Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 15


__ADS_3

Happy Reading !!


"Sayang ." Ucap Arnon masih dalam mode tidak menyangka jika di berikan kepercayaan untuk menerima berkat terindah dari Tuhan dengan menghadirkan bayi kecil di tengah- tengah mereka.


"Sayang ini aku mimpi gak sih ?" tanyanya kepada Arnon yang ikut shock dengan hadiah yang Tuhan berikan.


"Lihat sayang, seberapa kuat kita menolaknya dengan cara menggunakan kb atau semacamnya,Tuhan tetap mengirimkan malaikat kecil di tengah-tengah kita ini ." ucapnya sambil menangkup wajah Stella yang mulai menangis bahagia dengan ini semua.


"Sayang aku gak pernah menyangka betapa baiknya Tuhan kepadaku, dia dulu mengirimkan mu sebagai kebahagianku hingga saat ini dan sekarang dia mengirim malaikat kecil sebegai pelengkap kebahagian kita ini ." ucapnya dengan mengusap lembut air mata Stella yang di jawab anggukan kepala oleh kekasihnya.


"I love you Arnon Giovanon Lesham " ucapnya langsung memeluk tubuh prianya


"Love you more Auristella Florenshea Manopo ." balasnya dengan mengeratkan pelukan erat di tubuh kekasihnya, lalu dia mencium kening Stella dan berlutut untuk mencium perut Stella yang sudah membesar


"Hei baby K , ini papo sayang. Kamu sudah bisa dengar suara papo belum ? Sehat-sehat yang sayang smapai ketemu di dunia nyata ini nak, " ucapnya pada bayinya yang berada di dalam perut kekasihnya sambil mengusap lembut perut Stella.


Cupp dia kembali mencium bibir lembit Stella dan perlahan melu**tnya,


"Sekarang kita tidur ya, besok kita ke dokter untuk tau berapa usia dari baby K " ajaknya kepada Stella untuk cepat beristirahat


"Hem baiklah ." jawabnya lalu mendaratkan merka pun mendaratkan tubuh mereka ke atas bed dan mulai menyelami lautan mimpi


******


Kesokan harinya


Terlihat pasangan itu sudah berada di dalam ruangan Dokter obygn untuk meriksakan kandungan Stella


"Silahkan duduk bapak ibu " ucap Dokter Rini tersenyum dengan ramah


"Jadi apa yang ingin kalian konsultasikan ?" tanyanya lagi melihat Arnon dan Stella sudah duduk dengan tenang


Arnon langsung menyerahkan hasil testpack yang di gunakanaya semalam kepada Dokter Rini, " semalam saya dan istri saya sudah memeriksanya dengan testpack ini Dok, dan hasilnya menunjukan positif , kami hanya ingin tau berapa usia kandungan dan kondisi janin saya Dok . Karna selama ini saya tidak tau jika istri saya sedang mengandung karna dia tidak pernah menunjukan tanda-tanda apapun Dok " ucapnya panjang lebar menjelaskan ke Dokter


Stella hanya menatap Arnon yang begitu antusias melihat kondisi janinnya, terbukti dengan dia yang mau bicara panjang lebar kepada sesorang selain Stella . Karna Arnon terkenal dengan orang yg paling irit bicara. Namun hari ini demi bayinya dia rela antusias berbicara panjang lebar seperti ini,


Dokter pu tersenyum menaggapi pertanyaan dari Arnon,


"Beberapa wanita memang berpegang pada pendapat umum, bahwa saat hamil dia akan mengalami gejala kehamilan, seperti mual, pusing, hingga muntah-muntah. Akan tetapi, banyak yang tidak tau, bahwa kehamilan juga banyak memiliki gejala yang tidak umum. Namun tetap normal, seperti energi yang bertambah,gairah sexs yang meningkat, serta nafsu makan yang bertambah. Hal ini di kerenakan hormon kehamilan memiliki reaksi berbeda pada tubuh wanita. Ada yang mual parah saat hamil, ada yang tak mengalaminnya sama sekali. Ada yang jadi lemas dan gampang lelah saat hamil, namun ada pula yang makin penuh semangat dan berenergi ketika hamil " ucap Dokter Rini menjelaskan panjang lebar untuk pasangan yang baru di karuniai anak ini.


"Baik dok , tapi kenapa istri saya ini tidak merasakan sama sekali adanya pertumbuhan janin di dalam perutnya Dok " ? Tanya Arnon lagi meminta penjelasan sedetail mungkin tentang pertumbuhan bayinya itu.


"Di trisemester pertama, biasanya calon ibu akan merasakan bayinya menendang atau berguling antara usia kehamilan 18 hingga 20 minggu, tetapi jika plasenta berada di depan rahimnya, dia mungkin tidak merasakan gerakan itu. Selain itu masalah sirklus menstruasi pada wanita juga sering terjadi, wanita cendrung mengalami menstruasi yang tidak teratur, karna stress, pengaruh obat-obatan medis, obesitas atau masalah kesehatan seperti sindrom ovarium polikistik atau yg biasa kita sebut PCOS , ini lah yg biasa membuat calon ibu tidak merasakan adanya perkembangan janin di dalam tubuhnya " ucap dokter lagi menjelaskan informasi sedetai mungkin untuk pasangan itu


"Oh jadi bgtuh Dok " ucap Arnon sambil menganggukan kepalanya mengerti dengan penjelasn yang Dokter Rini berikan


"Iyah pak, jadi semuanya itu masih normal yah pak, terkadang pun ada wanita yg mengetahui bahwa dirinya hamil di saat sudah tujuh bulan atau lebih pak. " ucap Dokter lagi dengan senyumnnya


"Baik Dok saya sudah paham sekarang dengan kondisinya " ujar Arnon


"Baik jika sudah mengerti pak, apakah kita sudah bisa melakukan pemeriksaannya sekarang pak ?" tanya Dokter kepada pasangan itu


Stella sejak tadi hanya diam saja mendengarkan penjelasan Dokter dikarenakan dirinya sangat gugup saat ini.


Arnon yang melihat Stella sedang gugup langsung menggenggam tangan wanitanya ." semuanya akan baik-baik saja," ucapnya menenangkan kekasihnya.


"Sudah Dok silahkan di priksa sekarang !" jawabnya untuk Dokter Rini.

__ADS_1


Dokter Rini tersenyum ikut bahagia melihat keromantisan pasangan di depanya ini,


Tak lama Stella langsung di suruh berbaring diatas tempat tidur dan menyuruhnya menyikap sedikit baju yang di kenakannya untuk melakukan usg


Dokter sudah mulai menuangkan ultrasonic gel ke perutnya lalu mulai melakukan usg,


Di layar monitor terlihat seorang baby yang sudah terbentuk sempurna dengan indahnya,


"Itu bayi saya Dok?" Tanyanya sambil menyentuh layar monitor dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kananya selalu menggengam erat tangan wanitanya,


"Iya pak ini anak bapak dan ibu ya. Bisa kita liat dari sini " ucap Dokter dengan senyuman melihat ekspresi bahagia dari pasangan itu.


"Sayang bayi kita ." Seru Arnon sambil mencium kening Stella.


Stella tak mampu berbicara apapun dia hanya mampu meneteskan air mata kebahagianya melihat baby bertumbuh di rahimnya. Sangking bahagianya dia mengeluarkan air mata dengan tersenyum yang indah dari bibirnya


"Usia kandunganya udah memasuki 22 minggu ya pak . Udah cukup besar ini pun sudah memasuki trismester 2 . Tapi harusnya janin memiliki berat badan kurang lebih 430 gram dengan panjang sekitar 29 cm. Namun janin yang berada di kandungan ibu Stella ini sangat kecil pak. Baby hanya mempunyai berat badan 340 gram dengan panjang 27 cm namun masih termasuk normal pak, hanya saja asupan nutrisi ibu harus bisa di tingkatkan ya agar berat badan babynya bertambah" saran Dokter yang di balas anggukan oleh Arnon dan Stella


"Disini kita bisa liat ya, bola matanya sudah terbentuk namun irisnya belum terbentuk sempurna karna kekurangan pigmen, pankreas baby juga akan terus berkembang seiring berjalanya usia bayi dalam kandungan , dan selamat yah bapak ibu kalian akan mendapatkan seorang putri " ucap Dokternya yang ikut merasa penuh dengan bahagia


Arnon dan Stella seketika langsung tersenyum bahagia mendengar jenis kelamin anaknya yang sudah terlihat jelas


"Seriusan Dok cewek anak saya ?"tanya Stella yang akhirnya buka suara.


"Iya ibu kalian akan mendapatkan seorang putri ." Jawab Dokter sambil menunjukan kelamin sang bayi di layar monitor


"Sayang aku bahagia sekali ." ucap Arnon sambil mendaratkan ciuman bertubi-tubi di wajah Stella


Setelah melakukan pemeriksaan pun akhirnya mereka duduk untuk menerima resep vitamin dari Dokter


"Ini resep vitamin untuk ibu dan bayinya ya, harus rajin di minum ibu agar berat bayinya bisa normal " ucap Dokter penuh dengan penjelasan


"Bain Dok terima kasih atas waktunya selamat siang " pamitnya kepada Dokter Rini.


"Siang " balas Dokter Rini


Setelah melakukan pemeriksaan dan mengambil obat mereka pun langsjng kembali kerumah mereka ,


"Stop sayang. Kita ke supermarket itu dulu yo" pinta Stella kepada Arnon saat sedang mengendarai mobil.


Arnon langsung menepikan mobilnya masuk ke halaman supermarket


"Ayo sayang aku sekalian mau belanjaa kebutuhan dirumah yang udah pada habis , " ajaknya sambil melingkarkan tanganya di lengan kekar prianya.


Namun sebelum masuk terlihat dua sosok wanita mengahampirinya ,


"Mamah " ucap Arnon yang melihat mamahnya sedang bersama seorang wanita bernama Nindy yang akan di jodohkan denganya


"Kenapa kamu kaget ?" Tanya mamahnya


"Enggk. Kenapa mamah bisa ada dsni " ? Tanyanya balik


"Oh ya mamah mau belanja lah sambil di temani sama calon mantu mamah ini " tunjuknya ke sosok Nindy


"Mah udah aku bilang berulang kali bahwa aku gak akan pernah nikah selain sama Stella mah " ucapnya dengan malas membahas masalah ini dengan mamahnya


Stella lagi-lagi hanya bisa tertunduk diam mendegarkan perdebatan antara Arnon dan juga mamahnya .

__ADS_1


"Dan udah mamah bilang juga berulang kali bahwa mamah gak sudi punya menantu yang bebet bobotnya gak jelas kaya dia. " ucap mamahnya dengan suara yang meninggi


"Tapi sekarang mamah harus menerima dia mah, karna dia tengah mengandung anak Arnon. " ucapnya singkat tapi mampu membuat mamahnya terpaku mendengarnya


"Alah itu pasti hanya alasanya aja supaya kamu gak ninggalin dia Arnon." ucap Nindy dengan nada menghinanya


" jaga ucapan kamu ya kalo kamu gak tau apa-apa " ujarnya sambil menunjuk ke arah Nindy


"Loh emang benerkan lagian belum tentu juga yang dia kandung itu anak kamu ." ucapnya lagi


Plaaaaakkkkkkk


Satu tamparan berhasil mendarat di pipi Nindy dengan sangat keras ,


Setelah menampar Nindy sperti biasa dia langsung meminta sapu tangan dari Stella untuk menbersihkan tanganya karna sudah bersentuhan dengan kulit wanita lain, lalu melemparkan sapu tangan itu ke arah nindy yang masih terduduk memegang pipinya yang masih merasa kan panas akibat tamparan dari Arnon ,


"Ayo sayang kita pergi dari sini ." ajaknya sambil menarik tangan Stella.


"Maafkan saya ." ucap Stella menunduk kepada Elena dan Nindy.


Namun tak sampai beberapa langkah dekat sebuah pinggir jalan


Nindy yang tadinya ingin menarik tangan Arnon , malah tidak sengaja mendorong tubuh Stella ,


Buuuuggghhhhhhhh


Tubuh Stella terlempar akibat di tabrak mobil dengan sangat kencang


"Steeelllaaa. " teriak Arnon melihat kekasihnya yang sudah berlumuran darah


"Sayang bertahan sayang , bertahanlah syang. " ucapnya dengan tangisan


Sedangkan Nindy masih diam terpaku dengan apa yang terjadi, sungguh tidak ada maksud hatinya untuk mendorong Stella namun apa daya kejadianya membuat dia yang menjadi tersangka utama


"Ayo sayang kita pulang ." ajak elena yang juga shock dengan kejadian tadiada di depan matanya


"Tante aku gak bermaksud -" ucapnya putus tak mampu berkata apapun lagi


"Udahsayang ayo kita tenangkan dirimu terlebih dahulu. " ucap Elena , Nindy langsung menggukan kepalanya dan mengikuti langkah kaki Elena.


"Dokter ..Dokter .. Dokter. " teriaknya memanggil Dokter sambil menggendong kekasihnya yang sudah berlumuran darah


"Dokter selamatkan istri dan bayinsaya Dok .! Selamatkan istri dan anak saya ! " ucapnya memohon pada Dokter


"Dok..ter ..sa..yaa. Se..da..ng. Ha..mil . To..lo..ng se..la..mat kan an..ak ku " ucapnya terbata lalu tidak sadarkan diri membuat Arnon yang melihatnya tidak sadarkan diri semakin ketakutan


Stella langsung di bawa masuk ke ruangan Observasi untuk di lakukan tindakan lebih lanjut


20 menit Arnon menunggu di depan tuangan observasi, dan tak lama Dokter keluar dari ruangan untuk memberikan kabar buruk


"Maaf pak. Anda terlambat untuk membawa istri bapak, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan lebih sayang dia pak ."ucap dokter sambil menarik nafas dalam-dalam untuk menyampaikan berita duka ini


"Kami tidak bisa menyelamatkan putri bapak . Bapak harus ikhlas menerimanya pak , dan kami juga harus melakukan operasi untuk mengeluarkan janin itu dari tubuh istri anda pak " ucap Dokter lagi


"Lakukan lah yang terbaik Dok" jawabnya dengan nada yang sangat berat melepaskan kepergian putri kecilnya


Jangan lupa like.komen dan vote sebanyak-banyak nya ya

__ADS_1


*Terima kasih **🙏🏻*


__ADS_2