
Happy Reading !!
Disaat Stella kembali menuju ruangan Arnon, dia sudah tidak melihat siapapun yang berada diruangan itu.
hanya ada Arnon yang terlihat sedang memejamkan matanya namun Stella tau jika Arnon tidak tidur.
Dia langsung berjalan mendekati Arnon dan naik keatas ranjang kekasihnya.
Cupp, Stella memeberikan satu kecupan kecil dikening Arnon,
"Kamu sudah datang sayang?" Tanya Arnon dengan membuka matanya,
"Iya." Jawabnya singkat sambil mengelus lembut pipi Arnon.
"Apa yang kamu rasakan sekarang huh?" Tanyanya lembut pada Arnon.
"Tidak ada sayang, rasa sakitku sudah tidak terasa sama sekali saat ini, karna ada kamu disampingku yang akan selalu bersama ku melewati semuanya." Jawabnya tersenyum manis dan mengambil tangan Stella yang saat ini sedang mengelus pipinya.
Cupp dia mencium tangan Stella bertubi-tubi dengan penuh kelembutan,
"Aku sudah menyuruh Jerry untuk mengurus dokumen kita buat pernikahaan kita besok sayang." Ucap Arnon dengan membawa Stella kedalam pelukanya.
"Hah besok." Jawab Stella kaget dengan melepaskan pelukanya dari tubuh Arnon.
"Iya sayang besok. Ada apa ? Kenapa kamu terkejut seperti itu?" Ucapnya santai.
"Kenapa cepat sekali sayang? Kamu juga baru saja cerai hari ini! Setidaknya tunggu sampai sidang perceraian kalian dulu."
__ADS_1
"Sayang apa kamu lupa siapa Papah?" Ucapnya mengingatkan.
"Aku gak lupa Ar,"
"Papah dan Mamah sudah mengurus pernikahaan kita besok, dan untuk masalah perceraian, aku dan dia sudah resmi bercerai tanpa sidang apapun." Ucapnya tegas ( sultan mah bebas)
"Tapi Arnon, kamu aja saat ini masih sakit, bagaimana mau menikah jika kondisi kamu itu masih seperti ini? Udahlah Arnon, sekarang itu yang paling penting adalah kondisi kamu, pernikahan akan kita tunda sampai nanti kamu benar-benar pulih," ucapnya memberi pengertian pada si kepala batu.
"Stella, aku tidak perlu meminta pendapat kamu ataupun izin pernikahaan kita ini. Apa kamu lupa bahwa kita dulu juga sudah mengucapkan janji pernikahaan walaaupun itu tidak sah dimata negara. Disini aku yang berhak menentukan keputusan karna aku suami kamu. Jika aku bilang besok adalah pernikahaan kita. Maka itu harus terjadi dengan atau tanpa izin kamu." Ucapnga tegas menatap kearah Stella.
"Arnon, dengerin aku dulu! Aku bukanya mau menentang keputusan kamu, aku tau bahwa didalam hubungan kita ini kamulah yang paling berhak mengambil keputusan apapun, tapi aku gak mau karna keputusan kamu ini malah menggangu kesehatan kamu. Ingat kamu memilihku untuk menjadi pendamping kamu, lalu kalo kamu gak mau dengar keputusan dari aku ya mending gak usah sama aku."
"Stella, kita ini udah 10 tahun lamanya berhubungan, ini adalah momen dimana kita benar-benar menyatukan cinta kita untuk Kinara, dan untuk Anak-anak kita nantinya, ku mohon mengertilah sayang, aku akan lebih sakit jika kamu masih ingin terus menunda pernikahaan kita ini." Ucapnya menangkup wajah Stella dan melihat mata itu dalam-dalam. Dia sedang marah saat ini tapi tidak ingin memperlihtkanya pada Stella
"Katakan sama aku ! Apa kurang ku hingga kamu selalu ingin menunda pernikahaan kita? Ingat sayang kita sudah mempunyai satu anak yaitu Kinara,dan tidak menutup kemungkinan bahwa kita akan memiliki anak lagi Stella, aku harap cukup Nara yang lahir sebelum pernikahaan kita, aku ingin selalu bersama kamu mengingatmu dengan sebuah tali pernikahaan yang sah di akui oleh hukum negara. Jadi ku mohon mengertilah." Ucapnya pelan.
"Maafkan aku Arnon, aku tidak bermakud egois tak memikirkan mu dengan anak kita,aku hanya mengkhawatirkan kesehatanmu itu saja." Jawab Stella dengan memeluk tubuh Arnon agar meredam kemarahan yang terpancar dari wajahnya.
"Ya Papo Nara, aku bersedia." Jawanbnha lancang
Mendengar jawaban dari Stella , Arnon langsung memasangkan cincin itu di jari manis Stella disebelah kirinya, dan langsung memeluk dengan penuh kebahagiaan.
Disisi lain, terlihat seorang wanita yang telah dihancurkan masa depanya kini menangis tersedu-sedu dibawah pancuran Shower miliknya dirumahnya,
"Hikss..hikss aku pastikan aku akan mebalas kalian semuanya, terutama untukmu Stella, yang menyebabkan semua kesialan ini terjadi." Tangisnya pecah mmperlihatkan sebuah dendam amarah yang besar di matanya.
To be countine.
__ADS_1
Gengs,seperti janji Mimin kemaren. Hari ini Mimin akan mengumumkan Hasil Give Away yang Mimin adakan sebulan yang lalu ya.
Sebelumnya Mimin mau ucapkan Terima kasih sekali buat kalian yang sudah mendukung karya-karya Mimin ini.
Untuk Ranking Vote hanya 3 diatas yang akan Mimin anggap sebagai pemenang, dan berhak mendapatkan hadiah seperti yang tertera di chapter 43.
Nama Mimin tidak terhitung ya ππ»ππ»ππ» jadi untuk mbak Riskayanti tetap terhitung.
Dan untuk 5 komentar yang akan mendapatkan pulsa masing-masing sebesar 100k :
1. Dndaaβ’β’β’
2. Yolis Permata Sari
3. Alea Wahyudi
4. Riri Maharani
5. Nii Shaya
Silahkan untuk yang merasa namanya menjadi daftar Give away diatas, untuk ngeDm Mimin atau Mesengger Mimin Via Instagram di @Andrieta_Rendra
Atau di Facebook Andrieta Rendra
Slow respon ya, dan jika dalam jangka 3 hari pemenang tidak meghubungi saya, hadiah akan Mimin anggap hangus dan digantikan dengan yang lainya.
__ADS_1
Terima kasih atas semua dukungan dan partisipasi kalian dalam karya Mimin ini,
Love you all ππ