Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 14


__ADS_3

Happy Reading !!


"Mamah ." ucapnya kaget melihat kedatangan mamahnya yang tiba-tiba.


"Iyah ini mamah, kenapa kamu kaget begitu ?" Tanya Elena melihat ekspresi anaknya yang terkejut melihatnya.


"Tidak, hanya saja kenapa mama tiba-tiba kesni ? Kan mama bisa menelponku terlebih dahulu , biar Arnon nanti yang pulang ." Ujarnya yang mulai tau tujuan mamahnya datang ke Kantornya,


"Cikhh , kamu itu bodoh atau apa ha ,liat ponsel kamu sekarang! Begitu banyak pesan dan telpon dari mamah tidak ada satupun yang kamu gubris ,"!ucapnya menatap tajam ke arah anaknya dan mengalihkan pandanganya ke bingkai foto yang sangat besar di belakang Arnon,


Elena terus mengalihkan pandanganya ke seluruh ruangan kerja anaknya itu, yang terdapat banyak sekali bingkai-bingkai foto kemesraan Arnon dan Stella.


"Apa karna perempuan liar itu ."!tunjuknya ke arah foto besar di belakang Arnon


Arnon hanya membalas dengan menggeleng singkat sambil memijat keningnya yang pusing akibat kedatangan mamahnya,


"Udah mamah bilangin kamu berkali-kali Arnon, akhiri hubungaan kamu dan dia! Kamu itu gak cocok sama dia nak ", ucap mamahnya dengan emosi yang meledak namun masih dengan nada lembut.


Arnon tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya ." mamah mau aku meninggalkan dia ?" Tanyanya Yang di jawab anggukan kepala oleh Elena.


Karna Elena tau dia sudah tidak bisa banyak bicara karena melihat senyum anaknya yang berbahaya baginya.


"Itu tidak mungkin terjadi mah, dia ibu dari anak aku, dia wanita yang aku cintai sampai kapanpun dan sudah berulang kali juga aku bilang sama mamah bahwa dia bukan wanita liar mah ." bentaknnya ke Elen tanpa perduli jika dia adalah ibu kandungnya.


Elena geram karna Arnon untuk kesekian kalinya dia membentaknya, yang notabenya adalah ibu kandungnya demi membela seorang wanita yang tidak jelas asal usulnya,


"Anak kamu sudah lama mati Arnon, jadi dia bukan ibu dari anak kamu ." Jawabnya dengan tersenyum tipis


"Dan itu semua karna mamah ." bentaknya lagi dengan suara yang tinggi, membuat Elena mulai ketakutan melihat emosi anaknya yang sangat membara.


"Kinara tidak akan meninggalkan kami,jika mamah tidak bersama dengan perempuan ular itu dan mendorong Stella sampai dia bisa tertabrak mobil, seandainya mama waktu itu mau merestui kami, semua ini gak akan pernah terjadi, dan kami akan hidup bahagia bersama Kinara anak kami ."


Flashback on


"Sayang akhir-akhir ini koq prasaan aku gak enak yah ? Rasanya mual terus kalo pagi terus nafsu makan aku juga berkurang ?" tanyanya dengan bibir yang di manyunkan pada Arnon yang tertidur dengan menggunakan pahanya sebagai bantal arnon,


Arnon yang sedang memainkan ponselnya langsung mendangakan kepalanya ke atas menatap wajah Stella dengan gemas.


"Mungkin karna kamu selalu telat maakan sayang. Kamu kan punya riwayat magg akut ." ucapnya dengan senyuman," makanya jangan terlalu capek ngerjain tugasnya ," timpalnya lagi dengan membelai wajah Stella dengan lembut lalu menarik tengkuk leher Stella agar menunduk menciumnya,


Cuppppp


Satu kecupan mendarat di bibir Arnon, mereka pun sama-sama saling tersenyum penuh kebahagiaan.


Arnon langsung memiringkan badanya mencium perut Stella sambil melingkarkan tanganya di pinggangnwanita itu.


Namun ketika mencium perut Stella dia merasakan ada yang bergerak di dalam perut itu,

__ADS_1


Dia langsung bangkit dari tidurnya dan duduk sambil berpikir apa yang membuat perut bergerak dari dalam.


Sambil terus berpikir dia menyuruhStella untuk membuka bajunnya dia kenakan,


"Sayang coba kamu buka baju kamu !" Perintahnya kepada Stella.


"Baju ? Untuk apa sayang ." tanyanya sambil mengikuti perintah Arnon yang menyuruhnya membuka bajunya,


Setelah Stella melepaskan bajunya, Arnon langsung menatap fokus ke arah perut Stella .


"Sayang coba kamu liat deh, itu perut kamu koq makin hari makin besar ." tanyanya sambil mengusap lembut perut Stella,


"Oh ini, entahlah sayang Aku juga ngerasa begitu, sekarang aku jadi begemuk gitu terus perut aku makin membesar gitu ." ucapnya dengan raut wajah bingung juga sambil mengusap perutnya sendiri ,


"Kamu gak pernah ngerasa ada yg bergerak gitu ," Tanya Arnon


"Perah lah,malahan sering lagi. Kan kamu juga waktu itu pernah tanya pas kamu ngerasa perut aku ada pergerakan dan makin membesar ." jawabnya pada Arnon.


Arnon diam tak menjawab, dia pun terus berpikir apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh kekasihnya, karna jika di perhatikan baik-baik jika Stella memakai baju kaos yang ketat , maka perutnya akan terlihat sangat nampak sekali jika membesar, bahkan dia merasakan bahwa hari demi hari perut Stella makin membesar,


"Sayang kamu gak mungkin busung laparkan ." tanya Arnon dengan pelan takut sang Harimau marah padanya,


Stella langsung melotot ke arah Arnon."Enak aja kamu bilang begitu, aku ini sehat tau ." jawabnya memukul lengan itu.


"Ya maaf sayang kan kirain, habisnya perut kamu membesar tapi badan kamu kecill ." ucapnya sambil terus memikirkan sebenaranya apa yang terjadi,


Stella yang baru memasuki semester tiga , sedangkan Arnon yang sudah semester akhir yang sebentar lagi akan mengahadapi ujian akhir dan kelulusanya.


Namun mereka sudah tinggal bersama, semenjak Arnon lulus SMA, hubungan mereka pun pada saat itu baru memasuki tahun keempat .


Stella yang mengambil jurusan kedokteran dan Arnon yang mengambil jurusan management business ,


Arnon masih terus berpikir, lalu mengambil ponselnya untuk mencari informasi tentang perut bergerak dan membesar.


Berbeda dengan Stella yang sibuk mengunyah cemilan sambil menonton animasi favoritenya NARUTO SHIPUDDEN.


Disaat Arnon mengscroll informasi matanya membulat sempurna melihat informasi yang di tunjukan oleh gogle." sayang kapan kamu terkakhir kali datang bulan ?" tanyanya


"Entahlah, sayang aku lupa, kayanya udah tiga atau empat bulan yang lalu ." ucapnya sambil mengingat-ingat kapan pastinya dia terkakhir mendapatakn tamu bulananya.


"Astaga sayang kenapa aku lama sekali gak datang bulan ? Jangan-jangan aku - " ucapnya terputus memikirkan hal buruk jika dia menderita suatu penyakit berbahaya,


Arnon yang mendengar keluhan Stella langsung menggelengkan kepalanya melihat tingkahnya yang menggemaskan menurutnya.


Dia langsung berdiri keluar meninggalkan Stella yang duduk termenung memikirkan hal yang tidak-tidak


Setelah mendengar suara pintu yang tertutup Stella langsung tersadar dari lamunanya,

__ADS_1


"Dia mau kemana ?" tanyanya sambil meneteskan air matanya


Hiks.. hikss ..hiks


"Tega banget dia ninggalin aku setelah tau aku terkena penyakit yang berbahaya ." ucapnya sambil terus menangis


"Awas aja dia kalo benar- benar meninggalkan ku, akan ku pastikan melemparkan dia hingga ke Antartika ," ujarnya sambil mengusap air matanya,


Dia juga sebenarnya gak paham kenapa dia terus menangis seperti ini,


20 menit kemudian


"Kamu dari mana "?, tanyanya dengan tatapan tajam, bibir di majukan sambil berkacak pinggang menunggu prianya di belakang pintu,


Arnon yang melihat ekspresi kekasihnya hanya bisa menelan salivanya dengan kasar,


"Dari Apotik sayang ." jawabnya yang tau bahwa Stella dalam mode menakutkan.


"Ngapain ke apotik ?" tanyanya lagi dengan ketus dengan tatapan menyelidik sambil terus bekacak pinggang


"Beli ini ," tunjuknya pada plastik yang dia dapat dari apotik tadi


"Sekarang ayo kita ke kamar mandi priksa ."!menngajak Stella untuk memeriksakan bahwa dia hamil atau tidak,


Karna artikel yang di bacanya tadi, mengarahkan jika kemungkinan besar adanya pertumbuhan janin di dalam perut Stella.


"Koq - " tanyanya bingung pasalnya dia selalu rutin melakukan suntik kb untuk mencegah kehamilan , karna di jurusan yang dia ambil mahasiswa tidak di perbolehkan hamil atau menikah sebelum kelulusan,


"Prikaa dulu ya " bujuk arnon melihat Stella bingung


"Kalo iya gimna "? Tanyanya


"Jika iya, kamu ambil cuti ya dengan alasan ada urusan dan harus kembali ke negara kamu dan meminta izin keluarga untuk menikah ," ucapnya meyakinkan Stella.


"Udah yuk priksa cepetan sayang! Aku udah penasarann dari tadi ini " ajaknya sambil menuntun Stella masuk ke dalam kamar mandi untuk mencoba testpack yang dia beli tadi di Apotik,


"Nih sayang testpacknya ,"ucapnya sambil menyerahkannya ke Stella.


Dia juga ikut masuk ke kamar mandi menemani kekasihnya untuk melakukan pemeriksaan dan ingin langsung melihat hasilnya saat itu juga,


Sambil membaca petunjuk yang ada di kemasan dia pun menerima sempel urine dari Stella dan sama-sama mengeceknya dengan menggunakan lima testpack sekaligus dengan merek yang berbeda demi mendapatkan hasil yang akurat,


5 menit kemudian seluruh testpack itu mulai memenculkan garis mulai satu hingga akhirnya mulai tumbuh garis samar yang di detik selanjutnya benar-benar menghasilkan garis dua yang sama-sama jelas terlihat garis di semua testpack yang di gunakan tadi


"Sayang ." Ucapnya masih dalam mode tidak menyangka jika di berikan kepercayaan untuk menerima berkat terindah dari Tunan dengan menghadirkan bayi kecil di tengah- tengah mereka,


*Jangan lupa like,komen, dan vote sebanyak-banyaknya ya gengs **🥰*

__ADS_1


*Thank you very much for reading my novel **😘*


__ADS_2