
Seketika Amera melepaskan pelukannya pada Adam begitu mendengar suara yang pernah menyakitinya itu.
Melihat Geo masuk tanpa permisi keruangannya Adam menjadi emosi dan berniat bangun untuk mengusir paksa pria itu, tapi sebelum dia melakukannya tiba tiba ponsel Geo berbunyi dan pria itu langsung keluar dari kantor Adam begitu melihat nama orang yang menghubunginya tanpa menoleh lagi kearah Adam maupun Amera membuat Adam dan Amera hanya bisa saling pandang bingung tapi tidak memperdulikannya lagi.
***
Sementara itu begitu keluar dari ruangan Adam sambil berjalan Geo menjawab panggilan yang ternyata berasal dari Stella.
"Ya Tante",jawabnya dengan sopan pada Stella.
"Geo...Ariana sudah pulang",ucap Stella yang membuat Geo langsung menghentikan langkahnya yang semula menuju kearah kantornya langsung berbalik pergi menuju area parkir kantor.
"Dia.. Ariana.Apa dia dirumah sekarang Tante?",tanyanya dengan perasaan bahagia bercampur khawatir.
"Ya dia sedang istirahat dikamarnya sekarang",terang Stella ditelpon.
"Aku akan pulang untuk bertemu dengannya sekarang Tante".
Setelah mengatakan itu Geo mematikan panggilannya dengan Stella lalu segera melajukan mobilnya meninggalkan kantor Maxwell dengan tatapan dari seseorang yang langsung menghubungi Brian begitu mobil Geo menghilang.
"Halo tuan Brian",ucap orang suruhan Brian pada Brian ditelpon.
"Ya katakan ada apa?",tanya Brian dari seberang telpon.
"Tuan Geo pergi meninggalkan kantor beberapa menit yang lalu".
"Kemana dia pergi? Apa kau tau?".
"Dia kembali kerumah untuk menemui nona Ariana yang sepertinya sudah mereka temukan".
Terdengar helaan nafas berat yang dilakukan Brian diseberang telpon begitu mendengar hal itu dan juga gumaman pria paruh baya itu yang terdengar lelah ditelinga orang suruhannya itu.
"Dasar bodoh.Bisa bisanya dia dibutakan oleh cinta yang hanya bertepuk sebelah tangan seperti itu".
Orang suruhan Brian diam mendengar gumaman pria tua itu dan bermaksud menunggu ucapan Brian selanjutnya.
"Biarkan saja kalau dia memang ingin seperti itu yang penting sekarang kau selidiki pria yang sering ditemui istriku akhir akhir ini",pinta Brian yang diiyakan oleh orang suruhannya itu.
__ADS_1
"Baik tuan akan saya lakukan"
"Cari dimana alamat pria itu",pinta Brian yang lagi lagi diiyakan oleh pria suruhannya itu.
"Dan satu lagi suruh seseorang yang paling tidak mencurigakan Adam untuk mengawasi perempuan yang dekat dengannya itu",perintah Brian lagi.
"Siapa maksud anda tuan?".
"Perempuan yang dekat dengan Adam kau sudah melihatnya tadi bukan dan kurasa kau sudah tau identitasnya sekarang".
"Oh... tentu saja. Dia mantan artis terkenal yang kariernya hancur baru baru ini karena scandal gagal menikah dengan pemilik Star Agensi tempatnya kerja dulu".
"Star Agensi?".
"Iya tuan dan beberapa kali orang kita juga melihat nona Ariana bersama pria itu".
Brian terdiam mendengar laporan anak buahnya itu sepertinya diseberang telpon sana dia sedang berpikir tentang apa yang baru saja disampaikan oleh anak buah kepercayaannya itu.
"Halo tuan Brian",ucap orang itu yang dibalas Brian dengan gumaman pelan.
"Nanti saja yang penting segera perintahkan orang untuk mengawasi perempuan itu dan laporkan hasilnya padaku secara detail nanti".
"Baik akan saya lakukan tuan.
Lalu sambungan itu berakhir dan orang kepercayaan Brian segera pergi untuk melaksanakan perintah Brian yang memintanya mencari alamat pria yang sering ditemui Stella setelah sebelumnya menyuruh orang untuk ditugaskan mengawasi Amera.
*****
Sementara itu Geo melajukan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi karena tidak sabar ingin segera bertemu dengan Ariana yang dikatakan Stella sudah kembali.
Setelah berkendara tidak sampai 1jam yang biasanya ditempuhnya lebih dari 1 Jam Geo sampai dirumah keluarga Maxwell.
Penjaga keamanan langsung membukakan pintu secara otomatis begitu melihat mobil Geo yang datang.
Geo langsung bergegas masuk kedalam rumah begitu turun dari mobil dan berpapasan dengan Stella yang terlihat akan pergi keluar saat itu.
"Dimana Ariana Tante?",tanyanya yang dijawab Stella dengan menunjuk kelantai 2 dimana kamar Ariana berada.
__ADS_1
"Sepertinya sekarang dia sedang beristirahat",terang Stella yang membuat Geo langsung menghentikan langkahnya mendengar itu.
"Istirahat tapi ini belum lewat tengah hari.Apa saat pulang ada hal aneh yang terjadi Tante?",tanyanya khawatir.
"Aku tidak terlalu memperhatikannya tadi Geo, karena dia langsung mengurung diri didalam kamar begitu datang jadi kalau kau ingin tau tanyakan saja sendiri padanya",terang Stella lalu pergi meninggalkan Geo keluar rumah karena dia ada janji dengan seseorang saat itu.
Begitu melihat Stella pergi Geo segera naik kelantai 2 menuju kamar Arian untuk mengetahui keadaan gadis itu.
"Tok ...tok..".
"Ariana...Apa aku sedang tidur?",tanyanya dari balik pintu dan berharap Arian menjawabnya dari dalam kamar.
"Aku sedang tidak enak badan Geo.Ada apa?",tanyanya dengan suara yang terdengar parau membuat Geo menjadi semakin khawatir dibuatnya.
"Kau sakit?Boleh aku melihat kondisimu Ariana.Aku cemas karena selama 2 hari kau tidak pulang kerumah setelah marah padaku saat direstoran itu''.
Tidak ada jawaban dari dalam kamar membuat Geo juga terdiam tapi perlahan mencoba membuka handel pintu kamar itu berharap Ariana tidak mengunci pintunya dan saat terdengar bunyi KLEK! Geo menarik nafas lega.
"Ariana aku masuk ya.Aku tidak akan menggangu istirahatmu sekarang.Aku hanya ingin memastikan kondisimu apakah baik baik saja atau tidak",setelah mengatakan itu meski tidak mendapat jawaban persetujuan dari Ariana yang berada didalam kamar Geo tetap masuk kedalam kamar gadis itu.
Suasana Kamar Ariana terlihat gelap karena seluruh gorden didalam kamar itu sengaja ditutup dan tidak ada satu pun lampu yang dihidupkan olehnya.
Hal biasa yang dilihat Geo kalau suasana hati Ariana sedang tidak bagus. Geo memilih berjalan pelan menuju ke ranjang Ariana dimana tampak Ariana sedang berbaring dengan selimut menutupi tubuhnya.
Geo mendekat ke tepi ranjang meski tidak bisa melihat jelas wajah Ariana tapi itu bukan masalah baginya yang penting saat itu Ariana tidak lagi menolaknya seperti saat direstoran.
"Ariana maaf untuk apa yang kau dengar waktu direstoran itu",ucap Geo dengan duduk ditepi ranjang menatap dalam samar kearah Ariana yang sedang memunggunginya saat itu.
"Lupakan saja",jawab Ariana dengan suara terdengar sangat parau sepertinya tenggorokannya sedang sakit dan pikiran pertama yang terlintas dibenak Geo adalah itu karena Ariana banyak menangis setelah mendengar mamanya meminta Geo untuk menikah dengannya saat itu.
"Tidak bisa Riana karena aku tidak ingin ada salah paham diantara kita akibat apa yang kau dengan waktu itu diRestoran".
"Aku tidak salah paham Geo aku hanya ...".
Ariana tidak meneruskan kata-katanya yang membuat Geo semakin merasa bersalah karenanya.
"Ariana maaf aku memang mencintaimu dan sangat ingin menjadikanmu sebagai istriku tapi aku ingin itu dilakukan atas keinginanmu. Bukan karena permintaan Tante Stella jadi kau tidak perlu khawatir aku akan memaksakan hal ini padamu kalau memang kau tidak menginginkannya.Biarkan saja hubungan kita berjalan seperti air yang mengalir karena yang penting bagiku adalah kita berdua saling mencintai Ariana".
__ADS_1