
Happy Reading !!
Di sisi lain didalam kamar perawataan Tenry, terlihat dia yang perlahan sadar dan membuka matanya, Elena yang melihat itu langsung segera menghampiri Tenry.
"Tenry nak, kamu sudah sadar? Apa yang sakit sayang, bilang sama mamah!" Ucapnya berderet menanyakan kondisi yang dirasakan oleh menantunya,
"Mamah, Tenry baik-baik saja kok Mah, Tenry cuman ngerasa pegal-pegal aja. Jangan khawatir lagi ya Mah," ucapnya lemah dengan berusaha tersenyum,
"Bagaiaman Mamah tidak khawatir, melihat kondisi tubuhmu seperti ini,"
"Iya Mah, Tenry tau, makasih ya Mah karna Mamah masih mau khawatirin Tenry," lirihnya pelan
__ADS_1
"Kamu ini bilang apa? Kamu itukan menantu Mamah dan lagian kamu begini karna anak Mamah, maafin dia ya sayang." Serunya dengan wajah sesedih mungkin.
"Iya Mah, Tenry tidak marah ataupun benci sama Arnon, Tenry juga mengerti perasaan dan posisinya saat ini. Mungkin jika Tenry yang ada diposisinya juga Tenry akan melakukan hal yang sama Mah." Balasnya lagi dengan senyuman indahnya,
"Atas nama Arnon Mamah minta maaf ya sayang, dan juga Mamah harap kamu masih mau bertahan untuk mendapatkan hati suami kamu itu," Elena membujuk Tenry agar tidak berubah pikiran, karena takut dia trauma akibat perlakuan kasar putranya.
Sedangkan Alex yang mendengar istrinya lagi-lagi memilih untuk diam dengan menggelengkan kepalanya singkat, dan memijit keningnya yang berdenyut pusing karna istrinya." Tuhan, mengapa aku mempunyai istri yang tidak mempunyai otak untuk berpikir jernih dan hati yang bisa merasakan penderitaan seseorang seperti dia. Bisa-bisanya dia masih menyuruh Tenry masuk kedalam kandang singa, huufftt ," gumamnya dalam hati dengan menghembuskan nafasnya kasar, dia benar-benar tidak ingin berkata-kata saat ini karna tubuh dan pikiranya sangat lelah sekarang,
"Sayang, Arnon putra Mamah itu sebenarnya anak yang baik, dia penyayang dan bahkan tidak pernah sekalipun membantah apa yang Mamah katakan, tetapi sekarang semenjak dia menjalin hubungan dengan wanita liar itu, dia jadi seperti Iblis yang tidak berperikemanusiaan. Mamah butuh kamu sayang untuk menyadarkan Arnon dari cinta yang menjerumuskanya ke hal-hal negatif seperti sekerang, Mamah yakin kamu bisa merubut hatinya dan merubah sifat Iblisnya menjadi Malaikat." Ucap Elena penuh harapan,
"Cukup Mah! Sadari posisi kamu! Jaga perkataan kamu yang menyebut Stella penyebab yang membuat Arnon selalu bertindak kasar pada orang lain." Bentak Alex benar-benar emosi tidak terima mendengar langsung Elena memanggil Stella dengan sebutan wanita liar.
__ADS_1
Elena yang mendapatkan suaminya membentaknya pun langsung naik pitam," Kenapa Papah membentak Mamah hanya karena membela wanita sialan dan liar itu ha ? Apa Papah suka sama dia ? Kamu dari awal selalu dan selalu membela dia, sekalian saja kamu jadikan dia istri kamu! Tidak usah sok-sokan memberi dukungan atas hubunganya dengan putra kita," pekiknya tidak terima dibentak suaminya karna membela wanita lain.
Plaaaakkkk satu tamparan yang cukup keras mendarat di pipi mulus Elena yang diberikan Alex untuknya, Tenry yang melihat kejadian itu langsung menutup matanya takut.
"Cukup ya kamu Elena ! Jangan sombong kamu. Ingat dari keluarga mana kamu berasal ! Tidak usah menghina wanita lain yang kamu belum tau posisis sebenarnya, ingat kamu itu cuman berasal dari keluarga Halim, yang posisinya jauh dibawah ku. Tapi apa pernah aku menghinamu atau kamu pernah mendengar ku menghina orang lain ha ?," pekiknya yang sudah hilang kesabaran menghadapi kegilaan istrinya.
Tenry lagi bercermin nih menunjukan luka-lukanya.
Jangan lupa meninggalkan jejak Like,Komen dan Vote sebanyak-banyaknya ya di karya Mimin ini.
__ADS_1
*Terima kasih **🙏🏻🙏🏻*