
Happy Reading ππ©π»βπ»
Disaat mereka tengah sibuk berdebat. Tiba-tiba dari layar Led yang besar. Menampilkan suasana diluar Studion. Dan memperlihatkan satu sosok yang baru saja turun dari mobil dan menaiki Kursi rodanya.
"Itu kok kaya Tuan muda Arnon ya?" Tanya salah satu tamu, yang didengar jelas oleh Stella, dan sontak dia langsung menoleh kearah layar itu.
"Iya benar, itu Tuan muda!" Sahut tamu yang lainya.
Stella masih diam terpaku memperhatikan layar itu. Dia masih menelitinya agar tidak salah orang. Namun benar itu adalah suaminya yang sangat dirindukan.
Tanpa aba-aba Stella yang berada di ujung dalam Studion, langsung berlari keluar Studion, tidak perduli jarak yang sangat jauh.
Stella berlari dengan sekuat tenaga, bahkan dia sampai membuang heels yang digunakanya saat ini. Dan Austin hanya menatap kepergian Stella dengan rasa kecewa yang sangat besar. Karna lagi-lagi Arnon yang jadi penghalang dia mendapatkan Stella.
Dengan kencang Stella berlari dengan air mata yang sudah mengalir membasahi pipinya, bahkan sangking kencangnya dia berlari, para tamu membukaan jalan untunknya dengan teratur.
Dan disaat dia sudah mendapatkan sosok itu. Dengan cepat dia langsung berlutut memeluk suaminya dengan tangisan histeris, dan begitupula Arnon yang mendepak istrinya dengan erat bahkan terlihat pula dia sedang menangis.
Stella melonggarkan pelukanya,lalu menatap wajah dan mata yang selama ini sangat dirindukan. Dan dengan penuh kelembutan Arnon membelai lembut wajah yang sudah penuh dengan airmata itu dan cuppp dia mengucup bibir itu singkatnya. Lalu kembali berpelukan.
__ADS_1
"Maafkan aku sayang,maafkan aku yang baru kembali." Ucapnya menangis sambil menciumi kepala Stella.
"Kenapa kamu jahat. Kenapa kamu meningalkan ku, dengan anak-anak." Sahut Stella tanpa melepaskan pelukanya.
"Aku bisa mejelaskanya padamu sayang, aku akan menjelaskanya."
"Apa kamu tau? Bagaimana sulitnya aku hidup selama lima tahun ini karna kepergianmu hikss..hikss kenapa kamu tega membiarkanku sakit jiwa karnamu ha ."tangisnya histeris melepaskan pelukan itu.
"Ssttttt sayang, hey aku tau, dan aku akan membalas dan mengganti lima tahun itu dengan ribuan tahun kedepanya."
"Apa kamu tau, karna kamu yang begitu lama, Austin sampai memaksa aku menikah denganya, apa kamu tau itu hiks..hikss."
Tidak terkecuali Austin, bahkan dia sama sekali tidak ingin melihat adegan romantis, bersatunya pasangan abadi didepanya ini." Aku kalah, lagi-lagi aku kalah." Lirihnya pelan, hingga meneteskan air mata kekalahanya untuk kesekian kalinya. Dan karna tidak ingin ada yang melihat tangisanya. Akhirnya dia memilih untuk pergi meninggalkan acara.
"Bubu." Panggil Airein dan Aiden bersamaan, ketika melihat ibunya berpelukan dengan seorang pria yang mirip dengan foto ayahnya.
Arnon yang melihat sosok kedua anaknya saat ini didepanya, tambah histeris." Sini nak, peluk Papo sayang." Pintanya merenggangkan tanganya untuk menyambut anak-anaknya,
Aiden dan Airein terdiam sejenak. Meminta persetujuan dari Bubunya. Yang langsung di jawab anggukan kepala dan senyuman indah di wajah Stella. Hal yang tidak pernah dilakukanya selama ini.
__ADS_1
"Paaapppoooo." Teriak keduanya histeris dan juga menangis belari dan memeluk Paponya.
"Hikss..hikss Papo kemana aja? Kenapa baru datang? Apa Papo tidak sayang kami?" Tanya Airein dengan suara khas cemprengnya.
"Iya, Papo kemana aja, apa surga itu indah Papo, sampai-sampai Papo lebih memilih tinggal disana dari pada dengan kita disini." Sahut Aiden dengan suara datarnya.
"Tidak sayang, seindah-indahnya surga, bersama kalianlah Papo bisa lebih merasakan keindahan itu." Sahut Arnon dengan lembut.
"Jika begitu Papo janjikan tidak akan pernah pergi lagi!" Seru Airein dengan semangat.
"Iya Papo janji kan, akan menemani kita belajar selalu, apa Papo tau, jika Uncle Arga selalu bote-bote mengajarkan kami, padahal dia selalu mengajak kami bermain Game." Bisik Aiden mengadu kepada Paponya.
Dan sontak lansung membuat Arnon dan Stella tertawa mendengarnya.
"Iya sayang, Papo janji tidak akan pernah pergi lagi. Papo akan selalu disini bersama kalian dan juga bersama Bubu, karna kalianlah Harta berharga yang Papo miliki saat ini dan selamanya." Janjinya penuh dengan keyakinan.
To be continueπ
Jangan lupa,like, komen,hadiah dan votenya yaππ»
__ADS_1