
Happy Reading π©π»βπ»π
"Arnon." Panggil Alex yang masih terkejut melihat putranya berada didepan matanya saat ini.
"Papah." Sahutnya dengan senyuman.
Elena yang melihat Putranya tersenyum, langsung maju dan memukul Arnon." Dasar, anak nakal, kalo kamu masih hidup kenapa gak kembali sejak dulu. Kenapa kamu ngebiarin Stella dan Anak-anak terluka karna kamu." Bentaknya kesal smabil menangis pada putranya yang main petak umpet selama ini.
"Aduh Mah, udah dong jangan dipukul akunya." Ucapnya memasang wajah melas.
"Wepo, jangan Pukul Papo! Nanti dia marah dan pergi kesurga lagi! Bentaknya berkacang pinggang mengibarkan bendera perang untuk weponya.
"Sepertinya dia sudah punya scurity," bisik Alex ditelinga Elena.
"Ya, aku pikir juga seperti itu Pah," balas Elena juga berbisik melihat wajah cucunya mengerucut seperti jeruk purut.
"Baiklah, Wepo tidak akan memukul Papomu lagi. Tapi pastikan bahwa Papomu itu tidak bermain petak umpat lagi." Elena memberikan tantangan pada Airein cucunya yang paling cerewet.
"Oke." Jawab Airein dengan mengedikan bahunya singkat.
"Hey-hey, Aiden Airein, masa Uncle disini gak di sapa, udah gak sayang Uncle sepertinya." Seru Arvan yang sedari tadi tidak ada yang menggapnya sama sekali.
"Hehehe Soory Uncle, My Papo sudah ada disini. Jadi sayang Airein cumn untuk Papo dan Bubu sajja." Jawabnya dengan memasang wajah yang sangat imut.
"Hayyo, Uncle sedih jadinya." Balas Arvan dengan berpura-pura sedih.
"Ets Uncle, dulu Uncle pernah janji mau belikan kita berdua masing-masing pesawat pribadi jika sudah besar. Sekarang kita sudah besar apakah kita bisa mendapatkanya?" Tanya Aiden dengan sangat Antusias.
"Ah tentu saja, kalian bisa memilih apapun yang kalian inginkan. Bahkan Bubu kamu juga boleh meminta pada Uncle." Serunya dengan lembut pada anak-anak.
Stella yang mendengar penuturan kakaknya itu langsung tersenyum bahagia."aku sudah tidak membutuhkan apa-apa lagi saat ini kak, bagiku kembalinya Arnon, sudah seperti nyawaku yang kembali." Sahutnya dengan raut wajah yang sangat bahagia. Menatap lembut wajah suamianya.
"Udah cukup kalian Romantisnya. Apa tidak malu kalian diliat sama semua tamu disini." Sindir Alex kepada kedua anaknya.
__ADS_1
"Ayo kita lanjutkan pestanya. Kasian para tamu sudah menunggu lama, masa hanya disuruh melihat adegan romantis kalian." Sahut Elena membubarkan adegan privasi keluarganya pada publik.
Arnon dan Stella yang mendengar itu langsung tersenyum bahagia, bagaikan Anak remaja yang baru pertama kali berpacaran."aku dorong kursinya ya." Ucapnya lembut pada suaminya. Yang dijawab anggukan kepala dari Arnon ." Makasih sayang." Balasnya lembut menggegam erat jemari istrinya yang paling dirindukanya.
"Kemana Austin, sialan dia langsung kabur aja. Belum juga menerima hukuman dariku!" Gumamnya kesal dalam hati, mencari sosok sepupunya yang dengan berani ingin merebut istrinya.
***************
Selepas acara saat ini seluruhnya telah kembali ke Mansion Lesham.
Semua sahabat Arnon juga ikut berkumpul. Menyaksikan mayat yang hidup kembali itu menurutnya.
"Kakinya nampak lantai gak?" Tanya Tara berbisik pada Suaminya.
"Masih sayang. Tuh liat aja." Sahut Jerry juga berbisik.
"Woy jangan gosip woy." Sahut Angel yang melihat kedua pasangan somplak itu berbisik.
Lalu melihat Jerry yang bangkit, " mau kemana loe?" Tanya Darren sinis pada Jerry.
"Anjir jauh-jauh loh bau." Balas Darren dengan menutup hidung.
Sedangkan Arnon dan Stella kini hanya tersenyum saja, begitu lama senyuman indah itu tidak pernah terlihat di wajah mereka. Dan saat inipun tatapan tajam Stella kini berubah menjadi teduh kembali.
"Jadi apa rencana kamu kedepanya Ar?" Tanya Marcell yang kali ini angkat bicara.
"Untuk sekarang aku ingin memfokuskan diri untuk Istri dan anak-anak ku, mengganti waktu yang telah hilang kemaren.
Stella tidak berhenti tersenyum mendengar jawaban dari suaminya.
Semua sahabat yang melihat itu langsung tau diri, dan berpamit untuk pulang.
"Kita balik dulu ya." Seru Marcell dengan cepat menggandeng tangan istrinya.
"Iya aku juga." Sahut Darren dengan sendiri. Karna istrinya selalu terbang karna tugasnya.
__ADS_1
"Baiklah. Besok kalian kesini lagi ya. Kami akan membuat acara. Makan-makan." Sahut Stella.
"Baiklah, bye-bye." Ucap semuanya dan melangkahkan kakinya keluar.
********
Setelah semuanya pulang, Arnon dan Stella langsung masuk kedalam kamar mereka.
"Sayang aku merindukanmu." Ucap Arnon merentangkan tanganya ingin memeluk tubuh Istrinya.
Stella yang mengerti kode itu. Langsung menaiki tempat tidur mereka dan naik di atas tubuh Arnon, lalu melingkarkan tanganya dileher suaminya.
"Benarkah, kalo begitu apa yang kamu ingin lakukan sekarang?" Tanya Stella menggoda.
"Aku ingin kamu." Bisiknya sensual di telinga Stella. Membuat istrinya itu merinding seketika.
Dan tanpa menunggu lagi. Arnon yang sudah lima tahun tidak menyusu itu. Akhirnya meminta asi untuk berbuka puasa terlebih dahulu.
Kali ini Stella lah yang memimpin permainan. Karna jika tidak dikasih maka suaminya itu akan merajuk Tujuh hari tujuh malam.
Dan pada malam ini. Arnon dan Stella dinyatakan resmi berbuka puasa hingga pagi.
Tamat.
Karya ini masih ada chapter extranya ya. Nanti Mimin akan menceritakan tentang keseruan dan kegokilan keluarga somplak Jerry disini.
Jadi jangan di unfov dulu ya. ππ
Mimin mau ucapakan terima kasih banyak untuk semua para pendukung Mimin dikarya ini.
Dukungan kalian sangat-sangat begitu berarti untuk membangunkan semangat Mimin.
Disaat Mimin pulang kerja, dan melihat Komentar kalian. Seketika semangat Mimin langsung bangkit kembali untuk menulis dan menambah setiap chapternya.
Sekali lagi Mimin ucapkan Terima kasih banyak atas dukungan Like,Komen dan Vote kalianππ»ππ»ππ»
__ADS_1