Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 104


__ADS_3

Happy Reading 👩🏼‍💻📖


Tiga bulan kemudian.


Huek.. huek. Pagi hari ini Stella beberapa kali muntah, dan sudah beberapa hari ini dia selalu merasa pusing dan mual.


"Ahh, lebih baik aku langsung tescpack saja." Ucapnya penuh harapan.


Ya dia bangun duluan dari pada Arnon, yang saat ini masih tertidur dengan pulasnya,


Deghhhh jantung Stella langsung berdetak dengam kencang setelah mendapatkan dua garis merah di Lima hasil Tespack yang sama, dan seketika langsung membuatnya meneteskan air mata kebahagian.


"Terima kasih tuhan, terima kasih." Ucapnya dengan tangisan bahagia mengelus perutnya yang masih datar itu.


Dan dengan langkah cepat dia berlari kearah suaminya dan duduk tiba-tiba diatas tubuh Perut Arnon, dan membuatnya langsung terbatuk kesakitan.."Stella." Bentaknya pada istrinya dengan mode emosi.


Namun alangkah terkejutnya dia saat membuka matanya, melihat sebuh Testpack yang menunjukan hasil Positif,


"Sayang." Ucapnya tanpa sadar ikut menteskan air matanya dan membawa tubuh Stella kedalam dekapan hangatnya.


"Terima kasih sayang, terima kasih Tuhan, Terima kasih anak-anak Papo karna sudah mau hadir disini untuk melengkapi keluarga kecil kami." Ucapnya memberikan ciuman bertubi-tubi dikening dan kepala Stella.


"Tuhan, aku bahkan sudah tidak bisa berucap apa-apa lagi, aku terlalu bahgia dengan kehadiaran malaikat kecilku ini. Aku mohon kali ini jangan ambil dia lagi Tuhan, biarkan kami meraskan menjadi orang tua yang seutuhnya." Harapan Arnon pada Tuhan.


Sedangkan Stella yang memang sudah tak mampu lagi berbicara apapun saat ini hanya menangis.


"Dari tahun ketahun kita sudah lewati dengan berbagai kado terindah dan kebahagian dari Tuhan, dan di tahun Ke sebelas kita ini, Tuhan memberikan kado yang terindah untuk kita dan keluarga besar lainya. Kehadiran malaikat kecil yang akan lahir kedunia ini. Dan sebentar lagi malaikat kecil kita ini akan menjadi hadiah ulang tahun aniversary kita yang ke 11 tahun." Ucap Stella dengan penuh kebahagiaan.


"Aku mandi dulu ya,setelah itu aku mau antar kamu kerumah sakit untuk memeriksa Baby kita. Dan hari ini adalah hari terakhir kamu bekerja! Selanjutnya akan di urus oleh Marcell, apa kamu mengerti sayang?" Ucapnya penuh ketegasan.


"Mengerti Papo." Jawbany dengan menggunakan suara yang dibuat seperti anak kecil.


Seketika langsung membuat Arnon tersenyum penuh kebahgian." Good Gril." Ucapnya dan mencium kening istrinya sebelum melangkahkan Kakinya kekamar mandi.


Seperti biasa, dia langsung memyiapkan seluruh kebutuhan suaminya, mulai dari kemeja, Jas, hingga kaos kakinya.." hufft selesai juga akhirnya." Lirihnya pelan disaat sudah menyiapkan seluruh pakaian suaminya.


Cklekkk pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan sosok Arnon yang hanya menggunakan handuk yang melingkar ditubuhnya.


Stella yang melihat itu langsung memeluk tubuh suaminya dengan erat, tidak tau mengapa hari ini perasaanya benar-benar tidak enak,


Dia merasakan hanya memeluk tunuh suaminya namun tidak dengan jiwanya."ada apa hem?" Tanya Arnon yng melihat raut wajah gelisah dari Stella.


"Tidak apa-apa Dear." Ucapnya dengan tersenyum canggung.


"Sini aku bantu untuk mengeringkan rambutnya." Tawarnya langsung menngambil hairdryer dan menndudukan suaminya agar tinggi bisa lebih leluasa mengeringkanya.


"Dear geli nah." Tandasnya pda Arnon yang saat ini tidaj berhenti menciumi perutnya yang masih rata.

__ADS_1


"Sayang. Kita kasih nama siapa dia nantinya?" Tanya Arnon penuh kebahgaian.


"Entahlah sayang. Sembarang kamu aja. Bukankah Kinar juga kamu yang memberikanya." Jawab Stella sambil mengeringkan rambut suaminya.


"Aiden Giovano Lesham Manopo jika laki-laki dan Arine Margaretha Lesham Manopo. Jika perempuan.


"Namun jika kembar seperti Mamah dan Om Trevor, maka namanya Aiden dan Arine." Ucapnya memberikan nama pada bayinya yang belum diketahui itu.


Entah mengapa Arnon ingin sekali memberikan nama itu pada hari ini juga dia juga merasakan seperti ada kekhawatiran besar yang akan terjadi.


"Dan bagaimana jika kembarnya laki-laki atau wanita ?" Tanya Stella polos.


"Jika kembar Laki-Laki makan namanya Aiden dan Aaron. Dan jika perempuan maka namanya Arine dan Alice." Ucapnya dengan lengkap menyebutkan seluruh nama yang akan diberikan pada anaknya yang belum ditau jenis kelaminya.


"Baiklah, aku setuju denganmu sayang." Sahut Stella yang sudah selesai mengeringkan rambut suaminya.


Dan kini beralih memakaikan baju dan kaos kaki untuk Arnon.


"Terima kasih sayang." Ucap Arnon disaat dia tengah siap dengan setelan kerjanya.


Dan Stella pun sudah siap dengan menggunakan pakain hangat bewarna putih.



"Ayo sayang kita sarapan dulu sebelum memiksa keadanya Baby A." Ajak Arnon penuh kelembutan pada istrinya.


Dan setelah sampai di meja makan. Mereka langsung di sambut bahagia oleh seluruh anggota keluarga.


"Perhatian semua." Ucap Arnon ingin memberikan kabar gembira pada seluruh anggota keluarganya.


"Mulai hari ini kita akan kedatangan anggota baru untuk keluarga besar Lesham." Ucapnya lalu mengelus pelan perut rata Stella sebagai kode pada seluruh anggota keluarganya.


"Wah benarkah, selamat ya sayang." Ucap Elena yang langsung memeluk tubuh Stella dan mencium pipi kanan dan kiri menantunya, tak lupa dia mengelus perut Stella yang terdapat Cucu keturunan keluarga Lesham.


"Selamat ya sayang, jaga baik-baik cucu Papah ini." Seru Alex yang juga memeluk tubuh menantu kesayanganya.


Begitu juga dengan Arga dan Pricilia yang juga begitu antusias menantinkehadiaran keponakanya itu." Yey selamat ya kak, bikin banyak-banyak ponakanya." Seru Pricilia bahagia.


"Iya kamu juga cepat nyusul ya." Balas Stella dengan Ramah.


Dan pagi itu mereka semua memakan sarapan dengan sebuh kebahagian yang baru, dengan canda dan tawa yang sangat membuat hati semuanya bahagia.


Dan setelah selesai dengan rasa yang sangat penasaraan. Stella dan Arnon langsung pergi kerumah sakit dengan Alex dan Elena yang mengikuti dibelakang mereka. Karna rencanya Arnon dan Alex akan pergi setelah memeriksakan kandungan Stella. Sedangkan Elena akan stay menemani menantunya itu.


Dan saat ini Arnon, Stella dan kedua orang tuanya tengah berada di ruangan Dokter Rini yang dulu sempat memeriksa Stella pada saat mengandung Kinara,


"Wah bu Stella, kita bertemu lagi setelah sekian lama." Ucap Dokter Rini yang khusus ahli Obygn di Rumah sakit miliknya.

__ADS_1


Meskipun Dokter Rini bekerja dirumah sakit miliknya. Namun karna kesibukamya masing-masing itu membuat mereka tidak pernah bertemu, karna setiap Rapat selalu Arnon yang mewakilinya.


"Iya Dok, dan semoga kali ini saya tidak kehilangan calon Baby saya lagi." Ucapnya penuh harapan menggengam tangan suaminya.


"Amenn saya juga berharap seperti itu ya bu."sahut Dokter Rini dengan tersenyum ramah. Dan langsung menuntun Stella naik keatas temapt tidur.


Dengan perlahan Dokter Rini yang juga dibantu dengan suster langsung menyingkap pakaian Stella dengan perlahan karna canggung kepada pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja.


Setelah menyikap pakaian Stella sedikit, Dokter Rini langsung menungkan Gel ultrasonic itu diatas perut Stella dan langsung mengaksesnya dengan alat Usg Empat dimensi.


"Wah selamat ya pak bunini ada dua kantung didalam rahim istri anda yang menandakan bahwa bu Stella sedang hamil anak kembar pak." Ucap Dokter Rini memperlihatkan dua kantung itu pada keluarga Lesham.


Seketika Stella, Arnon, Alex dan Elena langsung meneteskan air mata kebahagianya,


Arnon langsung mengusap layar moniyor yang menampilkan gambar Janinya.


"Terima kasih sayang sudah hadir kedunia ini menjadi malaikat kecil untuk Papo dan Bubu." Ucapnya dengan tangisan kebahgiaan.


Dokter Rinipun yang mengetahui perjuangan cinta mereka berdua dan bagaimana mereka kehilangan bayi perempuan mereka, saat ini juga terharu ikut meneteskan airmatanya.


"Dan disini kandunganya udah mulai besar ya pak, sudah 14 minggu pak, kurang lebih 2 bulan pas, berarti bapaknya cukup Tokcer pak, sebulan langsung isi ya." Goda Dokter itu yang mengetahui bahwa mereka baru saja menikah tiga bulan yang lalu.


"Selamat ya My son." Ucap Alex memeluk tubuh putra pertamnya.


"Selamat ya nak." Seru Elena yang juga memeluk tubuh Stella.


Dan membuat senyum di wajah Dokter dan Suster itu yang ikut merasakan kebahagian yang sempurna untuk keluarga Lesham.


"Baik-baik didalam ya sayang, Papo, Bubu, Wekong dan Wepo (panggilan Kakek dan Nenek dalam bahasa china) sudah tidak sabar menantikan kelahiranmu di Dunia ini." Arnon berbicara pada kedua anaknya yang berada didalam perut istrinya.


"Terima kasih ya sayang." Entah sudah keberapa kali kalimat itu keluar dari mulutnya.


"Ya sudah, kalo begitu Papah dan Arnon pamit dulu ya, kalian nanti pulangnya hati-hati." Ucap Alex berpamitan pada Istri dan menantunya karna masih ada pekerjaan yang harus dikerjakanya.


"Kamu hati-hati dijalan ya my Dear." Ucapnya memeluk tubuh Suaminya tanpa mau melepaskanya.


"Udah-udah nanti dirumah kan ketemu lagi." SahutbElena yang tersenyum melihat keromantisan anak dan menantunya itu.


"Papo kerja dulu ya sayang, baik-baik! Jaga Bubu kalian selama Papo pergi." Pamitnya dengan mengelus perut Stella.


Dan dengan tersenyum Canggung dengan hati yang tidak enak dia melepask kepergian suaminya.


"Mudah-mudahan hanya perasaanku saja." Batinya penuh kecemasaan.


Disisi lain terihat sesorang sudah selesai menjalakan rencany.


"Kami sudah selesai bos." Lapornya pada orang yang menyuruhnya.

__ADS_1


"Bagus, sisanya akan ku ternsfer padamu." Balasnya dengan senyum kemenangan


__ADS_2