
Happy Reading !!
"Harusnya dia mendiskusikan terlebih dahulu dengan ku, tidak langsung mengambil keputusan yang malah menjerumuskannya pada jurang kehancuran ," Ucapnya lagi dengan mata yang terpejam, terus memeluk tubuh sang kakak mencari kehangatan dan sandaran atas luka yang telah ditorehkan Arnon kepadanya.
"Bisa saja disaat itu dia takut untuk mendiskusikanya padamu sayang." Jawab Arvan terus membelai rambut Stella dengan lembut.
"Takut ," Ucapnya dengan senyuman kecut ." Untuk ala dia memilihku jika setiap masalah dia takut dan tidak mau mendiskusikanya padaku ." Tanyanya pada Arvan yang juga tidak gau jawabanya.
"Baiklah sayang, dan sekarang apa keputusanmu ?" Tanya Arvan tegas agar adiknya itu tak salah dalam mengambil keputusan." Jangan sampai kamu salah dalam mengambil langkah yang akan kamu sesali nantinya !"Peringatanya untuk Stella.
Stella langsung tersentak kaget dengan pertanyaan kakaknya, karna dia juga bingung apa yang harus dia lakukan pada saat ini ," gunakanlah otak jeniusmu itu untuk berpikir ! Karna tadi kamu juga mengatakan hal demikian tentang Arnon ." Ingat kakaknya menyinggung adiknya yang labil dalam menetukan langkah,
Dengan menarik nafas panjang Stella bangkit dari posisi tidurnya, lalu dia duduk disebelah kakaknya yang masih dalam posisi berbaring sambil menatapnya.
"Aku akan membiarkan pernikahaan itu terjadi kak. Dan aku tidak akan kembali kesana dalam waktu dekat ini, biarkan saja mereka hiduo dalam keluarga barunya ." Jawabnyab pelan dan yakin dengan keputusanya.
__ADS_1
"Lalu bagaimana jika Arnon berpaling mencintai istrinya ?" Tanya Arvan memancing jawaban adiknya. yang sebenarnya sudah tau jika adiknya tidak akan pernah salah dalam mengambil langkah keputusan.
"Aku akan melepaskanya kak, dengan hati yang ikhlas aku akan merelakanya bersama wanita yang bisa membuatnya bahagia. Dan itu bukan Aku ." Stella menjawab dengan yakin, meskipun hatinya sangat sakit dengan kenyataan yang ada.
"Lalu bagaimana denganmu ?" Lagi-lagi Arvan memancing jawaban Stella apakah akan goyang atau tidak.
"Aku akan fokus dengan perusahaan kak, aku akan memilih hidup sendiri dulu dan menutup pintu hatiku untuk siapapun ,"
"Memangnya kamu bisa hidup sendiri tanpa pasangan ?"
"Bagaimana jika Arnon tetap mencintaimu dan tidak bisa menerima pernikahaanya dengan wanita itu ?"
"Then aku rebut dia kembali lah ," jawabnya merasa menang,
Arvan langsung menggelengkan kepalnya singkat mendengar jawaban dari adiknya." Awalnya aja sok dewasa ternyata akhirnya jahat juga ," batinya tertawa dengan kelabilan adiknya
__ADS_1
Tok .. tok . Tok
"Masuk !" Ucapnya disaat mendengar suara ketukan pintu.
Ckelekk
"Permisi Lord, kamu mengantarkan makanan untuk Princess Shea." Tutur kepala pelayan Julie.
"Letak disitu !" Ucapnya menunjuk kearah meja kaca yang berada didalam kamar Stella. Karna dia masih enggan untuk bangkit dari posisi baringnya, menikamati tempat tidur milik adik kesayanganya yang telah lama dia tidak merasakanya semenjak kematian papahnya.
Disaat pelayan-pelayan meletakan nampah makanan untuk Stella di atas meja, mereka langusung segera keluar dari kamar tuan Putrinya mereka ." Saya permisi Lord ." Pamit kepala pelayan Julie dengan membungkuk hormat. Lalu segera melangkahkan kakinya keluar dari kamar sang tuan Putri. Karna takut sang Raja Singa menagamuk jika melihat para pelayan yang berada disekelilingnya terlalu lama .
Jangan lupa Like, Komen dan Vote karya Mimin sebanyak-banyaknya ya gengs !!
Terima Kasih !!
__ADS_1
Follow Ig Mimin @Andrieta_rendra