Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 44


__ADS_3

Happy Reading !!


Cklekk


Arvan membuka pintu kamar Stella dan melihat adiknya itu sedang tertidur membelakangi pintu masuk.


Arvan langsung menyungingkan senyum indahnya ." Adik kecil ku sekarang sudah besar ," lirihnya pelan, lalu melangkahkan kakinya naik ke atas tempat tidur Stella dan memeluk tubuh adiknya itu dari belakang lalu mencium puncak kepala Stella.


Tak lama kemudian Stella terbangun karna merasa ada yang sedang memngagu tidurnya serta memeluk tubunya.


"Kakak ." Lirihnya pelan menyadari bahwa yang memeluknya saat ini adalah kakak laki-lakinya yangsangat dia rindukan,


Mendengar suara adiknya yang pelan dan lemah, lagi-lagi Arvan mencium puncak kepala Stella, lalu menambah erat dekapanya di tubuh Stella.


"Jangan takut sayang, kakak disini . Semuanya akan baik-baik saja." Ucapnya lembut karna mengetahui apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan adik kecilnya saat ini.


"Hiks..hiks..hiks kakak ," tangisnya pecah dan langsung membalikan tubuhnya menghadap kearah Arvan dan balik memeluk tubuh kakakanya dengan sangat erat,


"Kakak aku mencintainya. Aku gak mau kehilangan dia, aku gak bisa liat dia bersama dengan yang lain. Aku sakit kak !"

__ADS_1


"Kakak tau dia adalah seperempat hidupku, setelah kakak ," tangisnya terisak menceritakan kepada Arvan.


"Menangislah sayang! Kakak disini, kakak gak akan biarkan siapapun bisa nyakitin kamu dan ambil hak milik kamu ," ucapnya mengelus punggung adiknya untuk meredamkan tangisanya.


"Kakak dia sudah tidak mencintaku lagi," tuturnya memeberihu Arvan


"Bagaimana kamu tau ?" Tanyanya


"Karna jika dia masih mencintaiku, pasti dia tidak akan pernah menerima perjodohan dan menikah dengan wanita itu." Serunya mengadu dangan sang kakak tersayang.


"Shea kamu tidak bisa berbicara seperti itu. Karna kamu tau dia sangat terpaksa untuk mengkhianati kamu."


"Sayang, adik kakak yang paling cantik sedunia ini. Tatap mata kakak !" Dan dengan patuh Stella menatap mata elang kakaknya dalam-dalam.


"Bagaimana jika itu terjadi sama kamu ? Misalkan, kakak yang saat ini memaksa kamu untuk menerima perjodohab dan pernikahan dengan pria yang tidak kamu cintai. Dan kakak akan mengancam kamu agar mau menerimanya, apa yang akan kamu lakukan ?" Tanya Arvan mencoba memberi nasehat untuk adiknya.


Meskipun dia dikenal dengan kekejamanya, namun hatinya sangat lembut jika berhadapan dengan adiknya,


Mungkin juka Dunia mengetahuinya, Stella akan di juluki wanita palung beruntung seDunia. Sebab dua pria yang paling ditakuti dan dihormati Dunia, siapapun pasti akan tunduk pada mereka , berbalik takut dan tunduk kepada seorang wanita yaitu Stella Florenshea .

__ADS_1


"Aku belum tau kak, tapi yang jelas aku pasti akan menggunakan otak dan pikiranku,aku tidak akan salah mengambil keputusan dan menyakiti hati kekasih ku ." Ucapnya tegas berwibawa,


"Susah memang jika mempunyai adik yang kepala batu, mau diapain juga tetap aja dia yang benar. Hadeh ," batin Arvan yang bingung bagaimana cara menasehati adik kesayanganya .


Kamar tidur Stella



Jangan lupa Like , Komen . dan Vote sebanyak - banyaknya ya gengs readres.


Terima kasih atas dukungan kalian atas karya Mimin ini.


Mimin masih tidak menyangka atas dukungan-dukangan kalian yang begitu baik terhadap Mimin.


Ayo buruan ikutin Give Awaynya . Sebagai bentuk rasa Trima Kasih Mimin untuk kalian semua, pembaca setia karya Mimin ini ,


Follow Instagram Mimin di @Andrieta_rendra


Facebook Mimin : Andrieta Rendra

__ADS_1


__ADS_2