
Happy Reading !!
" "Apaaaa .." pekik Arnon tak percaya apa yang barusan dia dengar.
Sontak semua sahabatnya yang berada disitu menjadi gugup,karna sangat jarang sekali mendengar Arnon berteriak.
"Stella dan Valen sudah dibawa pergi dengan orang suruhan kakanya ,"lagi-lagi Kenan berbicara mengatakan hal yang sebenarnya.
"Iya Ar, kami juga semalam tidak bisa berbuat apapun, karna mereka semua terlihat seperti orang-orang yang sudah terlatih dan kami juga tidak tau kemana mereka membawa Stella dan juga Valen ." Jawab Darren menjelaskan kejadian semalam pada Arnon.
Sedangkan Arnon yang mendengar kalimat " di bawa pergi oleh kakanya" seketika tubuhnya langsung mendadak lemas, hingga air matanya menetes tanpa dia sadari.
"Arnon loe tenang yah. Kita pasti akan bantu loe buat bawa Stella kembali ." Darren mencoba untuk menenangkan hati sahabatnya.
Namun Arnin langsung menggelngkan kepalanya pelan." Kalian tidak bisa melakukan apapun. Kalian tidak akan pernah bisa membawa dia kembali termasuk aku , jika bukan dirinya sendiri yang kembali maka kita semua tidak ada yang bisa membawa mereka kembali." Ucapnya dengan suara yang sangat lemah.
"Kenapa seperti itu ?" Tanya angel lembut.
__ADS_1
"Karna kak Arvan pasti membawanya ke Sanova Island. Pulau yang tidak dapat di sentuh oleh siapapun kecuali kak Arvan ." Jawabnya sambil memjamkan matanya.
"Lalu bagaimana dengan Valen ?" Tanya Kenan dengan rasa khawatir yang sangat besar.
Arnon yang mendapatakan pertanyaan seperti itu, hanya mampu tersenyum kecut karna takut mengungkapkan apa yang diketahuinya.
"Jawab Ar !" Bentak Kenan yang tidak sabar mendapatkan jawaban tentang Valen.
"Jika Stella dibawa seperti itu, dan ditempatkan di Sanova Island. Maka berdoalah untuk keselamatan Valen yang lainya ," Jawab Arnon lemas dengan air matanya yang tidak berhenti mengalir." Maksud kamu apa ?" Ucap Kenan penuh emosi mendengar jawaban dari Arnon,
"Iya maksud kamu apa Ar ?" Sahut Marcell yang juga tidak mengerti dangan jawaban ambigu yang di lontarkan Arnon.
Arnon yang mengetahui itu langsung menggelengkan kepalanya pelan." Katakan padanya jika aku membatalkan pernikahaan itu !" Perintahnya kepada Jerry agar menyampaikanya kepada Elena.
"Ar loe gak bisa batalin begitu aja, loe gak mikir gimana malunya orang tua loe jika kamu sampai batalin ini semua," tegur Marcell mengingatkan Arnon.
"Aku gak perduli dengan mereka,aku gak bisa ngorbanin perasaan Stella demi kebahahagianya." Serunya tegas mengingat kejadian semalam.
__ADS_1
"Aku gak mau kehilangan Stella demi mereka yang egois ." Ucapnya lagi
"Tapi bos, bagaiamana jika nyonya nekad bunuh diri ? Bukankah itu yang anda takutkan hingga mau menerima pernikahaan ini ." Sahut Jerry yang tak habis pikir karna bosnya itu mendadak plin plan dalam mengambil langkah.
"Aku sudah bilang. Aku gak perduli ! sekarang aku hanya akan berpikir bagaimana caranya membawa Stella kembali." Jawabnya penuh penekanan.
"Loe jangan egois Ar ! Kalo elo dari awal tidak mau perduli, lalu kenapa dari awal kamu menerimanya ha ?" bentak Kenan yang sangat geram dengan pemikiran labil sang adik sepupunya itu.
"Kalo elo berpikir seperti itu sejak awal, loe gak akan pernah kehilangan Stella. Ingat Stella dan Valen pergi karna pemikiran loe yang sangat dangkal itu." Seru Kenan dengan emosi yang sangat membara .
Karna kebodohan adik sepupunya itulah, dia kehilangan wanita yang dicintainya saat ini.
"Aku - "
**Jangan lupa tinggalkan jejak yah gengs !! **
Terima kasih !!
__ADS_1
Follow ig Mimin @Andrieta_rendra