucas, Valen dan yang lainya akan ikut bersama mu, mereka akan menjagamu dari jauh seperti biasa." Tambahnya lagi, sebab Stella memang sangat membutuhkan pengawalan, meskipun sekarang musuh terbesarnya itu sudah tidak ada, namun tidak menutup kemungkinan jika musuh-musuh baru akan mucul bersamaan.


"Baik kak. Aku pergi ." Pamitnya dengan mencium pipi kakaknya dan segera berlari keluar menuju tempat pesawatnya itu berada dengan di ikuti oleh Valen dibelakangnya


Ketika Stella dan Valen mulai menjauh, Arvan langsung menoleh kearah Lucas yang saat ini masih berada disebelahnya ." Kamu taukan apa tugas yang harus kamu lakukan." Ucapnya penuh ketegasaan .


"Ya Lord."jawabnya singkat


"Bagus, kerjakan nanti disaat waktunya tiba! Dan jangan pernah melakukan kesalahan apapun." Perintahnya penuh dengan penenkanan disetiap kalimatnya.


"Ya sudah, pergi sana ! Jangan biarkan adik kesayangan ku itu menunggu." Ucapnya mengusir Lucas dari hadapanya agar cepat menyusul adiknya.


Setelah itu Lucas langsung belari menuju kearah pesawat yang sudah siap lepas landas saat ini menuju Indonesia.

__ADS_1


Sedangkan disisi lain, terlihat seorang wanita yang tengah berlari menuju parkiran mobilnya, yang tadi sudah diantarkan supir pribadinya.


Dengan rasa emosi,sedih, dan kecewa dia mengendarai mobilnya, dengan kecepatan tinggi seperti orang yang sedang dirasuki setan jaran goyang.


Di mengendarai mobilnya menuju sebuah tebing yang sangat tinggi, didekat area pengunungan.


Dan setelah sampai di tebing, dia langsung keluar dari mobilnya dan belari menuju titik paling paling tinggi di tebing itu. Lalu dia berteriak dengsn sangat kecang meluapkan emosinya.


"Aaarrrrgggghhh ." Teriaknya sekencang- kencang mungkin.


"Hiks..hiks kenapa Tuhan ? Kenapa rasanya harus sesakit ini ? Dia suamiku, tapi kenapa sedikit saja dia tidak pernah memandangku ? Apa kurangnya aku Tuhan ? Apa ? Dari dulu aku selalu saja mengikuti apapun yang Stella lakukan, aku selalu berusaha untuk menjadi diri Stella. Tapi kenapa Tuhan ? Kenapa Arnon sama sekali tidak melihat dan menganggapku ini istrinya. Apa aku harus merubah wajahku menjadi Stella agar bisa menjadi wanita yang dicintainya. Kenapa kamu membuat hatiku ini jatuh cinta kepadanya, namun kou membuatnya ancur berkeping-keping seperti saat ini." Teriaknya depresi.


"Bukan Tuhan yang salah, tetapi kita sebagai manusia yang salah karena terobsesi mendapakan cinta sejati." Suara pria tiba-tiba berada dibelakangnya saat ini sontak mengagetkanya.


Dia langsung memutar tubuhnya untuk melihat siapa pria yang mengikuti dirinya samapi disini.

__ADS_1


"Kamuu ."


Jangan lupa tinggalkan jejak ya gegs 🙏🏻🙏🏻


__ADS_2