Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 105


__ADS_3

Happy Reading 👩🏼‍💻📖


Setelah melepaskan kepergian Suami dan mertuanya untuk berangkat bekerja. Saat ini Stella dan Elena mamah mertuanya tengah berada didalam ruanganya bersama dengan Marcell yang akan menggantikan posisinya mulai besok.


"Apakah semua berkasnya sudah siap Kak Marcell?" Tanyanya serius pada Marcell.


"Ya La, semua sudah siap kamu tinggal tanda tangan disini saja." Jawab Marcell menunjukan berkas-berkas kelengkapan yang harus ditanda tangani Stella untuk bukti penyerahan jabatan Rumah Sakit.


Namun disaat mereka semua tengah sibuk mengurus berkas. Tiba-tiba ponsel Stella berdering menandakan panggilan masuk.


Drrtt..drtt pangilan nama Lucas tertera diponselnya.


"Ya katakan." Sahutnya disaat menggakat panggilan itu.


"Princess Shea, apakah saat ini anda tengah berada dirumah sakit?" Tanyanya To The Point.


"Ya, ada apa ya? Sepertinya ada hal yang penting yang ingin kamu katakan." Balasnya merasakan sesuatu yang Lucas ingin ungkapkan.


"Mobil Marcedez Maybaz Exelero putih milik anda saat ini sudah disabotase oleh seseorang, saya harap anda tidak menggunakan mobil itu." Lucas memberikan peringatan besar pada Stella.


"Marcedezz Maybaz Exelero putih ku, apaaa." Pekiknya baru menyadari bahwa saat ini suaminya Arnon tengah menggunakan mobilnya, dan Meninggalkan mobil Bugattinya untuk digunakan oleh Stella.


Dengan segera dia langsung mematikan panggilan ponselnya dan berusaha menghubungi suaminya Arnon dengan kepanikan yang sudah meraja lela.


"Angak Arnon!! Angkat! Hikss..hiks." Tangisnya kepanikanya pecah disaat suaminya itu tak kunjung mengangkat panggilan telponya.


Marcell dan Elena yang melihat tangisan kepanikan Stella langsung segera menghampirinya." Ada apa Nak? Its Everything okey?" Tanya Elena yang khawatir melihat kepanikan Menantunya yang berusaha menelpon suaminya.


"Mah., Arnon dalam bahaya mah, mobil aku udah ada yang sabotase, dan hikss..hikss Arnon aku hubungi berkali-kali gak diangkat Mah, aku takut hiks,hikss." Jawabnya sambil terus berusaha menghubungi suaminya.


"Kamu tenang La, ingat kamu sedang mengandung saat ini, jangan panik oke." Seru Marcell menenangkan Stella.


"Bagaimana aku bisa tenang jika suami aku diluar sana nyawanya sedang terancam bahaya, kamu punya otak gak sih hikss..hiks." Bentaknya tanpa sadar dalam emosi.

__ADS_1


"Hikss.hikss Arnon angkat sayang pleass. Kamu jangan bikin aku takut." Tangisnya benar-benar tak bisa dibendung lagi.


"Aaahhhh Shittt." Umpatnya penuh emosi, dengan cepat dia lari kearah parkiran menuju kantor suaminya.


Elena dan Marcell yang melihat Stella berlari dengan kepanikan, langsung mengejarnya, karna khawatir takut ada apa-apa dengan Stella dan Janinya.


Dengan kecepatan penuh dia mengendarai mobil Sport bugatti milik suaminta yang dibandrol dnegan harga 3,4 triliun itu, jadi kecepatanya tidak perlu diragukan lagi, ditambah Stella yang dijuluki Queen Drift, jadi dia bisa mengendarai mobilnya dikecepatan tinggi meskipun jalanan tengah macet.


"Hikss..hikss Arnon angkat." Dia masih berusaha menghubungi suaminya.


Dan akhirnya setelah beribu kali menelpon akhirnya suaminya itu mengangkat panggilanya. "Hallo sayang."jawabnya di ujung panggilan Telponya.


"Arnon, kamu dimana ?Hiks..hikss. Kenapa kamu baru angkat telpon ku? Aku mohon jangan tingalkan aku Arnon hikss..hikss, aku mohon demi anak kita." Tangisnya histeris dengan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Sayang Stella, kamu kenapa sih ? Siapa yang mau tinggalin kamu sayang, hey aku mencintaimu, kenapa aku harus meninggalkanmu." Jawabnya panik belum menyadari keganjalan yang terjadi pada rem mobilnya.


"Arnon, hiks.. kamu sekarang dimana? Kamu bisa berhenti gak? Tadi Lucas menghubungi ku jika rem mobil itu sudah ada yang menyabotase Hikss.hikss Aku takut.. hikss..hiks." Tangisnya dengan takut memberitahu suaminya yang seperti belum menyadari keganjalan itu.


"Apaaa." Pekiknya langsung mencoba mengerem mobilnya, namun nihil ternyata rem itu sudah benar-benar blongg.


"Pah remnya blong pah,bagaimana ini?" Ucapnya panik memberitahu Papapahnya.


"Apaaa? Bagaimana bisa ?" Tanya Alex yang juga ikut panik.


"Aku tidak tau Pah, tadi Rem ini baik-baik saja." Balasnya berusaha menginjak rem itu.


"Arnon awaaasssss." Pekik Alex yang menyadari bahwa saat ini putranya sudah melawan arus jalan.


Karna saat ini Arnon tengah memakai earphone jadi Stella bisa mendengarkan semuanya.." Arnon hikss..hikss Arnon kamu jangan buat aku takut." Teriaknya histeris menambah kecepatanya.


Tanpa memperdulikan jeritan ketakutan istrinya. Dengan cepat Arnon langsung membuka paksa sabuk pengaman yang digunakan papahnya dan mendorong tubuh Papahnya keluar dari mobil.


"Arrrrnnnnoooonnn." teriak Papahnya disaat tubuhnya terpental keluar akibat putranya mendorong tubuhnya untuk menyelamatkanya terlebih dulu.

__ADS_1


"Stella maafkan aku sayang, aku mencintaimu, aku mencintamu, jaga baik-baik anak kita, beri dia nama Aiden dan Airein. Aku benar-benar mencintamu sayang,hikss..hikss. Maafkan aku yang tidak bisa mengabulkan janji untuk selalu bersamamu." Ucapnya didetik-detik terakhir.


"Tidak Arnon, tiiidddaaaakk kamu harus menemaniku selamanya sampai anak-anak kita lahir dan tumbuh besar.hikss..hikss." Pekiknya sejadi-jadinya.


"Aku mencintamu Stella."


Bruuggghhhhhhhhhh suara tabrakan mobil beruntun terdengar disambungan telpon yang terdengar jelas oleh Stella.


"Arnonnnn." Teriaknya menggila dan menambah lagi kecepatanya.


Dan setelah sampai ditempat lokasi, dengan cepat dia mengeremkan mobilnya hingga banya teredengar citttttt


Betapa histerisnya dia melihat mobil yang suaminya gunakaan saat ini tengah terbakar. Dalam kondisi mengenaskan.


"Aaarrrnnnnooonnnnn." Teriaknya berlari mendekati mobil itu.


Boooooommmmmmmm mobil Marcedez putih itu meledak dengan sempurna tanpa sisa.


"Tidaaaaaaaaaaakkkkkkk Aaarnnnnnnonnnnnn aaaahhhhh hikss.hiksss ini gak mungkin Tuhan mengapa ini semua terjadi Aahahhhhhhhhhh hikss.hiksss gak mungkin.. Aarrnonnn." Dia menangis histeris memukul dadanya yang terasa sesak melihat mobil suaminya sudah meledak terbakar habis tanpa sisa.


"Aaaarrrnnnonn hikss..hikss jangan tinggalkan aku Arnonnnn." Tangisnya berusaha mendekati mobil yang sudah terbakar itu.


Namun langkahnya ditahan oleh Marcell yang baru saja tiba di tempat kejadian.


"Hikss..hikss Stella kendalikan dirimu Nak mamah mohon." Tangis Elena membelai rambut Stella memberikan ketenangan. Padahal hatinya juga sama hancurnya melihat kejadian yang merenggut nyawa putranya. Namun dia harus memikirkan Stella dan calon Cucu-cucunya saat ini.


"Aaaaarrrnonnn mah hikss..hikss." Tiba-tiba tubuhnya ambruk karna tak kuat lagi menahan kesedihan kehilangan suami yang sangat dicintainya.


"Stella..Stella bangun." Ucap Marcell mukul-mukul pipi Stella pelan namun tak ada jawaban darinya.


"Saya bawa Stella menepi dulu Tante," izinya pada Elena yang berjalan mengikuti Marcell dan menantunya itu mencari tempat untuk membaringkan Tubuh Stella yang sudab lemas itu.


Dan terlihat sudah banyak polisi dan aparat yang mendekat mengeksekusi mobil Arnon.

__ADS_1


To be Continue


__ADS_2