
Happy Reading !!
Disisi lain di dalam ruang tindakan , Dokter dan para staf masih berjuang membantu Stella agar keluar dari masa kritisnya. Valen yang sudah lama menunggu hanya mondar mandir layakanya setrikaan.
"Ya ampun ini kenapa lama sekali,"Tanyanya pada siapapun yang bisa menjawabnya, "Sabar sweetheart,Stella pasti bisa bertahan koq," Ucap Kenan mencoba menenangkan kekasihnya.
Namun malah mendapatkan tatapan tajam dari Valen,sehingga dia hanya mampu meneguk salivanya kasar."Sabar..sabar, kamu gak tau kan seberapa pentingnya Stella untuk Dunia ini ha ," Bentak Valen dalam mode emosi.,"Maksud kamu apa Len?" Tanya Kenan yang bingung dengan perkataan ambigu yang dilontarkan kekasihnya.
Belum sempat Valen menjawab, terdengar panggilan masuk di ponsel miliknya.
Drtt.Drtt
Dengan gerakan dia cepat langsung mengambil ponselnya yang berada di dalam tas miliknya di sebelah Kenan,
Disaat dia mendapatkan ponselnya, dia terkejut melihat siapa yang menelponya saat ini. Dengan menarik nafas panjang lalu memejamkan matanya dia mencoba menertralkan perasaanya, lalu dia mencoba bangkot untuk menjauh dari Kenan untuk mengangkat telpon penting itu.Namun dengan cepat Kenan langsung menarik tangan Valen membuat siempunyanya menoleh bertanya dengan tatapanya,
Kenan yang tau arti dari tatapan Velen langsung menatap balik dengan sorotan tajam."Tetap disini !" Perintah Kenan yang mulai mencurigai Valen sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Valen hanya menggelengkan kepalanya singkat tak habis pikir dengan keposesifan Kenan.
Tanpa berpikir panjang dia langsung menjawab panggilan itu,
"Hallo,"
".......................!"
__ADS_1
"Bagaimana dengan Stella? Pasti dia tidak akan diam saja jika mengetahui semua ini ." Tanyanya pada seseorang di panggilan telpon.
".................!"
"Oh oke " Jawab valen dengan suara lemas.
Sedangkan Kenan sejak tadi sudah memasang telinga untuk bisa mendengar percakapan Valen dengan sesorang di telpon itu, namun hasilnya nihil. Dia tidak bisa mendengar apa yang dibicarakan kekasihnya.
Setelah menutup panghilan telponya disaat itu juga Dokter keluar dari ruang tindakan." Bagaimana keadaaan adik saya Dok ?" Tanya Kenan dengan wajah datarnya ," syukurlah kalian cepat membawanya kesini,meskipun dia tadi sempat memerlukan banyak transpusi darah tetapi dia mampu melewati masa kritisnya dan sekarang tinggal masa pemulihan saja," Ucap Dokter yang menangani Stella.
"Oh goodness, lalu apa kita bisa melihatnyan sekarang Dok?" Tanya Valen datar, Karna terus terngiang di otaknya atas perintah yang di dapatkan tadi ."Bisa tapi nanti ya, tunggu pasien sudah di pindahkan di ruang perawatan."Jawab Dokter Rifky
"Baik Dok," Sahut Kenan dan Valen bersamaan,
"Dokter jantungnya sudah tidak berdetak lagi Dok," Ucap salah satu suster yang berada disitu,
"Siapkan automated external defibrillator sekarang !" Perintah Marcell
"Defibrillator siap Dok," jawab suster itu .
"Siapkan 120J!" Pinta Marcell
"120J siap Dok."
__ADS_1
Marcell segera mengambil alat itu lalu mengambil gel dan mulai menggosok alat itu lalu menempelkanya di dada Arnon ,"Satu...dua....deppp.."Alat itu mulai mengeluarkan kejutan elektrodanya ,namun tidak ada reaksi apapun dari Jantung Arnon,
"Lagi 150J ." Perintah Marcell lagi.
"150J siap Dok," balas suster
"Satu..dua..deppp ," lagi -lagi kejutan elektroda itu berkerja namun masih belum menghasilkan irama apapun.
Marcell mulai frustasi dengan keadaan Arnon yang tak kunjung memberikan respon apapun, "Arnon gue tau loe mau nyerah sekarang, tapi loe harus tau Stella akan menderita jika kamu pergi dengan keadaan buruk seperti ini. Kembali lah Arnon! Aku tau kamu mendengarku. Jika kamu mau pergi nanti ketika Stella sudah bisa menerima semuanya. Pleas Arnon kembalilah ." Bisik Marcell di telinga Arnon
"Sekali lagi sus 200J " Pinta Marcell
"Baik Dok,200J siap Dok,"
"Satu..dua...deepp "
"Tut..tut..tutt suara irama jantung Arnon perlahan mulai kembali terdengar berdetak lagi. Sontak raut wajah yang tadinya penuh dengan ketegangan, kini berubah dengan senyum dari semua Dokter yang berada di dalam ruangan itu.
"Pasien sudah melewati masa kritisnya Dokter Marcell ," Ujar salah satu Dokter yang ikut membantunya menangani Arnon ,
Jangan lupa like,komen dan Beri dukungan untuk Mimin ya , terima kasih !!
Follow IG Mimin @Andrieta_rendra
__ADS_1