Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 58


__ADS_3

Happy Reading !!


"Aku selalu diam disaat kamu melewati batasanmu, aku selalu diam disaat kamu menghina sesorang yang menurut kamu derajatnya sangat rendah, aku selalu diam disaat kamu mengatur kehidupan kedua putra kita, termasuk aku diam ketika kamu membuat kejiwaan Arnon seperti Iblis seperti sekarang ini," ucapnya Alex dengan sorot mata yang sudah berapi-api.


"Kamu menghina dan merendahkan Stella hanya karna dia tidak mempunyai orang tua, Kamu tidak pernah bercermin akan dirimu sendiri ha ? Kamu juga menikah dengan ku yang tidak memiliki orang tua. Kenapa ? Karena aku kaya, karna aku memiliki segalanya dan kedudukan ku lebih tinggi dari pada keluargamu sehingga kamu dengan berani melangkahkan kaki menentang orang tuamu didalam hubungan kita ini, apa kamu lupa semua itu Elena," pekiknya benar-benar hilang kendali.


"Aku - ." Bibir Elena terasa keluh tidak bisa berbicara, dia benar-benar takut saat ini, pasalnya Alex adalah tipe orang yang pendiam dan tidak terlalu banyak mempermasalahkan suatu hal yang menurutnya tidak penting.


Tapi kali ini selama pernikahaan mereka berjalan, ini pertama kalinya dia mendapatkan tamparan dan kemarahan suaminya tertuju padanya.


"Aku apa ha ? Dulu hubungan kita juga tidak direstui bukan dengan orang tua kamu? Karena menurut mereka aku adalah pengaruh yang buruk buat kamu, tapi dengan berani kamu meninggalkan keluargamu dan menentangnya. Harusnya kamu sebagai orang tua bisa paham apa yang di inginkan oleh anakmu. Bahkan harusnya kamu lebih paham bagaimana rasanya cinta yang tidak mendapatkan restu dari orang tua itu seperti apa, bukan malah bersikap sebaliknya."


"Aku- aku hanya ingin Arnon mendapatkan yang terbaik, itu saja. Aku tidak ingin Arnon merasakan apa yang aku rasakan menikah tanpa restu itu sangat-sangat tidak enak, aku mau dia mendapatkan kehidupan dengan wanita yang jelas bukan seperti wanita liar kaya Stella," pekiknya membalas setiap ucapan Alex.


Plakkkkk lagi-lagi Alex menamparnya,

__ADS_1


"Pah, sudah Pah, kasihan Mamah." Ucap Tenry yang tidak tega melihat Mamah mertuanya ditampar dua kali oleh Papah mertuanya,


"Kamu diam, aku tidak minta pendapatmu, harusnya kamu juga intropeksi diri kamu sendiri, apakah pantas wanita yang sudah bersahabat sepuluh tahun lamanya, bahkan selalu menjadi tempat curhat Stella, kini berbalik merebut pacar temanya sendiri ha,?" Bentak Alex kali ini Tenry yang menjadi sasaranya tanpa perduli dia yang sedang sakit saat ini,


"Saya tau kamu memang sudah mencintai Arnon sejak dulu bahkan sebelum Stella datang kedalam hidup Arnon. Tapi harusnya kamu bisa menjaga perasaan Arnon dan juga Stella, kamu datang menerima pejodohan paksa antara kamu dan Arnon, dan kamu juga sudah tau jelas bahwa Arnon hanya mencintai Stella bukan kamu, tapi kenapa kamu dengan berani dan lancang masuk kedalam hubungan mereka? Bahkan disaat kamu mendapatkan perlakuan seperti ini, harusnya kamu sadar betapa kuatnya kedudukan Stella di dalam jiwa Arnon," ucapnya melembut memberikan pencerahaan kepada hati yang gelap,


"Tenry gak salah, aku yang salah, aku yang memaksanya untuk menerima perjodohaan ini. Itu semua karna aku mau Arnon bahagia dengan wanita yang mempunyai asal usul yang jelas."lirih Elena dengan suara yang pelan namun masih terdengar oleh telinga tajam milik Alex,


Alex yang tadinya menatap ke arah Tenry, kini dia mengalihkan lagi pandanganya ke Elena, dia menatap dengan sangat tajam seperti singa yang sedang memantau mangsanya,


"Tidak, kamu tidak bisa menceraikan ku. Aku ibu dari anak-anakmu, aku istrimu Alex, kita sudah bersama-sama selama 30 tahun ini, kamu dengan mudahnya bertanya. Apa aku boleh menceraikanmu ? Apa Kamu mau menceraikan ku hanya karna membela wanita itu, jahat kamu Alex !" Ucap Elena dan langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruang perawatan itu,


Dia sengaja memilih keluar karna dia tau jika dia masih didalam maka Alex akan benar-benar lepas kendali dan bahkan bisa-bisa kalimat perceraian yang di ungkapkanya tadi bisa jadi kenyataan dan dia sangat-sangat tidak ingin semua itu terjadi,


Didalam ruangan,

__ADS_1


Alex masih menatap tajam kearah Tenry yang sedang menundukan kepalanya takut,


"Angakat kepalamu ! Dan lihat kedalam mata saya !" Perintahnya tegas.


Dan perlahan Tenry mengangkat kepalanya pelan, "Saya tidak membencu, bagaimanapun sekarang kamu adalah menantuku. Perbuatan mu yang merusak hubungan Arnon dan Stella memang salah, tapi Arnon lebih salah karena memperlakukan ini terhadapmu. Saya yakin kamu bisa mengambil keputusan yang bijak untuk kehidupan kamu sendiri. Jangan takut dengan segala kata-kata yang dikeluarkan Elena ada aku yang akan mendukung apapun keputusan kamu, jika kamu memang sudah tidak mau melanjutkanya, maka tinggalkan Arnon. Tapi jika kamu masih bersih keras untuk mendapatkan hatinya, maka selamat berjuang untuk kamu," ucap Alex dengan tenang namun tegas,


Tenry yang mendengar semua ucapan yang keluar dari Alex langsung berpikir dan mencerna setiap kata yang keluar dari bibir mertuanya,


Sedangkan Alex lebih memilih untuk melangkahkan kakinya pulang, untuk melihat keadaan putra kesayanganya saat ini,


Di sisi lain, waktu telah menunjukan pukul 6.00am


Perlahan mata Arnon mulai terbuka bangun dari tidur tidak nyenyaknya, dia meraba sisi lain di tempat tidurnya mencari sesuatu tapi tidak menemukanya,"aku lupa jika saat ini kamu sedang marah denganku hingga tidak ingin tidur bersama ku lagi,"lirihnya pelan tanpa rasa air matanya lolos begitu saja di pagi hari ini,


"Aku merindukanmu sayang, cepatlah kembali kepadaku! Aku butuh pelukan hangatmu di setiap pagi, aku rindu senyum dan tawamu disaat menyapa ku ketika mata ini terbuka, aku rindu setiap omelan-omelan panjang mu yang memarahiku jika aku suka teledor dan tidak mau mendengarkanmu, aku rindu kamu sayang, pleas kembalilah."ucapnya dengan hati yang benar-benar gelisah karna merindukan sosok bidadari didalam kehidupanya .

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak Like,Komen dan Vote Mimin sebanyak-banyaknya yah gengs 😘😘


__ADS_2