
"A...apa!?Apa yang akan kau lakukan untuk membuatku tidak memikirkan masalah ini Dam?",tanya Amera dengan gugup karena Adam tiba tiba naik keranjang bersamanya.
Adam menatap Amera yang terlihat gugup lalu menaikan sebelah alisnya dengan senyum simpul tanpa menjawab pertanyaan perempuan itu.
"Dam!",Panggil Amera kesal melihat ekspresi pria muda itu yang tidak mau menjawabnya.
"Hemmm",balas Adam dengan menarik Amera kedalam pelukannya tapi Amera berusaha menolaknya.
"Aku tidak ingin melakukannya.Jadi jangan berani memaksaku,atau....".
"Atau apa? Dan melakukan apa yang kau maksud barusan?",tanya Adam dengan ekspresi jahil.
"Adam!",hardik Amera kesal menatap pria muda itu yang menggodanya disaat suasana hatinya sedang buruk karena berita yang disampaikan Veronica tadi.
"Iya sayang",jawab Adam dengan semakin mendekatkan wajahnya kewajah Amera yang reflek mendorong wajah Adam dengan telapak tangannya supaya tidak menempel.
"Jangan terlalu dekat aku sedang tidak mood sekarang",tolak Amera dengan melotot kearah Adam.
Mendengar itu Adam menelentangkan tubuhnya dengan menarik nafas.
"Hufft,padahal aku berniat menghiburmu tapi kau terus saja menolakku",gerutunya dengan nada kecewa.
Seketika Amera bangkit dari posisinya dan tengkurap mendekat kearah Adam.
"Menghiburku? Apa begitu cara menghibur yang seharusnya aku sekarang sedang dalam masalah tapi diotakmu hanya ada pikiran untuk bercinta denganku saja.. Auwww!!!".
Amera sangat terkejut karena Adam tiba tiba menarik tubuhnya keatas tubuh pria itu sampai tubuhnya menempel tepat didada bidang Adam.
"Adam!",hardik Amera bermaksud melepaskan dirinya dari pelukan Adam tapi gagal.
"Berhenti bicara dan istirahatlah sekarang Amera jangan buang energi mu sia sia".
"Aku memang berniat istirahat tapi lepaskan dulu pelukanmu supaya aku bisa mencoba tidur",pinta Amera dengan kembali meronta agar Adam melepaskannya.
"Mer...berhenti bergerak karena ada yang perlahan bangun kalau kau tidak berhenti",ucap Adam dengan menekan tubuh Amera didadanya supaya dia berhenti bergerak.
Seketika Amera menghentikan gerakan tubuhnya karena merasakan bagian bawah tubuh Adam mulai mengeras dibalik celana jeans yang dikenakannya sekarang.
__ADS_1
"Kalau begitu biarkan aku turun",pinta Amera yang langsung dibalas gelengan oleh Adam.
"Tidak perlu rebahkan saja tubuhmu dengan nyaman dan jangan banyak bergerak sekarang".
"Tapi milikmu bangun dan....".
Adam menempelkan jari telunjuknya kebibir Amera agar perempuan itu berhenti bicara.
"Sudah kubilang aku hanya berniat menghiburmu sekarang jadi ayo bersandar lah dengan nyaman didadaku",ucapnya dengan menekan kepala Amera kedadanya.
"Apa kau yakin tidak papa kita seperti ini?",tanya Amera merasa tidak nyaman karena Adam harus menahan gairahnya demi dirinya.
"Jangan khawatirkan aku tidurlah sekarang",jawab Adam dengan membelai belai punggung Amera lembut supaya Amera rileks dan bisa tertidur.
Meski sempat protes keras dengan cara yang dilakukan Adam untuk menenangkannya tak lama akhirnya Amera tertidur.
Meski cukup tersiksa membiarkan Amera tidur dengan posisi seperti itu tapi Adam menahannya dan baru menurunkan Amera dari atas tubuhnya setelah tidur Amera benar benar pulas.
Adam membetulkan posisi Amera supaya dia nyaman baru setelahnya dia turun dari ranjang dan dengan langkah pelan keluar dari kamar tidur dengan tidak lupa menutup pintu kamar.
Setelah berada diluar kamar Adam segera menghubungi Veronica.
"Apa terjadi sesuatu Dam?",tanya Veronica terdengar cemas.
"Amera baik baik saja sekarang meski tadi sempat syok tapi sekarang aku sudah berhasil menenangkannya dan sekarang dia sedang istirahat dikamar"
"Syukurlah kalau begitu.Lalu untuk apa kau memintaku kesana kalau dia sudah tenang".
"Aku akan pergi keluar karena ada urusan dan aku khawatir saat aku keluar dia terbangun dan tidak ada orang disini dia akan seperti tadi lagi kak".
"Oh baiklah aku akan datang sebentar lagi kalau begitu".
"Ya,kalau begitu aku bisa tenang meninggalkannya".
Setelah itu Adam mematikan panggilannya dengan Veronica lalu menghubungi seseorang dengan lebih dulu keluar dari Apartemennya.
"Halo tuan muda ada yang bisa saya bantu untuk anda?",tanya orang yang dihubunginya saat itu.
__ADS_1
"Harven temui aku sekarang ditempat biasa",perintah Adam dengan berjalan cepat menuju Lift untuk turun dari lantainya menuju parkiran Apartemen lalu naik kesebuah mobil jenis Jeep Rubicon Wrangler warna hitam yang terparkir disudut area parkir Apartemen.
Setelah berada dalam mobil Adam segera pergi meninggalkan tempat itu tanpa menunggu Veronica datang lebih dulu.
***
"Tuan muda",sambut pria bernama Harven waktu melihat Adam berjalan menghampiri nya.
"Bagaimana?Kamu sudah berhasil mendapatkan senjata balasan untuk melawan pria brengsek itu bukan?",tanya Adam dengan duduk dibangku kosong yang ada dihadapan Harven.
"Ada beberapa foto dan video yang bisa diambil oleh orang suruhan kita saat pria bernama Elvan Sander itu bersama beberapa perempuan".
Harven mengangsurkan map coklat yang berisi benda benda yang diminta Adam barusan yang langsung diperiksa oleh Adam.
"Sebenarnya ini bukan benda benda penting tapi mungkin cukup bisa membuat kejutan untuk pria itu besok yang pasti akan mengeluarkan senjata andalannya berupa hasil pemeriksaan kehamilan Amera".
"Kalau tuan muda tidak ingin dia bisa melakukan itu atau ingin menghapus berita scandal nona Amera tuan muda bisa menggunakan kekuasaan tuan muda sebagai putra Gio Maxwell".
"Tidak perlu bukankah masa hukuman satu tahunku belum berakhir dari kakek tua itu jadi aku tidak ingin dia ikut campur dalam hidupku sampai aku bisa diakuinya".
"Tapi kondisinya sekarang berbeda tuan muda anda sudah menikah dengan nona Amera yang sedang mengandung calon anak anda, saya yakin kalau anda mau mengatakan semua itu pada tuan Gio beliau pasti akan mencabut hukuman anda dan membiarkan Anda kembali kekeluarga Maxwel yang pastinya tidak bisa disentuh oleh orang seperti Elvan Sander".
"Sudah kubilang belum waktunya bukan.Jadi biarkan saja semua berjalan seperti sekarang toh meski lumayan berat aku yakin dia akan baik baik saja".
"Tapi apa anda tidak ingin membawa nona Amera untuk menemui tuan Gio dan mengatakan tentang pernikahan anda ini?".
"Nanti saja.Aku cukup nyaman dengan kondisiku sekarang selain itu aku sekarang cukup sanggup untuk menghidupi Amera dan calon anak kami tanpa bantuan kakek tua itu".
"Baiklah kalau anda tetap keras kepala untuk tetap diam saja saya juga hanya bisa mengikuti keinginan anda sebagai orang yang diminta untuk menjadi penengah bagi kalian".
"Lakukan saja tugasmu asal jangan kau katakan apapun tentangku pada kakek tua itu sampai aku mengijinkannya".
"Baiklah tuan muda saya akan mengikuti perintah anda".
"Kalau begitu aku pergi dulu".
Adam lalu bangkit dari tempat duduknya dengan membawa map yang diberikan Harven tadi padanya.
__ADS_1
Setelah Adam tidak terlihat Harven baru menarik nafas panjang.
"Benar benar dua pria yang keras kepala".