Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 39


__ADS_3

Happy Reading !!


Pesawat itu melesat laju menuju Markas Besar di Pulau tersendiri di Samudera Atlantik .


Sebuah Markas Besar yang dibangun ditengah-tengah lautan Samudera agar tidak seorangpun yang bisa menghancurkanya,dan untuk menghindari peperangan yang sangat berbahaya untuk rakyat Dunia. Maka dari itu Markas besar di bangun di Pulau terpencil Dunia.


"Kenan." Panggil Marcell yang melihat pria itu masih menatap pesawat yang sudah hilang ." Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa mereka membawa Stella dan Valen ?" Tanya Marcell dengan raut wajah serius.


Flashback on


"Siapa yang telpon?" Tanya Kenan ketika melihat Valen yang telah memutuskan panggilan telponya,


Valen merasa bingung harus menjawab apa, karna status Stella yang sebenarnya pasti akan membuat siapapun terkejut mendengarnya ," kakaknya Stella." jawabnya singkat dengan suara pelan, namun Kenan masih bisa mendengar suara Valen.


Dengan Menyeritkan keningnya Kenan merasa bingung dengan Jawaban Valen, pasalnya selama yang dia tau Stella adalah seorang yang sebatang kara di Dunia ini, "Stella punya kakak,?" Tanya Kenan.


"Ya seorang kakak laki-laki," Jawab Valen lagi.

__ADS_1


"Yang aku tau Stella tidak mempunyai keluarga ," balas Kenan.


Namun belum sempat Valen menjawab, tiba-tiba ada sekelompok pria berbadan atletis berjumlah puluhan orang itu masuk kedalam kamar rawat Stella.


"Siapa kalian?" Tanya Kenan dengan memasang aura iblisnya,


"Leng udah saatnya,Lord Arvan telah menunggu Princess Stella sekarang." Ucap Lucas pemimpin dari kelompok itu. Dia adalah salah satu pengawal terbaik yang di kirim Arvan untuk menjaga Stella dari kejauhan,


Valen langsung menjawab dengan anggukan kepalanya singkat. Membuat Kenan semakin bingung dengan keadaan saat ini, "Siapa dia Valen? Kenapa kamu bisa kenal dengan mereka semua?" Bentak Kenan yang marah saat Valen hanya diam tanpa mau menjawabnya. "Dia adalah orang suruhan dari kakaknya Stella", Jawab Valen singkat.


"Baik bos," jawab seluruh anak buahnya.


"Tunggu dulu. Apa hak kalian membawa Stella."Kenan berusaha menahan orang-orang itu membawa Stella.


Lucas tersenyum tipis dan dengan gerakan cepat tak terbaca dia mengambil stick elektrik yang di milikinya dan melempar ke arah Kenan yang sejak tadi menggangu pekerjaanya.


Kenan yang mengetahui itu langsung menghindar dan alhasil stick itu mengenai kaca kamar ruangan Stella.

__ADS_1


Prangggg


Kaca itu pecah akibat terkena lemparan stick dari Lucas.


"Cukup Lucas, sekarang juga ayo kita pergi !" Valen segera menghentikan mereka,karna berbahaya jika di teruskan. Mengingat Kenan bukanlah tandingan yang sepadan untuk berhadapan dengan Lucas yang memiliki kegesitan yang hampir sama dengan tuanya Arvan, membuat dia harus secepatnya membawa Lucas pergi dari situ agar tidak terpancing emosi dengan Kenan kekasihnya.


Lucas menjawab dengan sorotan tajam matanya" cepat Leng! Waktu kita tak banyak, kamu tau bukan Lord Arvan paling tidak suka menunggu walau hanya sedetik saja, dan makanya itu kamu harus cepat !" Perintahnya dengan tegas,lalu mengalihkan pandanganya ke arah anak buahnya ." Kalian tunggu apa lagi ha ? Cepat bawa Princess Shea sekarang juga." Bentaknya membuat seluruh anak buannya bergetar ketakutan.


"Baik Bos ,"Jawab seluruhnya langsun bergerak capat membawa Stella pergi dari Negara ini,


Falshback off


Jangan lupa Like,Komen danVote Mimin sebanyak-banyaknya ya !!


Terima kasih..


Follow Ig Mimin @Andrieta_rendra

__ADS_1


__ADS_2