Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 111


__ADS_3

Happy Reading πŸ“–πŸ‘©πŸΌβ€πŸ’»


Tujuh bulan kemudian.


Terlihat keluarga besar Lesham dan Manopo saat ini sedang harap cemas menanti kelahiran anggota kembar baru mereka.


Alex dan Arvan tak hentinya mondar mandir karna kepanikan yang tak henti-hentinya mereka rasakan,


Sedangkan Elena menemani Stella yang saat ini berada diruangan oprasi, Dia harus menjalkan operasi sesar, lantaran kekuatan Stella yang tak cukup mampu untuk berjuang untuk mengejan.


Selama proses operasi berlangsung,sekalipun dia tidak pernah berhenti meneteskan air matanya dan menyebutkan nama suaminya berulang.


Di membayangkan suaminya sedang berada disini melihatnya berjuang untuk melahirkan keturuan-keturunan mereka.


Elena yang menemani Anak menantunya melahirkan anak kembarnya sebagai sosok pengganti putranya yang sudah tiada.


Sedangkan diluar ruangan Arga yang begitu pusing melihat Papah dan Kakak angkatnya Arvan itu tengah mondar mandir bagai strikaan, langsung merasa kesal, berbeda dengan Pricilia yang asik dengan ciki-cikinya seperti biasa.


"Sebenarnya berapa lama lagi waktu yang dibutuhkan untuk mengelurkan keponakan ku itu?" Tanya Arga dengan kesal.


"Sabar sayang." Sahut Pricilia mengelus lembut pundak suaminya sesaat dan kembali lagi memakan ciki-cikinya.


Alex dan Arvan yang mendapatkan pertanyaan itupun juga sebenarnya langsung ikut kesal karna terlalu lama menunggu namun belum ada kabar sama sekali dari dalam.

__ADS_1


Dan disaat mereka tengah merasakan kekesalan yang memuncak, tiba-tiba dari dalam terdengar suara yang dangat membuat mereka semua akhirnya bersorak kegirangan penuh kebahagiaan." Oek..oek..oek." Tangisan kedua bayi kembar itu saling bersahutan.


Didalam ruangan Stella langsung meneteskan air mata kebahagiaanya melihat kedua bayinya yang saat ini berada didekapannya. Dua bayi yang begitu mungil dan merah menjadi pengganti sosok cintanya yang pergi, kini Tuhan menggantikanya dengan dua malaikat yang saat ini berada diatas tubuhnya."Terima kasih Tuhan, Terima kasih." Tangisnya mengucapkan puji syukur atas kehadiran putra putrinya.


Elena yang melihat tangis kebahagian sekaligus kesedihan yang dikeluarkan oleh menantunya itu, perlahan mulai mendekatinya lagi dan memeluknya bersamaan dengan dua baby itu.


"Merekalah sosok pengganti Arnon mah." Lirihnya pelan tanpa mengalihkan pandangan matanya dari dua babynya.


Elena yang mendengar kalimat itu, mencoba tersenyum bahagia, padahal dia tau jika saat ini Stella begitu menahan kesakitan yang sangat beras dihatinya, namun dia berusaha untuk terlihat tegar untuk orang-orang yang menyayanginya.


"Siapa nama mereka sayang?" Tanya Elena penuh kelembutan membelai rambut menantunya.


"Aiden Giovano Lesham Manopo & Airein Margaretha Lesham Manopo" ucapnya mengingat nama yang pernah diberikan suaminya sebelum meninggalkanya sendiri dulu.



"Aiden Giovano lesham artinya berkat tuhan yang baik untuk seorang pria pembawa api yang berharga. Sedangakan Airein Margaretha Lesham artinya seorang wanita yang mencinta alam yang berharga." Jawabnya penuh dengan kelembutan.


"Wah indah sekali artinya sayang, apakah kamu menciptakan nama itu sejak lama?"


"Tidak Mah, Nama itu Arnon yang memberikanya sebelum dia pergi." Balasnya dengan tenang.


Lagi-lagi Elena berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh menetes. Dan dengan memaksa senyumanya dia langsung berpamitan keluar ." Mamah keluar dulu ya, mau kabarin yang lainya." Ucap Elena yang langsung dianggukan kepala oleh Stella.

__ADS_1


"Jadi anak-anak Bubu yang baik ya nak, Bubu mencintai kalian sama seperti Bubu mencintai Papo kalian," lirihnya penuh kelembutan memberikan IMD Untuk kedua babynya.


Sedangkan Alex dan Arvan yang sedari tadi sudah menunggu diluar Ruangan, sudah sangat tidak sabar melihat baby kembar itu. Dan disaat Pintu terbuka dan keluar sosok Elena, Alex dan Arvan langsung segera berlari masuk kedalam ruangan operasi.


Siapa yang berani melarang mereka masuk kedalam ruang operasi, hanya orang yang mau mati saja yang berani melakukan itu kepada mereka.


"Mana Cucuku-mana Cucuku? Pekik Alex mencari keberadaan Cucu kembarnya.


"Ssstttt Pah, jangan Ribut! Ini bukan hutan." Bentak Elena yang mengikuti dua pria yang siap mengguncang ruangan operasi ini.


"Tuhan, lucu sekali keponakanya Uncle." Sahut Arvan yang mencoba mengambil alih Aiden dari tangan Adiknya,


Dan tidak mau kalah Alex juga langsung mengambil alih Airein dari tangan menantunya.


"Wah wajahnya mirip sekali denganku." Seru Arvan kegirangan.


"Heleh, tidak mungkin lah, ini dua baby pasti mirip sama Paponya." Sahut Arga kesal karna tak kebagian gendong Baby.


"Paponya kan anak Papah, berarti mereka mirip Papah dong." Timpal Alex penuh dengan kepercayaan diri.


"Tidak bisa, Papo mereka kan tidak membuang wajah Mamah, dan sudah dipastikan mereka mirip Mamah." Sahut Elena tak mau kalah.


Pricila yang mendengar perdebatan itu langsung mengeluarkan suaranya." Udah mirip siappun terserah yang penting tidak mirip tetangga." Balasnya dengan santai.

__ADS_1


To be continueπŸ˜‰


Jangan lupa like, komen dan Vote ya πŸ™πŸ»


__ADS_2