Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
42. HatiHati Saat Di dalam.


__ADS_3

"Biar aku menyupiri kalian hari ini",ucap Adam yang membuat Veronika menoleh kearah Amera dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Dia memaksa",jawab Amera dengan wajah kesal karena Adam sama sekali tidak mau mengalah.


"Kudengar kau sudah bekerja ditempat lain Dam.Apa tidak papa kalau kau tetap melakukan ini?".


"Tidak masalah kak Vero karena kebetulan hari ini aku break dan tidak tau harus melakukan apa karena itu tolong jangan menolakku".


"Ya...aku tidak masalah selama kau tidak mengharapkan apapun dari niat baikmu ini".


"Tenang saja aku bukan orang yang perhitungan.Aku melakukannya karena merindukan kalian itu saja".


"Benarkah bukankah kemarin kau dan Amera baru bertemu atau jangan jangan Amera menemuimu dikafe untuk meminta hal ini padamu",celetuk Veronica yang membuat Amera reflek menoleh kearah Veronica.


"bukan aku.Tapi dia yang memaksa untuk mengantar kita pergi!".


"Baiklah tidak perlu kita permasalahkan lagi kurasa dengan adanya Adam juga tidak buruk karena kalau terjadi sesuatu kita bisa langsung minta bantuannya".


"Benar kak Vero anggap saja aku sebagai bodyguard kalian hari ini",celetuknya dengan tersenyum smrik kearah Amera karena melihat wajah Amera yang cemberut.


"Semoga kita tidak bertemu orang yang tidak kita inginkan disana",celetuk Amera sebelum Adam melajukan mobil yang membawa Amera dan Veronica ke Star Agency.


Setelah menempuh perjalanan lebih dari 1jam mobil mereka memasuki area parkir Star Agency.


"Kau tunggu saja disini Adam biar aku dan Amera yang masuk",perintah Veronica yang diangguki oleh Adam dengan membantu Amera turun dari mobil sambil membisikkan pesan padanya.


"Hati hati saat didalam",bisiknya yang hanya didengar Amera dan dijawab Amera dengan anggukan kecil sebelum bersama Veronica masuk kedalam bangunan Star Agency.


Adam menatap kepergian Amera sampai Amera dan Veronica tidak terlihat lagi lalu kembali masuk kedalam mobil untuk menunggu mereka.


****

__ADS_1


"Kita langsung menuju ruangan kepala redaksi saja sekarang Vero",pinta Amera yang diangguki oleh Veronica tapi sebelum mereka berdua sampai diruangan Elvan mereka berpapasan dengan Melisa yang begitu melihat Amera langsung berjalan menghampirinya.


"Wah siapa ini yang kutemui disini?",celetuknya dengan menatap Amera sinis.


"Mel aku sedang tidak ingin punya masalah denganmu jadi tolong menyingkir dari hadapanku!",pinta Amera berusaha mengatakannya dengan sopan meski sebenarnya dia sangat kesal saat melihat wajah perempuan menyebalkan itu yang terlihat meremehkannya.


"Oh maaf nona Amera Jasmine tapi aku hanya ingin menyapa mu sebelum kita tidak akan bertemu lagi karena dirimu tidak diperlukan lagi didunia hiburan ini".


"Sekarang kau sudah menyapaku jadi menyingkirlah karena aku ada perlu dengan kepala Agency kalian".


"Oh iya ngomong ngomong soal kepala Agency apa kau tau kalau sekarang posisi itu digantikan oleh mantan calon suamimu yang kau hianati".


"Aku sudah tau dan sepertinya kau salah karena bukan aku yang menghianati dia lebih dulu tapi kalian yang sudah menusuk ku dari belakang",balas Amera mulai terbawa emosi.


"Siapa bilang kami menghianatimu kami hanya berteman kau saja yang salah sangka pada kami dan tidak mendengarkan penjelasan Elvan malah dengan bodohnya menghianatinya dengan pria sembarangan hingga akhirnya sampai hamil dari benih tidak jelas".


Amera menggeram mendengar itu ingin sekali dia menampar wajah Melisa dengan keras tapi menahannya karena tidak ingin menimbulkan masalah lagi sekarang meski sangat marah.


Amera pergi begitu saja dari hadapan Melisa yang langsung kesal karena gagal menyulut kemarahan Amera.


"Dasar perempuan murahan!",dengusnya kesal.


"Permisi bisa anda tunjukan dimana ruang kepala Star Agency?", tanya seorang perempuan cantik dengan penampilan modis kepada Melisa yang membuat Melisa terpukau tapi juga kesal karena perempuan itu sedang menanyakan ruang kepala Agency yang berarti ruangan Elvan.


"Untuk apa kau menanyakan ruangan Kapala Star Agency?",tanya Melisa dengan ekspresi kesal yang tidak ditutupinya dihadapan Ariana yang hanya tertawa melihat wajah kesal Melisa.


"Aku ada janji dengan kepala Star Angecy kalian.Apa dia ada?", tanya Ariana dengan sikap anggunnya.


"Entahlah aku bukan sekretarisnya jadi aku tidak tau".


"Oh maaf kalau begitu jadi sebenarnya anda siapanya?",tanya Ariana dengan menelisik penampilan Melisa yang glamor.

__ADS_1


"Aku artis utama disini dan juga kekasihnya".


"Oh....Tuhan benarkah, kalau boleh tau siapa nama anda siapa tau aku adalah penggemar anda",celetuk Ariana yang membuat ekspresi Melisa langsung berubah ramah.


"Aku Melisa kau pasti sering mendengar namaku juga wajahku ditelevisi dan internet bukan".


Ariana tersenyum manis menanggapi perkataan Melisa.


"Ya ..kurasa.Aku Ariana Maxwel masih calon artis disini karena itu aku tidak tau dimana ruangan kepala Agency jadi nona Melisa bisakah anda menunjukannya padaku sebagai senior".


"Oh tentu saja kau bisa naik lift didepan lalu....".Tiba tiba Melisa berhenti bicara karena ingat kalau diruangan Elvan sekarang sedang ada Amera dan mungkin ini kesempatannya untuk membuat Amera malu secara langsung.


"Sebaiknya aku mengantarmu kesana karena aku baru ingat kalau aku juga ada perlu dengan kepala Agency sekarang".


"Kau ingin mengantarku sendiri?Aku merasa sangat beruntung kalau begitu",balas Ariana dengan tidak merubah ekspresinya didepan Melisa.


"Ayo",ajak Melisa dengan berjalan didepan Ariana yang sepanjang jalan sengaja mengajak Melisa mengobrol ringan tentang seputar karier perempuan itu agar Melisa merasa semakin bangga.


"Ini ruangannya ayo masuk",ajak Melisa tanpa mengetuk pintu lebih dulu sementara saat itu didalam Elvan sedang bicara serius dengan Amera atau lebih tepat nya berdebat cukup sengit jadi saat mendengar pintu ruangannya dibuka tiba tiba Elvan reflek memakai keras untuk meluapkan kekesalannya karena Amera.


"Brengsek!Siapa yang menyuruhmu masuk keruangan ku tanpa permisi!",hardiknya keras membuat Melisa reflek terdiam ditempatnya karena tidak menyangka akan menerima sambutan kasar seperti itu dari Elvan.


Amera dan Veronica hanya diam dengan saling tatap saat melihat siapa yang yang baru saja dibentak Elvan dihadapan mereka.


"E ..ma....maaf sayang aku tidak bermaksud..".


"Melisa sejak kapan kau tidak punya sopan santun saat masuk kedalam ruanganku!".


"Selamat pagi tuan Elvan Sander boleh aku masuk?".


Sontak Elvan terdiam saat melihat wajah Ariana muncul dari belakang Melisa yang murung.

__ADS_1


"Kau... Ariana kenapa bisa?",ucap Elvan terlihat serba salah dihadapan semua perempuan yang ada disana saat itu seperti seorang suami yang kepergok sedang selingkuh oleh istri pertama dan kedua dengan calon istri ketiganya.


__ADS_2