Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 36


__ADS_3

Happy reading !!


"Kumpulkan semua pasukan Agen-Agen terbaik dan pasukan Robot yang kita miliki! Aktifkan semua dinding pertahan pada Mansion ini dan juga Markas besar kita. Kirim semua pasukan untuk melindungi Satellite Neptunus di luar bumi ini! Kirim kapten Dominic memimpin pasukan pelindung Satellite Neptunus ! Karna sejak dulu musuh-musuh kita sangat gencar ingin menghancurkanya. Dan kirim pasukan untuk membawa Stella ke koramasu island. Dan tempatkan semua Robot utama dan Robot tingkat bawah disana sekarang !!" Perintahnya tegas dengan aura diktaktornya mengisyaratkan peperangan dunia tekhnologi akan di mulai,


Satellite Neptunus adalah suatu alat yang di ciptakan oleh Andreas dulu sebagai pusat penyaluran jaringan tekhnologi untuk Planet bumi, maka dari itu dia selalu menjadi incaran para musuh-musuh sejak dulu karna ingin menghancurkanya agar perusahaan Cyberaya juga akan ikut hancur tak tersisa.


Robert yang mendapatkan perintah seperti itu dari tuanya, langsung mendadak lemas. Pasalnya dua penguasa Dunia Andreas dan Amanda saja bisa mati di tangan musuh yang turun temurun itu, maka dari itu dia membutuhkan waktu yang hingga saat ini untuk mengatur siasat cerdik untuk mengahabisi lawan hingga keturunanya, "Lord, Maaf tapi tidakkah ini terlalu berbahaya untuk menyerangnya sekarang? Karna pengaturan strategi kita juga belum selesai. kita masih memerlukan waktu untuk menyelesaikanya Lord," Roberrt mencoba untuk menghentikan niat tuanya itu, namun berakhir sia-sia.


"Roberrt aku merintahkan mu ! Bukan meminta penjelasaanmu.! Tegasnya dengan nada mendiktaktor bawahanya


Namun bukanya diam dan mejalankan perintah dari tuanya , Robbert mencoba memberikan pengertian kepada Tuanya "Maaf Lord saya hanya memberitau jika pasukan Robot kita masih belum siap untuk beperang Tekhnologi saat ini, " Kata Robbert dengan menundukan kepalanya.

__ADS_1


Bukan Arvan namanya jika keputusanya di mudahkan dengan mudah , lalu dengan geram dia menatap tajam asistenya itu "Cukup, saya sudah begitu lama mambuang waktu menyusun strategi, dan sekarang ini sudah saatnya untuk mengakhiri semua, perintahkan seluruh pasukan terbaik kita yang berada diluar Negara termasuk Valen," Perintahnya lagi


"Tapi Lord, Jika Valen datang maka Princess Stella pasti akan mengetahuinya dan akan datang ksini," Bantahnya lagi dan lagi


Arvan sangat geram mendengar asistennya yang tidak ada hentinya menjawab perintahnya, membuat emosi dan jiwa iblis didalam dirinya semakin bertambah,"Cukup Robbert, Saya memerintahmu untuk dikerjakan! Kenapa kamu selalu mau argue (berdebat) dengan saya ha..? I dont understand you ." Bentak Arvan dengan suara tegas hingga membuat Roberrt terdiam tanpa berbicara apapun, "Maaf Lord.." tunduknya hormat,


"Hemm, Jemput Stella sekarang !" Ucapnya tegas.


"Ya sudah kerjakan sekarang seluruh perintah ku," Ucapnya di jawab anggukan kepala oleh Robbert


"Segera Lord, permisi," Pamitnya undur diri untuk mempersiapkan penyerangan,

__ADS_1


Setelah Robbert keluar dari ruang pribadi Arvan, kini dia menatap kembali kepada bingkai-bingkai yang berisikan foto-foto keceriaan adik kesaayangnya selama sepuluh tahun jauh darinya.


"Papah,mamah dan kou Mira, restuilah langkah ku ini. Beri kekuataan padaku untuk menyelesaikan dendam keluarga kita ini, agar Stella bisa hidup bebas dari pengasingannya dan bisa hidup bahagia bersama cintanya Arnon tanpa adanya halangan restu keluarga yang memandang status sosial.


Kamar ruang pribadi Arvan



Jangan lupa like komen dan vote sebanyak-banyaknya ya,


Terima kasih !!

__ADS_1


Follow Ig Mimin @Andrieta_rendra


__ADS_2