
Happy Reading !!
Drt.. Drt ..
tanda panggilan masuk di ponsel milik Arvan.
Dengan segera dia mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponya secara pribadi.
"Finally ." Senyumnya sinis saat melihat nama seseorang yang menelponya saat ini.
Tak ingin membuang waktu, dia segera melepaskan tangan Stella yang memeluk lengan kekarnya, dan segera menjauh dari adiknya.
Stella tidak mencurigainya sama sekali, karna dia berpikir itu hanyalah sebuah panggilan bisnis saja.
"Hem. Katakan !" Ucapnya ketus pada panggilan telponya,
"Kak, kembalikan dia padaku kak! Sumpah demi Tuhan aku gak bisa hidup tanpa dia, pleas kak, aku mohon sama kakak berbelas kasihan sedikit sama aku. Maafin aku kak, aku akui kesalahan ku. Tapi pleas kak kembalikan dia padaku !" Sahut Arnon memohon denganya pada panggilan telpon,
Ya saat ini Arnonlah yang menelpon Arvan secara pribadi, karna yang berani menelpon keponselnya hanyalah orang-orang tertentu saja .
"For what ? Kamu sudah mengingakari janji kamu untuk selalu setia bersama dengan adik saya, kamu sakitin adik saya, kamu khianti adik saya. Lalu untuk apa saya harus mengembalikanya padamu ? Kasih saya satu alasan yang tepat untuk mau mengembalikanya ke kamu ?"
"Kak, aku terpaksa kak dan sekarang aku juga sudah membatalkanya, aku gak bisa jauh dari Stella kak. Aku benar-benar cinta mati sama dia. Aku mohon kakak mengertilah ."
"Kenapa kamu membatalkanya ?"
"Karna cintaku pada Stella jauh lebih besar dari apapun, "
"Oh ya, kalo begitu buktikan ! Buat aku percaya untuk mengembalikan dia padamu ,"
"Kakak butuh bukti apa lagi ? Aku sudah membatalkan pernikahaan ku ini. Apa lagi yang kakak ingin aku lakukan sekarang ?"
"Menikahlah dengan wanita itu ! "
__ADS_1
"What, are you crazy ? That would be impossible. Aku gak akan pernah menikahinya kak. Aku hanya akan menikah dengan Stella ."
"Menikahlah dengan wanita itu ! Aku mau liat, jika dalam waktu tiga bulan kamu tidak mencintai dan berpaling dari Stella, maka aku akan mengembalikan dia padamu. Namun jika kamu berpaling darinya, dan mulai timbul rasa cinta pada istri kamu. Maka saya rasa, saya tidak perlu mengembalikan dia ataupun mempertemukan dia denganmu walaupun hanya untuk terakhir kalinya ."
"Kakak tenang aja. Itu tidak akan pernah terjadi kak, sampai dimana detik terakhirku, aku akan selalu mencintai Stella. Walaupun dia bukan wanita sempurna sekalipun, tetap dia yang akan menjadi Ratu didalam hatiku . Dan kakak bisa pegang janji ku ini !"
"Good, jika macam itu saya rasa kamu tak ada masalah untuk membuktikanya dengan cara membuka pintu hatimu untuk wanita lain,"
"Saya akan buktikan kak, setelah itu kakak harus berjanji untuk mengembalikan dia padaku !"
"Ya, iam promise ,"
"Alright. Besok adalah hari pernikahaan ku kak,"
"Ya, I see ,"
Arvan langsung mengakhiri sambungan telponnya.
"Well kita lihat Takdir atau Cinta yang akan menang dipermainan Hati ini ," batinnya dengan senyuman sinis diwajahnya.
Karna tadi Arvan marah besar disaat dia tidak mau makan, Stella jadi takut dan memaksakan dirinya untuk makan walaupun hanya sedikit.
Dia langsung tersenyum puas disaat melihat adiknya tidak menolak makananya lagi." Good girl,kamu lagi makan apa sayang ?" Tanyanya lalu mencium kening Stella dan duduk disebelah adiknya,
"Sop yeeme ." Jawabanya singkat
Arvan pun juga ikut makan bersama menemani Stella.
"Oh ya kak ,
"Ya sayang, ada apa ?"
"Valen mana ya kak ? Aku koq gak ada liat dia tadi ?" Tanyanya penasaraan karna Valen tidak pernah lepas darinya.
__ADS_1
"Valen berada di Markas Besar sayang, bersama Lucas dan yang lainya ," jawabnya jujur.
"Maksud kakak ini udah saatnya ?"
"Ya. Ini udah waktunya untuk kita mengakhiri semuanya,"
"Lalu aku ?"
"Kamu tetap disini ! Jangan kemana-mana ! Karna kakak tidak mau kamu terlibat dalam hal ini ."
"Gak bisa kak! Aku harus ikut. Aku juga bagian dari Cyberaya."
"Ini terlalu berbahaya untuk dirimy Shea ,"
"Enggak aku harus ikut kak, kita harus berjuang sama-sama . Titik ."
"Shea ."
"Kakak."
"Fine, jika itu keputusan mu. Tapi jika keadaan darurat, kamu harus secepatnya meninggalkan Markas ! Dan kali ini kakak izinkan kamu menggunakan Iris . Tapi ingat jangan sampai terewati batas ! Atur emosi kamu !."
"Apa kamu mengerti ?"
"Yes Sir ,"
"Good girl ."
Jangan lupa Like,Komen dan Vote karya Mimin ya gengs !!
Terima kasih 🙏🏻
__ADS_1
Follow Ig Mimin @Andrieta_rendra