Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 89


__ADS_3

Happy Reading πŸ“–πŸ‘©πŸΌβ€πŸ’»


Melihat surat wasiat dari Andreas yang dipegang selama ini oleh Arvan. Membuat Stella,Alex dan Elena schok tak percaya dengan kebenaran apa yang diketahui mereka saat ini.


"Apa ini ? Bagaimana bisa Andreas begitu percaya bahwa Arnon akan menjadi menantunya, hingga dia bisa membuat surat wasiat seperti ini." Ucap Alex yang tidak percaya dengan semua ini.


"Kak apa maksud semunya ini? Kenapa Papah mengenal Arnon ? Padahal Shea bertemu dengan Arnon setahun setelah kematian Papah. Tapi kenapa di surat wasiat ini menjelaskan jika Papah sudah mengenal Arnon sejak lama kak?" Pertanyaanya berderet ditunjukan pada sang kakak.


Arvan yang mendengar seluruh pertanyaan adiknya, langsung menampilkan senyum tipisnya." Apa kamu tidak ingat Shea? Jika kamu dan Arnon bertemu satu bulan setelah kematian Mamah, kalian bertemu disaat kamu merasakan kehilangan jiwa karna kematian Mamah." Jawab Arvan mengingatkan Stella.


Flashback on


Setelah satu bulan kematian Amanda, Mansion besar Milik keluarga Manopo itu terlihat masih banyak tamu yang berdatangan untuk menyampaikan rasa turut berbela sungkawan pada Raja Dunia yaitu Andreas.


Tak terkecuali Alex yang merupakan sahabat baiknya, terlihat baru saja mengunjungi Mansion besarnya dengan di dampingi seorang Anak laki-laki berusia sekitar 10 tahun.


Alex baru bisa mengunjungi Andreas sekarang, karna kesibukanya yang benar-benar tidak bisa di tinggal.


Terlihat Alex melangkah memasuki Ruangan besar milik Andreas.


"Apa kabar brother?" Sapanya melihat Andreas yang tengah berdiri menatap foto mendiang Amanda.


Andreas langsung melirik singkat kearah Alex, dan tersenyum tipis, lalu menatap lagi foto istrinya.


"Tuhan mengambilnya lebih dulu dari pada aku." Jawabnya singkat tersenyum tipis.


"Sabar ya, semua sudah takdirnya, aku turut berduka cita atas kepergianya." Ucap Alex tulus.


Andreas hanya menjawab dengan lirikan matanya lalu menganggukan kepalanya singkat.


Disaat Alex dan Andreas tengah sibuk berbincang, terlihat Arnon kecil mengedarkan pandanganya kesana kemari, mencari objek yang menarik.


Lalu arah tatapan matanya jatuh pada seorang gadis kecil yang sedang duduk termenung dipinggir kolam renang dekat dari Ruangan kerja Andreas.


Arnon kecil, langsung melihat balik kearah Papahnya untuk meminta izin, namun dia melihat Alex yang sedang sibuk berbincang, jadi dia langsung memutuskan untuk melankahkan kakinya memdekati gadis kecil yang tengah sendirian itu ,


"Hallo." Ucapnya menyapa Stella kecil, Namun tak ada jawaban apapun yang keluar dari Stella,


"Nama ku Arnon, nama kamu siapa?" Dia terus berusaha untuk mengajak Stella kecil berbicara,namun lagi-lagi tidak ada jawaban ataupun senyuman dari gadis kecil didepanya,


Dia berpikir sejenak mencari idea untuk menghibur Stella kecil yang tengah bersedih itu.


Tingggg sebuah notifikasi muncul di otak cerdasnya, menandakan dia telah menemukan sebuah idea yang bisa membuat Stella kembali tersenyum.


Dia langsung mencari pulpen untuk menjalankan rencananya.


"Bi kasih saya sebuah pulpen.!" Pintanya pada pelayan mansion.


"Untuk apa Tuan kecil ?" Tanya pelayan itu.


"Kasih saya ! Jangan banyak tanya!" Bentaknya dingin kepada pelayan itu. Sontak pelayan itu langsung segera memberikanya apa yang dia inginkan.


Setelah mendapatkan pulpen itu, Arnon kecil langsung berjalan kembali mendekati Stella, dan langsung duduk disebelahnya, Lalu kemudian dia mengambil tangan Stella dengan perlahan.

__ADS_1


Stella kecil yang sedari tadi hanya diam, kini mulai bereaksi disaat Arnon kecil menyentuh tanganya.


Arnon kecil langsung menggambarkan sebuah lukisan cincin di jari manis Stella kecil.


"Untuk apa kamu menggambar cincin di jariku." Tanya Stella yang akhirnya membuka mulutnya bersuara indah.


Arnon kecil hanya melirik sekilas kearah Stella kecil yang tengah menatapnya." Aku pikir kamu tadi tidak bisa berbicara." Jawabnya santai sambil terus menyelesaikan lukisanya.


Namun seakan tidak perduli dengan ucapan Arnon, dia langsung menarik tanganya paksa dari gengaman tangan Arnon kecil,


"Kenapa? Aku belum menyelesaikan gambar cincin itu." Ucapnya mencoba menarik lagi tangan Stella kecil.


"Jawab aku ! Kenapa kamu menggambar cincin di tanganku?" Tannyanya tegas.


"Aku hanya ingin menandai sesuatu yang sudah menjadi milikku." Jawabnya santai.


"Milikmu? Siapa yang kamu tandai milikmu ha?" Tanyanya emosi.


"Saat ini yang aku tandai tanganya siapa ? Jadi tidak perlu bertanya lagi bukan!"


"Dasar gila," bentaknya lalu belari pergi meninggalkan Arnon kecil sendiri di pinggir kolam, tanpa dia sadari bahwa dirinya kembali tersenyum walaupun hanya senyuman tipis.


Alex dan Andreas yang melihat kejadian itu, langsung sepakat untuk menjodohkan keduanya, tanpa mereka sadari bahwa ada seorang anak laki-laki remaja yang mendengar rencana orang dewasa itu.


Dia bahkan berjanji pada dirinya sendiri akan membantu untuk mewujudkan keinginan orang dewasa dihadapanya.


Flashback Off


"Apaa! Jadi kakak juga yang mengatur pertemuanku dengan Arnon sepuluh tahun lalu." Ucap Stella kaget dengan semua cerita kakaknya yang sama sekali dia tidak mengingatnya.


"Sebegitu yakinya Papah kalian pada sebuah takdir." Ucap Alex yang masih terkejut jika Andreas benar-benar mengakui Arnon putranya sebagai Menantu keluarga Manopo, hingga tidak ada keraguan baginya untuk memberikan separuh hartanya untuk dikelolah dengan Arnon.


"Lihat kan sayang, kamu yang dulu aku tandai dengan sebuah lukisan cincin di tangan, tepat pada hari ini aku menandaimu dengan sebuah cincin sungguhan." Ucapnya merasa bahagia pada takdir.


"Semua sudah berlalu, dan sudah terlalu lama Cyberaya menunggu Arnon memimpinya." Ucap Arvan meyakinkan ceritanya pada Alex yang terlihat seperti meragukannya.


Sedangkan Elena hanya mampu menundukan kepalanya malu dengan sikap aroghant dan sombonya dahulu.


"Jadi bagaiamana Kenan apa kamu bersedia menjadi asisten dari adik iparku?" Tanya Arvan menatap kearah Kenan.


"Maar Lord, tapi saya tidak bisa meninggalkan perusahaan yang sudah saya bangun dengan hasil keringat saya sendiri."jawbanya menolak secara hormat.


"Berikan kepemilikan prusahaan mu itu pada Jerry! Bukankah perusahaan mu ibu baru menduduki urutan 278 tingkat dunia. Sangat jauh sekali dari urutan Cyberaya dan Lesham Grup. Ini penawaran bagus untuk kamu. Saya menawarkan kamu karna kamu adalah calon suami dari Valen yang sudah saya anggap seperti adik saya sendiri. Dan jika kamu mau kami merestuimu denganya, maka kamu harus menerima menjadi anggota keluarga dari Cyberaya." Ucap Arvan tegas memberikan peringatan kepada Kenan yang dipikirnya masih sangat labil.


Jerry yang lagi-lagi mendengar namanya disebut langsung menatapnmelas kearah para petinggi Dunia itu.


"Bolehkah gue mengganti nama menjadi joko? Sebab gue merasa horor kalo mereka selalu menyebut nama gue yang keren ini." Bisiknya pada Marcell. Namun Marcell yang merasa situasi sangat tegang, hanya acuh dengan ucapan gesrek dari sahabtnya itu.


Tok..tokk. Suara ketukan pintu terdengar dari luar,


"Masuk." Jawab Alex mempersilahkan tamu itu masuk kedalam ruanganya.


Terlihat sosok wanita cantik, melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan Khusus itu.

__ADS_1


"Friska kenapa kamu ada disini?" Tanya Kenan terkejut melihat sosok sekertarisnya masuk kedalam ruangan.


"Saya diminta Tuan Arnon untuk datang kesini dengan membawa semua berkas kepemilikan perusahaan anda pak." Jawabnya hormat.


"Duduklah Friska." Ucap Arvan mempersilahkan wanita itu duduk.


Jerry yang melihat sosok Friska langsung menatapnya tanpa berkedip. Dia langsung bangkit pindah tempat duduk disebelah Friska.


"Hai namaku Jerry." Sapanya mengenalkan diri.


"Friska pak." Jawabnya singkat dengan malu-malu.


Angel dan Citra yang melihat aksi dari Jerry langsung menatap dengan sinis." Nahkan buaya buntung mulai lagi." Bisik Angel yang dianggukan oleh Citra.


Sedangkan Arnon yang melihat tingkah Jerry langsung menggelengkan kepalanya pusing melihat tingkah konyol asistenya.


"Jangan panggil pak ya, panggil aku Abang Jerry." Ucapnya selembut mungkin tanpa ada rasa takut pada para petinggi yang sedang menatapnya.


"Kamu orang mana aslinya?" Tanya Jerry


"Orang medan bang." Jawab Friska singkat.


"Loh kamu medan, abang ini juga Medan dek." Jawabnya dengan berpura-pura berlogat batak.


"Abang juga orang medan?" Tanya Friska dengan senyuman


"Iya dek. Abang ini orang medan jawabnya yakin.


"Sejak kapan China Italia bisa berubah menjadi Medan?" Tanya Stella pada Arnon.


"Hanya orang-orang sepertinya yang bisa berpikir sayang. Coba liat padahal suasana tegang seperti ini saja masih berani menggoda wanita." Ucapnya benar-benar pusing.


"Bukanya kamu China Italia ya Jer?" Tanya Elena polos.


"Iya Tante. Tapi saya lahir di medan." Jawabnya bohong.


"Benarkah bang? Kalo begitu apa marga abang?" Tanya Friska yang ikut terbawa suasana konyol bersma Jerry.


"Marga ?" Tanya Jerry bingung.


"Ehm mampus loe, buntu dah otak loe bohong." Lirih Darren mengejeknya.


Jerry langsung berpikir sejenak memikirkan jawaban yang pas gar dia tidak dibilang pembohong,


"Oh marga abang itu Morsinaga." Jawabnya asal.


Guuuubbbbraaaaakkk semua yang mendengar jawaban asal dari Jerry langsung menepuk keningnya pusing.


Jangan Lupa. Like,komen dan Votenya ya gengs πŸ™πŸ»πŸ˜˜


Gengs, karna Dua orang yang mendapatkan Give Away pulsa belum ada konfirmasi ke Mimin, maka dengan peraturan yang ada, 2 pemenang akan Mimin ganti ya,


Mimin akan mencari dua orang baru untuk mendapatkan Give Away dengan komentar yang terbaik untuk Mimin.

__ADS_1


Dan untuk itu Mimin masih memilih dan memberikan waktu dua hari untuk mencari pemenang pulsa 100k ya.


Dan terhitung mulai hari ini, yang berarti besok akan Mimin beri tau siapa yang akan jadi pemenangnya😘😘


__ADS_2