
Happy Reading📖👩🏻💻
Setelah menyelesaikan makan siangnya, mereka bertiga saat ini sudah ada disebuah pemakaman yang tak lain adalah makam Kinara dan makan seseorang yang diduga adalah Arnon.
Namun Stella bukanlah orang bodoh, pada saat itu setelah dia merasakan sedikit ketenangan didalam jiwa dan pikiranya, dia langsung menyuruh seseorang yang khusus membongkar makam itu dan mengotopsinya.
Meskipun keputusan untuk membongkar makam dan mengotopsi jasad itu di tentang keras oleh pihak keluarga Lesham.
Namun dengan dukungan kakaknya Arvan dia berani melakukanya.
Padahal sudah jelas pada saat itu Arvan memang sudah mengetahui jawabanya, karna dialah yang menyembunyikan Arnon.
"Sayang bilang Hallo sama kakak dan Uncle." Ucap Stella dengan lembut pada kedua anaknya.
"Hallo kak Nara, Hallo Uncle." Sapa Airein.
"Hallo Kakak, Hallo Uncle." Sapa Aiden mengikuti kakaknya.
Lalu tak lama Airein dan Aiden melangkah mendekat kearah makam itu dan meletakan satu bucket bunga yang tadi sempat mereka beli. di masing-masing nisannya.
"Hai Kak Nara, sudah sampaikan pesanku pada Tuhan belum?" Tanya Airein dengan antusias.
"Salam apa kak?" Tanya Aiden bingung.
__ADS_1
"Ya salam lah, setiap kesini tuh aku selalu berpesan pada Kak Nara, untuk menyampaikan pesan ku pada Tuhan, supaya segera mengembalikan Papo untuk kita. Dan aku juga selalu bercerita pada Kak Nara, jika Bubu selalu saja bersedih saat ini. Dan kak Nara juga ada bilang sama Airein untuk selalu menjaga Aiden dan juga Bubu." Ucapnya polos, tanpa sadar mengejutkan Stella dan adiknya.
"Apakah kamu mau menakutkan kita Kak?" Tanya Aiden kesal dengan ucapan kakaknya.
"Tidak, untuk apa aku melakukanya." Jawabnya sinis.
Stella yang melihat putra dan putrinya yang sedang bertengkar itu, langsung menenangkan keduanya." Sayang Airein, bagaimana kamu mendapatkan pesan dari kakak kamu itu?" Tanya Stella dengan penuh kelembutan.
"Dulu dia sering datang kemimpi Airein Bu, tapi sekarang sudah tidak lagi." Jawab Airein dengan serius.
"Kak, ini bukan Zaman kuno yang kamu mesti percaya hal seperti itu." Sahut Aiden dengan wajah datarnya.
"Terserah mau percaya atau tidak." Jawabnya kesal memanyunkan bibirnya lima centi dan melangkah pergi sambil menghentak-hentakan kakinya setiap jalanya, membuat Stella tersenyum melihat tingkah laku putrinya.
"Ya sudah yok sayang, kita ke kantor Bubu, nanti kalian pulangnya diantar sama Uncle Kenan ya, soalnya Bubu masih banyak perkerjaan sayang." Ucapnya memberikan pengertian pada putra kecilnya.
Ketika Stella dan Aiden sampai kemobil, mereka masih melihat bibir Airein yang masih maju lima centi.
"Maaf ya sayang, Bubu percaya kok sama Airein beneran." Serunya memeluk tubuh putrinya yang sedang merajuk.
"Iya Bubu, Rein gak marah kok, sekarang ayo cepat Bubu kita ke kantor sekarang." Balasnya dengan tersenyum lebar.
"Came lets go." Ucap keduanya serentak. Membuat senyuman indah diwajah Stella.
__ADS_1
*************
"Kak ayo cepat! Nanti kita terlambat." Teriaknya yang tak ada habis-habisnya merusak gendang telinga milik Arvan.
"Rooobeeerrtttty." Teriaknya memanggil Asistenya.
"Saya Lord." Jawab Robertt untuk yang kesekian kalinya.
"'Masih lama tidak itu pesawat siap ! Bawa cepat budak kecil satu ini pergi buang jauh-jauh." Perintahnya benar-benar muak mendengar rengekan Arnon setiap detik bahkan samapia didalam kamarnya.
"Sebentar lagi Lord kita harus mengisi Afthurnya terlebih dahulu." Jawab Robert untuk yang kesekian kalinya.
"Robert kou jangan jadi bodoh! Berpuluh pesawat yang aku punya, satupun tak ada bahan bakar ha !" Bentaknya penuh emosi.
"MaaF Lord, akan kami percepat!" Ucapnya mengusahakan kecepatan durasinya.
"Pergi dan kerjakan secepatnya!" Bentaknya tegas.
"Kaakk." Rengek Arnon lagi-lagi.
"Cukup. Arnon ! Kalo tidak saya buang kamu kelaut." Bentaknya kesal.
"Apa sih kak, aku mau kasih tau itu zepper celana kakak belum di kancing." Ucapnya menahan canggung.
__ADS_1
Sekita langsung membuatnya merasakan malu yang hakiki.
To be continue😘